Aku memacu mobilku dengan kecepatan penuh menuju ke kantor. Ketika sampai di sana aku langsung menuju ke ruangan Lou. Ternyata Lila, Asya dan Brad ada di sana, aku lupa bahwa Brad sekarang berpacaran dengan Lila.
“Baguslah kalian sudah ada disini Ini bacalah.“ aku mengeluarkan kertas fax yang berisi ancaman untuk Gale.
Lou, Asya, Lila dan Brad membaca kertas aku keluarkan.
“Aku lupa memperingatkan Gale tentang surat ancaman ini.“ jelasku panik.
“Setahuku Gale itu sering membantu pihak kepolisian untuk memecahkan suatu kasus. Jadi tak heran jika ia menjadi incaran para mafia itu.“ jelas Lou.
“Kita harus melacak keberadaannya melalui nomor yang ada di kertas ini. Dhee cepat lacak sekarang. Aku dan Brad akan pergi memeriksa kembali apartemen Gale.“
“Kau benar Lila.“ Aku segera duduk di depan komputer yang berada di ruangan Lou.
Lila dan Brad langsung menghilang dari ruangan Lou untuk memeriksa kembali apartemen Gale. Semoga mereka berdua menemukan petunjuk di sana.
Lou pergi menyiapkan beberapa tim yang akan kami bawa untuk menyelamatkan Gale. Sedangkan Asya sedang mempersiapkan berbagai senjata dan alat komunikasi.
Lima belas menit kemudian Lila menelepon bahwa ia menemukan sebuah alamat, tepatnya berada di sebuah gudang dekat dermaga.
Lila dan Brad sedang dalam perjalalanan menuju ke sana. Aku langsung memberitahu Lou telepon dari Lila.
Meskipun sudah mendapatkan lokasi Gale berada tapi kami berdua belum bergerak karena masih menunggu laporan dari Lila.
Kami mulai bergerak setelah Lila memberi laporan terakhirnya. Kami bertemy dengan Lila dan Brad di gudang yang tidak jauh dari sana.
“Bagaimana keadaan disana Lila?“
“Mereka semua bersenjata, aku dan Brad belum berani menerobos kedalam. Karena kami tidak memakai rompi anti peluru.“ Lila menjelaskan sambil memakai perlengkapannya.
“Kalian berempat sebaiknya memimpin satu regu. Jadi kalian bisa masuk dari segala penjuru. Aku akan mengawasi dari sini.“
“Baiklah Lou. Kami akan mulai bergerak sekarang.“
Lalu kami semua mulai bergerak dengan tim masing-masing. Jantungku berdetak kencang, berbagai pemikiran buruk berkelebatan di kepalaku.
Aku tidak bisa membayangkan jika sesuatu yang buruk menimpa Gale. Ya Tuhan, tolong lindungi kekasihku, aku sangat mencintainya.
Terdengar aba-aba dari Lou untuk segera masuk ke dalam dan melakukan penyergapan.
Kami langsung terlibat baku tembak dengan para penjahat itu. Aku menyelinap pergi untuk mencari tempat Gale di sekap. Tak jarang aku harus terlibat perkelahian dengan mereka.
Akhirnya aku sampai di sebuah ruangan. Di ruangan itulah aku melihat sosok Gale. Aku melihatnya terikat di sebuah kursi dan tertunduk. Tubuhnya penuh luka.
Air mataku jatuh tak terbendung melihat keadaannya. Aku langsung berlari menghampirinya dan membuka tali yang mengikatnya.
“Gale... Kau baik-baik saja, kan?“
Ia menegakan kepalanya, “ Lana... Apakah... Itu kau sayang?“ tanyanya dengan suara yang tergugu.
“Bukan, ayo cepat aku akan mengeluarkanmu dari tempat ini. Kau bisa berjalan, kan?“
Aku memapah tubuhnya yang besar itu keluar dari ruangan itu.
haduh…kasian Gale babak belur :(
BalasHapus*cium Gale
Untung sukses misi penyelamatannya tp nyaris ajj ketauan sama Gale tuh pas Lana nyelamatin dia #fiiuuuh
Selanjutnya tugas Lana ngerawat Gale nih :*
Pendek dan menggantung nih author…bikin penasaran tingkat galaxi android
Next chapter jgn lama2 ya sist haha #pemaksaan
Waduh Gale, kq bisa diculik sih kamu.
BalasHapusudh kyk anak kecil aja, ckckck
hampir itu Dhee ketauan sm Gale..
Gale luka-luka itu Dhee, kasian ;(
kmu yg rawat itu Dhee :D
Lanjut, lanjutt.
#maksa author