Rabu, 09 Januari 2013

CHAPTER 1

Steples Center Building...
Malam ini akan di selenggarakan sebuah perhelatan besar. Pada acara malam ini akan banyak sekali yang hadir dari kalangan perfilman, musik, dan politik.

Karena acara ini sangat besar pihak keamananpun di kerahkan untuk mengamankan perhelatan akbar ini. Itu berarti ketiga secret agent cantik ini ikut terjun langsung. Terlebih lagi departemeb keamanan dan pertahanan mendapatkan kabar bawah ada sebuah bom yang akan di pasang di gedung itu.

Selain bom, mereka juga mendapatkan informasi bahwa akan ada penyerangan yang di lakukan oleh para teroris.

Dhea, Asya dan Lila, mereka bertiga sudah sampai di gedung itu. Tubuh indah mereka terbalut gaun yang sangat indah, gaun itu memperlihatkan keindahan tubuh mereka bertiga.

Namun siapa sangka bahwa ketiga gadis cantik ini adalah seorang agen rahasia. Di balik gaun indahnya mereka menyembunyikan beberapa senjata api.

Masing-masing memakai sebuah alat untuk berkomunikasi yang di pasang di telinga kiri mereka masing-masing. Alat itu tidak akan terlihat oleh siapapun.

“Apakah kalian sudah siap?“

“Ya, kami berdua sudah siap, La.“ Asya menjawab sambil membenahi gaunnya.

“Kita berpencar sekarang. Tetap melaporkan situasi di sekeliling kalian, ya.“

“Ok, Dhee kalau begitu mari kita mulai bergerak.“

Dhea, Asya dan Lila yang sedari tadi berada di toilet langsung berpencar. Mereka tetap mengawasi keadaan di sekitar dan terus berkomunikasi dengan sesama agent maupun dengan komandan mereka yang sedang mengawasi di luar gedung.

“Sering-sering saja kami di tugaskan di acara seperti ini Lou.“ Lila memulai pembicaraan.

“Apa maksudmu Lila?“

“Karena banyak pria tampan di sini.“ Lila tertawa menjawab pertanyaan Lou.

“Tetap fokus Lila. Kau sedang bertugas, jadi urungkan niatmu untuk mencari pacar.“

“Tenang saja Lou, kau seperti tidak tahu bagaimana Lila.“

“Aku tahu Dhee, siapa tahu akhirnya dia jatuh cinta pada salah satu selebritis di sini.“

“Hei kalian mengapa jadi bergosip, kita kan sedang bertugas.“ Asya membentak.

“Maaf.“ ucap Dhea, Lila dan Lou bersamaan.

***

Kami segera melanjutkan patroli kami. Sampai akhirnya kami harus duduk karena acara akan segera di mulai. Aku, Dhea dan Asya duduk terpisah. Aku mengedarkan pandanganku untuk mencari kedua sahabatku itu.

Namun pria yang duduk di sampingku sangat bawel, selain itu ia terus saja memperhatikanku. Sehingga aku tidak bisa berkomunilasi dengan Dhea dan Asya.

“Kau sedang berbicara dengan siapa Nona?“

“Bukan urusanmu.“

“Aku heran saja dari tadi ku perhatikan mulut mungilmu itu selalu bergumam tidak jelas.“

“Kau benar-benar tidak punya sopan santun. Kau tidak mengenalku jadi jangan seenaknya berkata seperti itu. Lagipula aku tidak kenal kau dan kau tidak kenal aku.“

2 komentar:

  1. Petualangan sudah dimulai, bukan berburu cwok tampan tapi berburu bom :Dv

    Asya galak hahaha

    Sayang kependekan ahh chapternya.
    tapi gpp baru permulaan nanti next chapter lebih panjang ya sist :*

    BalasHapus
  2. First Chapter..
    Lngsung keperhelatan akbar dg teror yg berbahaya.

    Yang dicari teroris, bukan pacar!!!
    Ingat itu :D

    yes,yes, Asya bentak Lila, Dhee, sama Lou.

    Tp chap ini pndek :'(

    lnjut2 ya author :*
    keren ini ceritanya :D

    BalasHapus