Hari ini selepas dari
kantor aku memutuskan untuk pergi ketoko buku untuk membeli beberapa buku
referensi untuk tugas kuliahku, kebetulan hari ini aku pulang dari kantor lebih
awal karena memang beberapa hari ini kami sedang tidak sibuk. Belum ada kasus-kasus
besar yang akan ditangani. Bahkan Lila dan Zac memutuskan untuk cuti, mereka
sedang liburan bersama didaerah pegunungan Aspen. Kali ini aku pergi sendiri,
biasanya aku pergi bersama Dhee. Namun hari ini dia pulang lebih dulu, karena
dia akan pergi bersama Gale.
Sebelum ketoko buku aku
kesebuah minimarket untuk membeli makanan kecil, karena seingatku tadi
persediaan makananku diapartemen sudah habis. Setelah selesai aku berjalan
menuju toko buku yang letaknya tidak jauh dari minimarket itu, sambil meminum
minuman kalengku karena aku merasa sangat haus. Saat aku sedang berjalan
tiba-tiba seseorang menabrakku,.
“aduhh...” aku mengaduh
saat tubuhku berbenturan dengannya.
“aww....”seseorang yang
menabrakku tadi setengah berteriak.
Saat aku mendongakkan kepalaku
melihatnya aku terkejut, ternyata lelaki yang menabrakku tadi wajahnya basah
dan bahkan kemeja putih garis-garisnya kotor dibagian depan. Rasa kesal yang
ada didalam diriku berubah menjadi rasa bersalah saat melihatnya.
“maaf,...”
Kulihat lelaki itu nampak
kesal menatapku, dia menyeka air yang ada diwajahnya.
“aku sungguh tidak
sengaja..” aku meminta maaf padanya.
“ ya sudah, aku tidak
apa-apa”
Secara refleks aku
mengeluarkan sapu tangan yang ada didalam saku jaketku.
“pakai ini untuk
membersihkan wajahmu”
Tatapannya yang tadi kesal
berubah melembut saat aku mengeluarkan sapu tangan dan memberikan padanya. Lalu
dia mengambilnya dan membersihkan wajahnya.
“maaf, bajumu juga kotor.”
“bukan masalah, Terima
kasih untuk saputangannya..”
Aku mengangguk.
“kau tidak apa-apakan,
sepertinya tadi kau mengaduh saat aku menabrakmu??”
“tidak, aku tidak apa-apa,
hanya sedikit terkejut” jawabku
Tiba-tiba dia menjulurkan
tangannya “ aku, Robert.. boleh aku tahu namamu??”
“ ehh, aku.. Dilla.”
Jawabku.
“maaf tadi aku sedikit
kesal padamu, karena jujur saja aku juga sangat terkejut..”
Aku mengangguk “ kau sudah
baik-baik saja kan??”
“iya aku baik-baik saja”
“kalau begitu aku permisi
dulu ya, aku masih ada urusan. Maaf atas kejadian tadi” lalu aku pergi
meninggalkannya.
“ iya terima kasih..”
Aku langsung pergi
meninggalkan Robert, dan menuju ketoko buku. Sekitar 1 jam aku berburu beberapa
buku, aku langsung pulang. Sesampainya aku diapartemen kulihat tidak ada orang.
Sepertinya Dhee belum pulang. Karena aku merasa sangat lelah, setelah mandi aku
langsung berbaring ditempat tidur. Belum lama, aku membaringkan diriku kudengar
ponselku berbunyi. Sejenak kulihat dilayar ponselku, bukan nomor yang kukenal.
Dengan ragu-ragu aku menerimanya..
“Iya hallo, benar. Ohh,
aku sedang istirahat sekarang. Maaf aku sedikit kelelahan, aku rasa aku perlu
sedikit tidur. Maaf sebelumnya” aku pun langsung menutupnya.
Ternyata Robert, lelaki
yang kutemui tadi sore menelponku, sejujurnya aku sangat terkejut dari mana dia
mendapatkan nomor ponselku. Rupanya dia menemukan kartu namaku yang tadi jatuh.
Untunglah yang terjatuh tadi atas nama Dilla, bukan Asya. Aku menarik nafas
lega saat dia memanggilku Dilla bukan Asya.
