Jumat, 11 Januari 2013

CHAPTER 5

“Tidak Gale.“

“Ayolah Lana, kumohon. Kau mau kan pergi bersamaku besok malam?“

“Tidak, apakah kau tidak mengerti maksudku. Kau benar-benar aneh, belum 24 jam kita berkenalan tapi kau sudah mengajakku untuk pergi berkencan.“

“Karena aku jatuh hati padamu saat pertama kali aku melihatmu, Lana.“

“Terserah kau sajalah. Aku sangat lelah sekali hari ini.“

Aku berniat untuk meninggalkannya sendiri. Namun tiba-tiba saja Gale menarik tubuhku merapat ke tubuhnya. Lalu ia langsung mengunci bibirku.
Aku mendorong tubuhnya agar menjauh, tapi pelukannya semakin kuat. Bahkan ciumannya menjadi semakin intens. Aku akan mati karena kekurangan oksigen.

Dan akhirnya Gale melepaskan ciumannya, “Kau bisa merasakan perasaanku kan, Lana?“ Aku hanya terdiam dengan wajah yang memerah.

“Sudahlah Gale. Biarkan aku pergi, aku sangat lelah sekali.“

“Lana aku mohon.“

Aku benar-benar mulai jengkel, bagaimana bisa ada pria yang menjengkelkan seperti ini, “Baiklah, aku akan menerima ajakanmu.“

“Bagus sekali, ummm bolehkah aku meminta nomor ponselmu?“

Aku menarik nafas dalam-dalam lalu memberikan kartu nama samaranku pada Gale.

“Kalau begitu aku pergi. Teman-temanku sudah menunggu. Selamat malam Gale.“

“Hati-hati, aku akan menghubungimu nanti.“

Jangan senyum seperti itu padaku Gale. Karena kau bisa meruntuhkan pertahananku.

Aku langsung menghampiri Lila yang sedang menungguku bersama Lou.

“Wah, sepertinya ada yang sedanf jatuh cinta.“

“Berisik Lou, jangan mengejekku.“

“Iya juga tidak apa-apa,Dhee. Sepertinya pria itu sangat baik dan sangat tergila-gila padamu.“

“Lila tutup mulutmu.“ wajahku mulai terasa panas.

“Maafkan aku Dhee, ayo kita lihat keadaan Asya.“

Lalu kami pergi menuju ke ambulan. Untuk melihat keadaan Asya yang tadi tertembak. Ketika kami sampai disana ada pria yang di selamatkan oleh Asya.

***

Aku benar-benar tak menyangka bahwa aku akan terluka seperti ini. Dan ini semua gara-gara pria itu. Mark benar-benar membuatku tidak bisa fokus.

Aku melihat Mark yang sedang berdiri di depan panggung. Tiba-tiba aku melihat salah satu dari teroris itu mengarahkan tembakannya ke Mark. Sontak aku langsung berteriak memanggilnya.
Namun entah apa yang sedang dipikirkannya. Ia bukannya menghindar atau berlindung. Reflek aku langsung melompat, menabrakan tubuhku padanya. Dan akhirny peluru itu mengenai lenganku.

Lamunanku buyar ketika Mark mengunci bibirku dengan tiba-tiba.
“Maafkan atas kelanganku, Dilla.“ Aku hanya terdiam dengan wajah yang sudah bisa aku pastikan sangat merah.

Lalu Dhee, Lila dan Lou datang. Ini kesempatanku untuk menyuruh Mark pulang. Entah mengapa ciuman Mark membuatku degdegan dan rasa panas dari bibirnya itu masih terasa di bibirku.

“Mark, sebaiknya kau pulang. Teman-temanku sudah datang.“

“Biarkan aku merawatmu, Dilla. Kau terluka karena menyelamatkanku.“

“Aku sudah tidak apa-apa, Mark. Sebaiknya kau segera pulang.“

“Baiklah, aku akan segera pulang. Bolehkah aku meminta kartu namamu?“

Aku merogoh saku celanaku, mengeluarkan kartu nama dan memberikannya pada Mark, “Ini kartu namaku, Mark.“

“Terima kasih, Dilla. Bolehkah aku menghubungimu nanti?“

“Ya, tentu saja.“

Mark tersenyum, lalu pergi meninggalkanku. Sedangkan Lila, Dhee dan Lou sedang tertawa cekikikan.

“Hei, apa yang sedang kalian tertawakan?“

“Sepertinya di tugas kali ini kalian bertiga menemukan pasangan, ya.“

“Benar, Lou. Asya dan Dhee sepertinya sedang jatuh cinta.“

“Berisik Lila, kau sendiri besok akan berkencan dengan Brad, kan.“

“Kau dan Brad akan berkencan? Akhirnya kau mau membuka hatimu juga Lila.“

“Jangan dengarkan ucapan Dhee, Sya. Aku tidak berkencan dengan Brad atau siapapun, besok kami hanya makan siang bersama saja.“

“Siapa pria tadi Sya? Sepertinya pria tadi jatuh cinta padamu dan sepertinya kau juga jatuh cinta padanya.“

“Aku tidak mau menjawab pertanyaanmu, Dhee.“

“Kami sudah tau jawabannya, Sya. Wajahmu merah seperti kepiting rebus.“

“Lila....“ aku memelototinya.

2 komentar:

  1. whooaa…dlm semlm tiga2nya disosor ckckck

    Tp Dhee plg parah tuh, 2x disosor Gale smpe kekurangan oksigen :O ckckck
    ><

    Asya biar ketembak jg dpt hadiah sosoran dr Mark #piiss
    :Dv

    next chapter jgn lama2 sist :*

    BalasHapus
  2. jiaahh.. Sosor2an deh ini jdinya.
    ckckckck
    Gale tuh nyosornya mau dua kali sm Dhee, slalu mau lebih :D

    Lumayan juga itu buat ngilangin rasa sakit, Mark nyosor2 :*


    makin keren in i ceritanya, lanjut kak :*

    BalasHapus