Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya Mark menghentikan mobilnya di pelataran parkir sebuah taman hiburan.
Aku sangat senang sekali Mark mengajakku kemari. Karena sudah lama sekali aku tidak bermain ke taman hiburan.
“Wahana apa dulu yang ingin kau coba, sayang?“
“Ummm... Bagaimana jika kita menaiki jet coster? Pasti sangat menyenangkan sekali. Kau tidak takut, kan?“
“T-tentu saja aku tidak takut.“ jawabnya tergugu.
“Apakah kau yakin, Mark?“
“Ya, tentu saja aku yakin. Ayo kita naik wahana ini dulu.“
Mark menarikku menuju ke loket pembelian karcis. Ketika duduk di atas kereta aku melihat wajah tampan Mark menjadi pucat, keringat mulai terlihat di dahinya. Aku jadi khwatir melihat keadaannya.
“Apakah kau yakin? Sepertinya kau tidak sehat Mark. Wajahmu terlihat pucat sekali.“
“Aku tidak apa-apa, sayang. Percayalah.“ ia meremas tanganku untuk menyakinkanku bahwa ia baik-baik saja.
“Kita bisa turun sekarang Mark. Aku khawatir padamu?“
“Aku tidak setakut itu, sayang. Ini pasti akan sangat menyenangkan sekali.“
“Aku tidak apa-apa.“
Aku menggigit bibir bawahku ketika jet costernya mulai berjalan. Aku menggigit bibirku bukan karena takut menaiki wahana ini, itu karena aku mengkhawatirkan Mark kekasihku. Sepertinya ia takut menaiki wahana ini, karena wajahnya pucat pasi.
Benar saja selama perjalanan Mark menutup matanya rapat-rapat. Sedangkan tangannya menggenggam tanganku dengan sangat erat sekali.
Ketika kereta berhentipun ia masih menggenggam tanganku dan menutup matanya.
“Mark... Ayo buka matamu, kita sudah selesai.“
Ia lalu membuka matanya perlahan, “Syukurlah, akhirnya selesai juga. Ayo kita pergi dari sini sayang.“
Kami pun pergi dan mencoba lagi wahana yang lain. Kami tertawa bersama, memakan es krim bersama. Yang jelas hari ini sangat menyenangkan sekali.
Wahana terakhir yang kami naiki ketika malam menjelang adalah menaiki wahana kincir raksasa. Dari atas sini terlihat pemandangan kota New York di malam hari yang sangat indah sekali.
Aku tak mengedipkan mataku melihat pemandangan di luar. Sampai-sampai Mark harus memegangiku.
“Sayang, ayo duduk. Nanti kau jatuh.“
“Mark, pemandangannya sangat indah sekali dari sini. Terima kasih sudah mengajakku kemari.“
“Apapun akan aku lakukan asalkan aku bisa melihat senyumanmu setiap hari, Dilla.“
“Terima kasih banyak untuk semuanya, Mark.“ aku mengecup pipinya.
Namun Mark langsung menangkup kedua pipiku. Lalu ia mencium bibirku dengan sangat lembut. Bibirnya membuka bibirku untuk memberikan akses lidahnya memasuki mulutku.
Bibir kami saling berpagutan selama kincir berputar. Barulah kami saling melepaskan bibir kami setelah kincir berhenti berputar.
Sebelum mengantarkan aku pulang ke apartemen Mark mengajakku ke sebuah restoran untuk makan malam bersama. Setelah makan malam barulah kami pulang.
***
Memiliki seorang kekasih selebritis, aku tak pernah mengharapkanya. Mengingat pekerjaanku sebagai seorang secret agent dan sangat beresiko sekali.
Tapi sekarang kekasihku adalah seorang aktor tampan. Gale Morgan Harold III, ya dia adalah kekasihku.
Kami berkenalan ketika aku, Asya dan Lila di tugaskan untuk mengamankan sebuah perhelatan akbar di Steples Center beberapa minggu yang lalu.
Perkenalan kami terus berlanjut sampai pada akhirnya kami memutuskan untuk serius menjalin sebuah hubangan.
Dan hari ini aku berencana untuk mengunjungi apartemen milik Gale. Aku akan menyiapkan makan malam untuknya. Aku ingin memberika kejutan kepada kekasihku tercinta.
Siang itu setelah berbelanja beberapa bahan makanan yang kuperluan aku langsung bergegas menuju ke apartemen milik Gale.
Ketika sedang sibuk membongkar belajaan di dapur. Aku mendengar mesin fax menyala, aku buru-buru pergi ke ruang depan untuk melihatnya.
Aku benar-benar kaget ketika membaca pesan yang tertulis di atas kertas fax itu. Ya Tuhan, Gale sedang berada dalam bahaya saat ini. Aku segera melipat kertas itu lalu memasukannya ke dalam saku celanaku.
Lalu aku bergegas kembali ke dapur untuk melanjutkan kembali pekerjaan yang tadi sempat terhenti. Pikiranku benar-benar kacau karena surat ancaman yang di tujukan kepada kekasihku ini.
Aku harus melakukan sesuatu. Aku harus bisa menangkap orang yang telah mengirimi Gale surat ancaman ini. Bagaimanapun caranya, aku harus menemukannya.
eeciiiee…suit suit…
BalasHapusMark Asya lg ke dufan tnyata haha
Tnyata Mark penakut ya tp pura2 berani wkwkwk.
giliran naik kincir raksasa berani deh pk nyosor2 segala ckckck
:Dv
Ooh…pcrnya Dhee tnyata Gale :*
tp blm apa2 hrs jagain Gale nih ckck. kebalik nih.
gpp demi pcr tercinta rela berkorban #eeaa
^^
next chapter semoga lancar sist :*
Ohh, kesana perginya kirain kmana hhaha.
BalasHapushmm Mark sm gak berani buka mata gitu.
ehh pas naik kincir raksasa, Asya yg gak bisa buka mata soalnya disosor sm Mark.
bener2 soang deh cwok2 disini yaa :D
Dhee, udh mau selametin gale aja, ckckck
kbalik gak sih :D