Tiba-tiba lamunanku buyar
saat suara ponselku berbunyi lagi. Kali ini yang menelponku adalah Mark. Dia
sedang tidak ada di New York sekarang, dia sedang ada tour dibeberapa negara
Eropa.
Tanpa fikir panjang aku
menerima telpon dari Mark.
“iya sayang, aku baik-baik
saja.. dan kau?? Kau hati-hati ya disana. Iya aku selalu hati-hati disini. Aku pasti
slalu menunggu. Baiklah jaga dirimu ya sayang. I love you too.. “
Setelah aku menutup telpon
dari Mark, aku memejamkan mataku. Ternyata aku sangat lelah hari ini, padahal
tidak terlalu banyak hal yang aku kerjakan. Tak berapa lama kemudian mataku
benar-benar terpejam dan aku terlelap.
*****
Sejak pertemuanku dengan
Robert beberapa hari yang lalu, dia jadi sangat sering menelponku. Sebenarnya aku
malas menerima telpon darinya, tapi aku tak berani jika harus menolaknya secara
kasar. Beberapa kali dia mengajakku untuk berkencan dengannya namun kutolak. Mana
mungkin disaat Mark sedang ada Tour diEropa aku berkencan dengan laki-laki
lain. Itu bukan tipeku, untuk mengkhianati kekasihku.
Minggu siang disaat aku
sedang menikmati santaiku sambil mendengarkan musik dikamar. Kudengar ponselku
berbunyi Lou menelponku, tidak biasanya dia menelponku diluar jam kantor,
kecuali kalau ada pekerjaan yang sangat penting. Dengan enggan aku menerimanya.
Beberapa saat aku berbicara dengannya aku dikejutkan dengan pernyataannya yang
mengatakan kalau teman-teman Stephanie sedang menyusun sebuah aksi balas dendam
kepada kami karena mereka marah saat kami Dhee, Steve, Brad serta beberapa kru
lainnya melakukan penyergapan dan penangkapan terhadap Stephanie di California
minggu kemarin. Dan juga diduga mereka akan melakukan penyelundupan obat-obatan
terlarang keluar negri. Karena informasi itu kami harus menyusun strategi untuk
menggagalkan usaha balas dendam dan penyelundupan obat-obatan terlarang yang
akan mereka lakukan. Maka Lou mengajak kami untuk mengadakan rapat besok pagi.
Sesaat setelah Lou menutup
telponnya, aku langsung menelpon Lila memberitahu tentang informasi yang baru
saja aku dapatkan. Dan sayang ternyata Lila belum bisa pulang siang ini karena
dia dan Zac terjebak badai di pegunungan Aspen. Belum pasti juga kapan mereka
akan kembali lagi ke New York.
*****
Keesokan harinya jam
delapan pagi kami sudah berkumpul dikantor, semua anggota tim telah berkumpul
kecuali Lila dan Zac yang belum jug hadir. Aku rasa mereka tidak akan hadir
hari ini. sebelum rapat dimulai Lou menanyakan Zac dan Lila kepada aku dan
Dhee.
“Sya, Dhee. Lila belum
datang yaa??”
Aku langsung melirik Dhee
yang duduk disampingku.
“Lila, sepertinya masih
terjebak badai. Dia sedang berlibur dari beberapa hari yang lalu” jawabku
“rencananya dia akan
pulang kemarin siang, tapi kemarin saat Asya menelpon dia bilang sedang ada
badai. Jadi dia belum tahu kapan pulangnya Lou. “
“ooh aku harap Lila bisa
secepatnya kembali karena kita sangat membutuhkannya. Oh ya sepertinya Zac juga
belum terlihat yaa. Brad kau tau dimana Zac, sudah beberapa hari aku menelponnya
tidak bisa. Apa mungkin dia kembali ke London yaa??” tanya Lou sambil memandang
Brad.
“maaf, aku juga tidak tahu
Lou..” jawab Brad sekenanya
“ya sudah kalu begitu kiat
mulai saja rapat kita hari ini.” Lou membuka rapat kami pagi ini.
