Aku berusaha mengeluarkan kata-kata ancaman yang tertulis di kertas fax itu dari dalam kepalaku. Lalu aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.
Dan setelah merasa cukup tenang aku mulai kembali fokus pada pekerjaan memasak yang sedang aku kerjakan saat ini.
Dan ketika semua masakan yang aku buat hampir selesai, tiba-tiba Gale pulang. Ia kaget namun sangat senang mendapati aku berada di apartemennya menyiapkan makanan.
Ia memelukku dari belakang, “Aku senang sekali melihatmu berada disini, sayang. Andai setiap hari seperti ini, kebahagiaanku akan terasa sangat lengkap sekali.“
“Jika aku sedang tidak sebuk dengan kuliah dan pekerjaan magangku, pasti aku akan kemari dan memasak untukmu.“
“Terima kasih, sayang.“ Ia mencium ujung bibirku lalu melepaskan pelukannya.
Ia membantuku menata piring, gelas, makanan dan minumannya di atas meja makan.
“Gale, kemarilah dan duduk didepanku.“
Gale menghampiriku dan duduk, “Ada apa sayang?“
“Aku akan menyuapimu, tapi aku ingin kau menutup matamu terlebih dahulu.“
“Ah, baiklah sayang, apapun yang kau perintahkan akan kulakukan.“
Lalu Gale pun menutup kedua matanya. Namun sebelah matanya terbuka dan mengintip apa yang sedang aku lakukan.
“Sudah kubilang untuk menutup matamu. Tak ada cara lain, aku akan menutup matamu menggunakan ini.“ Aku mengeluarkan scraft berwarna putih milikku.
“Kau benar-benar akan menutup mataku menggunakan itu, sayang?“
“Ya, tentu saja. Jangan banyak bertanya dan bergerak.“ aku mengingatkan.
Aku langsung menutup kedua mata Gale menggunakan scraft milikku. Setelah itu aku berjalan menuju ke kulkas mengambil sebotol wine, membuka lalu menuangkannya kedalam gelas. Lalu aku menghampiri Gale.
“Apakah kau haus, sayang?“
“Ya, tolong beri aku air untuk minum.“
“Baiklah buka mulutmu, sayang.“ Gale membuka mulutnya dengan patuh.
Aku meneguk minuman dari gelas lalu menempelkan bibirku di atas bibir Gale yang terbuka. Sehingga minuman yang tadinya berada di dalam mulutku berpindah tempat.
“Itu benar-benar sangat menyegarkan sekali, sayang. Bolehkah aku memintanya lagi?“
“Tentu saja, sayang.“
Aku kembali melakukan hal yang sama sampai aku menghentikannya. Dan mulai untuk menyuapinya dengan makanan yang sudah aku buat.
“Nah, sekarang waktunya untukmu untuk makan, sayang.“
“Beri aku makan sekarang sayang. Aku sudah sangat lapar sekali.“
“Buka mulutmu lebar-lebar, jangan bergerak.“ lalu aku mulai menyuapinya, “Kunyah secara perlahan lalu katakan padaku bagaimana rasanya.“
“Makanan ini benar-benar sangat lezat sekali sayang. Aku mau lagi.“
Aku kembali menyuapinya sampai ia sendiri yang meminta sendiri untuk berhenti.
Sangat menyenangkan sekali, aku bisa melupakan tentang surat ancaman itu untuk sementara waktu.
Setelah selesai aku langsung membuka penutup matanya. Lalu memberikan kecupan di kedua pipinya.
Setelah selesai kami berdua mencuci peralatan makannya. Aku memeluknya erat ketika kami sedang duduk di sofa.
“Ada apa sayang? Kau tidak seperti biasanya seperti ini.“
“Aku mencintaimu, Gale. Sangat-sangat mencintaimu melebihi nyawaku.“
“Begitupun denganku, sayang. Kaulah pusat kehidupanku.“
Gale meraih daguku lalu mengunci bibirku dengan bibirnya yang panas itu.
Lidahnya mendesak masuk ke dalam mulutku. Lidahnya yang panas itu kini membelai lidahku dengan liar. Tangannya memegang tengkukku dan sesekali menggelitiknya, membuat tubuhku menegang.
Ciuman kami berubah menjadi semakin panad ketika salah satu tangannya menyusup masuk ke dalam T-shirt yang aku pakai. Sentuhannya yang panas membakar kulitku.
Ketika tangannya menangkup dan meremas payudaraku. Aku tak kuasa untuk mengeluarkan suara erangan dari dalam mulutku.
Nafas kami berdua sudah berubah jadi terengah-engah karena kebutuhan yang semakin mendesak.
Tubuhku melengkung ke arahnya setiap kali tangannya meremas payudaraku. Gale melepaskan ciumannya lalu menarik T-shirt dari tubuhku dan melemparnya.
Gale kembali mendaratkan ciumannya di bibirku, dan terus turun menuju ke payudaraku. Tangannya melepaskan pengait bra yang sedang kupakai, lalu melemparnya.
Aku terpekik tertahan ketika bibirnya berada di payudaraku dan menghisap putingnya dengan agak keras.
hooohh!! :O
BalasHapusGale sll gerak cepat…Dhee udh mo ditandain ajj itu ckckck
ga tau apa ada yg ngincer dia --'
Gara2 author mupeng jd korban lg Dhee --"
Next chapter ga jd hothotpop ya author..Dhee keburu dpt panggilan tugas haha
:Dv
Ahahahahah --“
BalasHapusWawww....
BalasHapusckckckkck, Gale sm Dhee..
udh mau hothotpop aja tuh.
#selamaat kalian yg pertama Dhee :D
Ana Grey versi Dhee Gale..
itu mau dilanjutin ato gak ya author??hhehee
mupeng tuh duaduanya :D
lnjut sista :*