Rabu, 30 Januari 2013

CHAPTER 32

Sinar matahari yang menerobos masuk ke dalam kamar membuatku terbangun.
Aku membuka mataku perlahan. Kepalaku terasa sangat sakit sekali, begitu juga dengan sekujur tubuhku.
Aku langsung terduduk di atas tempat tidur, dan selimut yang aku gunakan merosot. Aku hampir berteriak ketika melihat tubuhku yang telanjang, tanpa sehelai kainpun di tubuhku.
Ya Tuhan, mengapa aku tidak memakai pakaian di tubuhku? Apa yang sebenarnya sudah terjadi semalam?
Aku mengingat-ingat kejadian semalam sambil melihat ke sekeliling kamar. Di lantai kamar berserakan pakaianku dan ada bungkusan foil.
Aku memeriksa tubuhku, aku mendapati beberapa tanda merah di payudaraku dan di perutku, tepatnya di dekat pusar. Setelah itu aku langsung membungkus tubuhku dengan selimut.
Dadaku langsung naik turun melihat fakta yang baru saja aku temukan pagi ini. Tak lama kemudian Steve muncul dari dalam kamar mandi.
Ia terlihat sangat segar, rambutnya yang acak-acakan malah membuatnya terlihat seksi. Dadanya yang telanjang memamerkan otot-otot yang keras dan terpahat sempurna membuatku sempat menelan ludah.
“Rupanya kau sudah bangun, Sya.“
Steve berjalan mendekat ke arahku, “Diam di tempat, Steve dan jangan mendekat.“
Mendengar ucapanku Steve langsung berhenti dan terdiam.
“Apa yang sudah kau lakukan padaku, Steve?“
“Aku melakukan hal yang kau minta tadi malam.“
“Tidak mungkin, aku pasti sedang mabuk, Steve.“
“Kau dan aku memang sedang dalam keadaan mabuk, Sya. Tapi kita melakukannya dalam keadaan sadar.“
“Mengapa aku, Steve?“ mataku mulai memanas.
“Karena aku mencintaimu, Sya. Sudah sejak lama aku memendam perasaan ini.“ Steve mendekat dan duduk di sampingku, “Demi Tuhan Asya, kumohon jangan menangis.“ ia mengusap air mataku dengan lembut.
“Ini salah Steve, sangat salah sekali. Seharusnya kita tidak melakukan hal ini.“
“Aku tahu Sya, aku juga tahu bahwa kau sudah memiliki kekasih. Jadi yang keduapun aku rela, Sya. Asalkan aku bisa selalu bersamamu.“
“Steve...“
“Asya, aku benar-benar membutuhkan jawabanmu sekarang juga. Apapun keputusanmu aku akan menerimanya.“
Aku menghela nafas dalam-dalam, “Maaf Steve, sebaiknya hubungan kita tetap seperti dulu. Sebagai teman dan rekan kerja saja.“
Steve terlihat kecewa mendengar keputusanku. Tapi aku memang tidak bisa membagi hati dan cintaku untuk Steve.
“Maafkan aku Steve, aku benar-benar tidak bisa.“
“Aku mengerti, Sya.“
Steve menyambar kaosnya dan memakainya dengan cepat, memakai jaket kulitnya. Lalu ia keluar dari dalam kamarku.
Ya Tuhan, aku sudah bercinta dengan pria yang bukan kekasihku. Apa yang harus aku lakukan jika Mark pulang nanti.
***
Tidak terasa akhirnya hari ini aku akan resmi menjadi Mrs. Efron. Menikah secepat ini memang tidak pernah aku rencanakan sebelumnya. Dan tidak ada di dalam kamus kehidupanku.
Sejak bertemu dengan Zac, keinginan utamku adakah agar bisa menikah dengannya. Dan hari ini semua itu akan terwujud.
Namun aku merasa sangat sedih sekali, karena Maa tidak ada di hari paling penting dalam hidupku. Aku tidak begitu tahu dan mengenal sosok Maa.
Aku hanya tahu cerita dan wajah Maa itu dari cerita dan foto-foto yang Paa simpan. Ya, karena Maa sudah sangat lama sekali meninggal.
Maa meninggal ketika aku masih berusia 5 tahun. Menurut Paa Maa meninggal dalam tugas. Karena kedua orang tuaku bekerja di departemen kepolisian. Itulah alasan mengapa aku bisa menjadi seorang agent rahasia seperti ini.
Barulah Paa memberitahuku penyebab kematian Maa yang sebenarnya ketika aku berumur 17 tahun dan sedang mengikuti pendidikan untuk menjadi seorang agent rahasia bersama kedua sahabatku Dhee dan Asya.
Paa membesarkanku dengan cukup keras dan penuh kasih sayang. Bagiku Paa adalah ayah terbaik di dunia ini dan aku sangat sangat menyayanginya.
Dan hari ini aku merasakan kerinduan yang amat mendalam kepada Maa. Andai Maa masih hidup, pasti saat ini beliau akan menemami dan memberikan dukungan moral kepadaku. Menghilangkan kegelisahan yang aku rasakan saat ini.
Namun aku bersyukur bisa mengenal Dhee dan Asya. Mereka selalu ada di saat aku butuh. Aku sangat mencintai dan menyayangi mereka berdua.
Tiba-tiba Paa masuk ke dalam kamarku.
“Sayang, mengapa kau terlihat sedih seperti ini? Tidak baik jika bersedih di hari pernikahanmu, apakah kau tidak bahagia?“
“Paa, aku sangat sangat bahagia sekali karena hari ini aku akan menikah dengan Zac.“
“Lalu apa yang membuatmu bersedih?“
“Aku berharap Maa ada disini, Paa. Aku kangen Maa.“ aku langsung memeluk Paa.