Pembahasan kami hari ini
adalah tentang kelompok Stephanie yang akan melakukan penyelundupan obat-obat
terlarang keluar negri. Menurut info yang kami dapatkan mereka menyewa sebuah
rumah dipinggiran kota New York tempat tersebut juga biasanya dijadikan mereka
untuk berkumpul. Dan hal yang menarik lagi mereka ternyata sedang mencari-cari
tim kami, karena kami beperan dalam penangkapan Stephanie.
Saat kami sedang menyusun
rencana untuk penyergapan terdengar dari luar pintu ruangan rapat kami
diketuk.. tak lama kemudian Zac dan Lila masuk.
“maaf kami terlambat Lou..”
Zac langsung duduk didekat disebelah Steve dan Lila langsung duduk didekatku.
Lou melirik jam tangannya “
ya 10 menit untuk kalian berdua.. jelaskan setelah rapat ini. kita lanjutkan
rencana dan strategi kita” katanya sambil kembali ketopik permasalahan kami.
“baik Lou..” Zac dan Lila
menjawab berbarengan.
Rapat dilanjutkan,
beberapa anggota tim kami sudah menemukan nama-nama anggota kelompok Stephanie.
Saat aku melihat daftar namanya disana tertulis nama Tom, foto identitas yang
sepertinya aku mengenalinya. Otakku berfikir keras mengingat siapakah orang yang
mirip dengan orang yang bernama Rob ini. saat aku berusaha mengingatnya Dhee
membuyarkan konsentrasiku.
“Sya, kau kenapa?? Sepertinya
kau sedang bingung”
“tidak Dhee, aku hanya
sedang mengingat seseorang yang mirip dengan Rob itu. Rasanya aku pernah
melihatnya tapi dimana ya??” jawabku sambil mengacak-acak rambut panjangku.
“mungkin hanya perasaanmu
saja Sya, jangan berprasangka buruk kepada seseorang sebelum kau memiliki bukti
yang kuat”
“Iya laa, aku hanya
menebak saja. Aku rasa jika aku tau siapa yang mirip dengan Rob itu maka aku
akan menyelidikinya untuk membuktikannya” jawabku
Sekitar hampir 2 jam kami
rapat, akhirnya kami selesai juga. Kesimpulannya adalah mereka akan mengirimkan
obat-obatan terlarang itu setiap akhir minggu, karena mereka akan mengangkut
obat-obatan itu ke bandara berbarengan dengan mobil-mobil pembawa bahan makanan
untuk kenegara-negara miskin yang ada di Afrika. Dan sebuah rumah dicurigai
sebagai tempat mereka menyimpan obat-obatan terlarang itu sedang dilacak oleh
Zac dan Steve.
****
Selesai rapat kami semua
kembali kepada pekerjaan kami masing-masing, aku kembali keruanganku untuk
memeriksa beberapa senjata yang akan kami pakai untuk penyergapan nanti. Belum
lama aku diruanganku Dhee masuk sambil membawa laptopnya.
“senjatamu sudah lengkap
semua??”
“Iya Dhee, semuanya sudah
lengkap.. kau sedang apa??” tanyaku
“Sya, aku menemukan
beberapa foto baru anggota kelompok Stephanie.” Dhee meletakkan laptopnya
diatas mejaku.
Akupun melihat foto-foto
baru yang baru saja ditemukan Dhee. Saat aku melihatnya lagi aku baru ingat,
salah satu dari orang itu mirip dengan Robert. Lelaki yang baru saja kutemui
berapa hari yang lalu. Walaupun difoto ini lelaki yang bernama Tom itu berambut
panjang dan wajah brewokan namun mata dan hidungnya sangat mirip. Aku jadi
berfikir apa mungkin Robert yang aku
kenal itu Tom “
“Dhee, aku baru ingat
lelaki yang mirip dengan Tom itu siapa??”
“Siapa Sya??”
“Namanya Robert, aku baru
mengenalnya beberapa hari yang lalu. Aku memang belum yakin kalau dia itu Tom,
tapi dia sedikit mirip Dhee.”
“kamu masih sering
berhubungan dengannya??” tanya Dhee.
“Dia memang sering
menelponku.”
“ itu bagus Sya. Kenapa
tidak kau selidiki saja dia, kau temui dia dan ambil beberapa gambarnya setelah
itu kita cocokkan??”
“ bagaimana caranya Dhee??