“Paa mengerti sayang, Maa disana ikut bahagia melihatmu. Karena akhirnya ada seseorang yang akan menjagamu sayang. Jadi jangan menangis, Paa yakin Maa akan sedih jika melihatmu menangis. Tersenyumlah.“
“Aku sayang, Paa. Lila janji akan mencari orang yang sudah membunuh Maa, Paa.“
“Tidak sayang, Paa tidak ingin melihatmu terluka. Ayo, sudah waktunya kita keluar.“
Setelah membenahi gaun pengantinku, Paa dan aku keluar lalu menuju ke halaman belakang tempat di selenggarakannya upacara pernikahan.
Pernikahanku dan Zac di selenggarakan di rumah kedua orang tua Zac yang berada di kawasan Brooklyn. Acara ini tertutup untuk umum. Yang hadir hanya sanak saudara dan rekan-rekan kami sesama agent rahasia.
Dan kedua sahabatku tersayang terlihat sangat cantik sekali. Mereka berdua tidak terlihat seperti seorang pengantin. Gale dan Mark pasti terpesona melihat kekasih mereka.
Ketika sampai di halaman belakang semua mata langsung tertuju kepadaku. Dan itu membuatku sangat gugup sekali.
Dan di depan sana Zac berdiri dengan gagahnya dalam balutan tuxedo berwarna putih. Zac tersenyum padaku, ya Tuhan pria tampan ini akan segera menjadi suamiku.
Ketika sudah mendekat Paa langsung menyerahkan tanganku kepada Zac. Dan ucapara pernikahan pun berlangsung dengan khidmat.
Dan setelah upacara selesai pesta resepsipun di mulai. Semua orang terlihat bahagia di pesta ini. Terlebih lagi atasanku dan teman-temanku di departemen. Mereka terlihat lebih santai, karena biasanya kami jarang merasa santai seperti ini.
“Sayang, aku benar-benar tidak menyangka bahwa sekarang kau adalah istriku.“  Zac menempelkan keningnya ke keningku.
“Aku mencintaimu, suamiku.“ aku tertawa geli ketika mengucapkan kata “suamiku“ pada Zac.
Zac mengernyitkan keningnya, “Apa ada yang lucu, sayang? Mengapa kau tertawa?“
“Tidak aku hanya merasa geli harus memanggilmu dengan sebutan “suamiku“.“ aku terkekeh.
“Kau membiasakannya istriku tercinta.“ Zac mencium bibirku dengan lembut.
“Hei, kalian berdua jangan bermesraan disini.“
Kami melepaskan ciuman kami. Ternyata ada Gale, Dhee, Asya dan Mark.
“Dave, biarkan aku memeluk sahabku. Karena kau bisa memeluknya setiap saat.“ Dhee langsung menarikku ke dalam pelukannya. “Selamat ya, Ra. Semoga cepat dapat momongan.“
“Terima kasih Lana, mudah-mudahan. Kapan kau akan menyusul, Lana?“
“Yang jelas tidak dalam waktu dekat.“ Dhee melepaskan pelukannya.
“Ara, selamat ya. Apartemen akan sepi tanpamu.“
“Kita masih bisa bertemu, Dilla. Hai Mark,senang bisa melihatmu. Kapan kau tiba disini?“
“Dua hari yang lalu, Ra. Aku memang berniat untuk memberikan kejutan untuk Dilla. Selamat ya.“
“Dave, selamat ya. Akhirnya kau menikah juga.“
“Karena aku sangat mencintai kekasihku, Gale. Maka dari itu aku menikahinya.“
Aku, Dhee dan Asya hanya tertawa mendengar obrolan Zac, Gale dan Mark. Setelah acara selesai aku dan Zac menutuskan untuk langsung pergi ke Aspen.
Karena aku sangat menyukai tempat itu. Pasti akan sangat menyenangkan sekali bisa kembali ke tempat itu lagi. Namun kali ini dengan status yang berbeda.
Ketika sudah sampai di sana tak banyak yang kami lakukan. Karena aku merasa ada yang tidak beres dengan tubuhku. Zac sudah berkali-kali memaksaku untuk pergi ke dokter, namun aku selalu menolaknya.
“Tidak Zac, aku tidak perlu ke dokter.“
“Ayolah sayang, kita pergi ke dokter. Jika kau tidak apa-apa mengapa aku selalu melihatmu muntah-muntah di pagi hari.“
“Lambungku sedang bermasalah, Zac. Aku hanya butuh tidur, aku berjanji keadaanku akan jauh lebih baik nanti sore.“
Zac memeluk dan mencium keningku, “Aku hanya takut kau kenapa-napa, sayang. Ya sudah, ayo kita pergi ke kamar untuk beristirahat.

2 komentar:

  1. waduh Steve di tolak :o
    cup cup Steve :*

    akhirnya pesta juga…
    sedih mamanya Lila udah ga ada :(
    tapi hrs happy soalnya jd Mrs. Efron :)

    yeaa…selamat Lila n Zac :*
    #cupcupbasah

    honeymoon nih…hmm mo ngintip ah
    :Dv

    next chapter sist :*

    BalasHapus
  2. Chapter ini bikin Galau aja ihh..
    Steve, maaf ya Asya udah ada Mark.
    Maaf Steve, maaf..
    *peluk Steve

    Selamat ya Lila, selamat udah jadi Mrs Efron..
    jgan sedih lagi soalnya bntar lagi bkal ada baby itu hehhe

    Ayo, abis Lila siapa yang mau nyusul nih
    *lirik Dhee sm Gale.

    Akhirnya Mark pulang juga, kirain udah lupa jalan pulang dianya.
    *peluk Mark dulu udah kangen bgt soalnya.

    Happy Wedding Lila Zac. :*

    BalasHapus