Kemarin memang dia sering mengajakku untuk berkencan tapi aku selalu
menolaknya..” jawabku.
“kenapa kau tolak??”
“mana mungkin aku kencan
dengannya, bagaimana perasaan Mark kalau dia tau?? Kau gila Dhee??” aku sedikit
melototinya.
Beberapa saat Dhee
terdiam. Dan kemudian tersenyum.
“Baiklah bagaimana jika
kau susun sebuah rencana untuk pergi dengannya. Itu bisa memastikan apakah
Robert yang kau kenal itu adalah Tom??”
“bagaimana jika kudekati
saja dia??” sebuah ide muncul dikepalaku.
“boleh juga, terserah kau
Sya. Asalkan kau jangan sampai benar-benar jatuh cinta padanya.” Dhee
menyikutku.
“heeh, tidak akan Dhee.. “
jawabku sambil melotot.
Saat aku sedang membahas
Tom ataupun Robert. Tiba-tiba ponsel ku berbunyi. Langsung saja aku
mengambilnya. Dan ternyata yang menelponku adalah Robert. Aku tersenyum saat
melihat layar ponselku.
“hmm, kalau sudah Mark
yang menelpon kau langsung saja senyum-senyum sendiri..”
“Dhee, kali ini bukan. Kau
lihat siapa yang menelponku.” Aku menunjukkan ponselku kepada Dhee.
“Robert?? Kebetulan Sya. Kau
angkat saja”
Aku langsung mengangguk
dan memberikan isyarat diam kepada Dhee. Lalu mengangkat telpon dari Robert.
“Hallo..
Iya kebetulan aku sedang tidak kuliah hari ini. Kau mau mengajakku makan
siang?? Baiklah. Iya aku serius. Dimana?? Iya aku tahu, cafe nya didekat
kampusku. Baiklah jam makan siang aku akan segera kesana. Bye Robert..” aku
menutup telponnya.
“Bagaimana Sya??”
“iya, kebetulan dia mengajakku
makan siang hari ini..” jawabku
“itu bagus Sya, kau bisa
menjalankan rencanamu tadi. Jika memang dia benar Tom, kau bisa memata-matainya.
“
“kenapa jadi aku yang
memata-matainya Dhee??”
“Asya, jika memang dia
Tom. Hanya kau yang bisa mendekatinya. Kau bisa menyelidiki setiap setiap
kegiatannya. Bila perlu kau pacari saja dia. Lagipula kalau dilihat dari foto
ini, dia tampan juga ” Jawab Dhee sambil tersenyum jahil.
“sepertinya kalau aku
mendengarkan semua saranmu, lama-lama hubunganku dengan Mark akan kacau”
“ini demi tugas kita Sya. Tidak
salahnya kau berkorban..” jawab Dhee.
“Terserah apa yang ingin
kau katakan Dhee” jawabku sambil menekuk
wajahku.
“oh iya, sebaiknya kau
segera bersiap-siap, kau punya janji dengan Tom, ehh Robert yaa??” dia
meledekku lagi
Aku melirik jam tanganku,
benar ternyata hari sudah hampir jam setengah 12, aku harus segera kekampus. Karena
dia akan menjemputku dikampus. Lalu aku membereskan semua senjata yang ada
dimejaku dan memasukkannya lagi kedalam laci mejaku.
“ ya sudah aku pergi
sekarang yaa.”
“ semoga berhasil Sya, dan
ingat kamera pengintainya jangan sampai ketahuan..” Dhee mengingatkanku.
ko Rob jd penjahatnya ya
BalasHapuskirain jd selingkuhan Asya gitu
:pv
mo deketin Rob buat mata2in?
hmm…jgn smp jatuh cinta ya Sya :3
lila zac kecapean itu smp telat datang :3
lanjutkan next chapter
Whoaaaa penjahatnya kece badai tuhh...
BalasHapusjangan2 ntar asya jatuh cinta lagi sama rob
apalagi robnya udh ngejar2 asya tuh...
hasseeekk xDv
Lila sama Zac datangnya telat abis pada ngapain ya itu mereka nyampe telat gtu datngnya???
Hohohoho
Dhee di culik :O
cepet tolongin..
eh eric dateng tuh dan langsung nolongin
aseekkkk xD
ayo ayo next chapter sist :*