Ya Tuhan semua ini benar-benar membuatku pusing. Hal pertama yang harus di lakukan adalah mengetahui alat yang di gunakan untuk meledakkan bomnya.
“Sudah-sudah kalian berdua jangan terlalu banyak berpikir. Kita bisa memecahkan semua ini bersama-sama.“
“Gale benar sayang, ingat kesehatanmu belum pulih sepenuhnya. Aku tidak ingin kau sakit.“
“Sebaiknya kita keluar saja dari sini dan kita mulai bekerja. Ingat Lou mengandalkan kita bertiga.“
“Aku kaget mengetahui kalian bertiga adalah agent rahasia yang sering dibicarakan oleh para agent rahasia di seluruh dunia. Aku juga sempat mendengar bahwa ketiga agent rahasia yang di miliki departemen ini adalah wanita dan mereka sangat cantik sekali. Sayangnya tak banyak yang tahu wajahnya seperti apa.“
“Sayang, semua yang kau dengarkan di luar sana terlalu berlebihan. Ayo kita keluar, rapat ini membuatku sangat lapar sekali.“
Lalu kami keluar dari ruang pertemuan dan menuju ke kantin untuk makan siang. Sejak hari itu kami semua sibuk menyiapkan berbagai hal.
Hari ini kami semua sedang berada di Washington DC untuk mengadakan pertemuan dengan para agent rahasia yang berasal dari berbagai negara.
Aku, Lou, Asya dan Lila duduk di kursi depan yang langsung menghadap para agent rahasia yang hadir dan ada seorang lagi agent rahasia wanita yang bernama Olivia. Dan kami bertiga serta Olivia menjadi pusat perhatian para agent rahasia yang notabenenya pria semuanya.
Asya berbisik padaku, “Dhee, aku merasa tidak nyaman duduk disini.“
“Aku juga sama Sya. Para pria itu menatap kita dengan tatapan kelaparan.“
Tiba-tiba Olivia menyela, “Bersabarlah, wajar saja jika kalian membuat mereka penasaran. Karena ternyata kalian memang gadis yang sangat cantik. Semua yang di ceritakan oleh Lou ternyata benar.“
“Gadis-gadis, pertemuan akan segera di mulai. Teruskan bergosipnya nanti ketika jam makan siang.“
“Kami tidak bergosip Lou. Hanya berkenalan dengan Olivia saja.“ aku tersenyum sambil mengedipkan sebelah mataku kepada Lou.
Rapat kali ini kami membahas banyak hal. Salah satunya adalah pembagian tugas. Para agent rahasia yang memiliki keahlian menjinakkan bom akan di pimpin oleh Lila. Dan aku akan memimpin para agent yang ahli dalam bidang IT. Begitupun dengan Asya dengan keahliannya dalam persenjataan.
Makan siang pun tiba, belum ada perubahan pada sikap Lila. Karena Lila yang bersikap dingin itulah sempat membuat Zac uring-uringan. Aku mendengar dari Gale bahwa ada seorang agent yg terus membicarakan Lila, bahkan agent itu bilang ingin sekali merasakan bercinta dengan Lila.
Tentu saja Zac emosi bahkan hampir memukul agent itu. Untung saja Gale menahannya, lalu Zac menunjukan cincin pertunangannya dengan Lila.
Padahal aku tahu bahwa Zac dan Lila belum bertunangan. Setelah makan siang kami kembali ke ruang rapat.
Namun kali ini kami berunding dengan tim masing-masing di ruangan yang berbeda-beda.
Ketika sedang berunding aku menatap satu persatu wajah anggota timku. Mataku langsung terpaku pada seorang pria. Ia sangat tampan, tatapan matanya juga sangat tajam.
Ternyara pria itu bernama Adam Pitts, dia adalah seorang agent rahasia yang berasal dari London.
Ya Tuhan, tatapan mata dan senyumannya membuat badanku panas dan seperti terkena aliran listrik. Dadaku bergemuruh.
Aku langsung menggeleng-gelengkan kepalaku. Berusaha untuk mengeluarkan pikiran itu dalam kepalaku.
Aku tidak boleh tertarik apalagi jika sampai jatuh cinta kepadanya. Itu tidak boleh. Aku sudah memiliki Gale di sampingku. Dia sangat mencintaiku dan aku juga sangat mencintainya.
Tiba-tiba suara Adam membuyarkan lamunanku, “Kau tidak apa-apa, Dhee?“
“Ah, maafkan aku Adam. Aku tidak apa-apa, sebaiknya kita lanjutkan lagi rapatnya.“
Rapat berakhir pada pukul delapan malam. Kami semua pulang ke apartemen kami yang berada di Washington DC. Yang ada di apartemen hanya aku dan Asya. Karena sekarang Lila tinggal bersama Zac.
Di New York pun Lila sudah pindah ke apartemen milik Zac. Karena Zac dan Lila memutuskan untuk menikah setelah semua ini berakhir.
Aku dan Asya cukup kaget ketika mendengar hal ini. Aku saja belum berani mengambil keputusan seperti yang di lakukan oleh Lila dan Zac. Malam itu aku dan Asya sedang berbincang-bincang di ruang TV.
“Sepi ya Dhee, rasanya tak percaya bahwa Lila akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Zac.“
“Kau benar Sya, meskipun syok kita harus ikut berbahagia untuknya.“
“Aku belum memiliki pemikiran kesana. Aku tidak tahu hubunganku dengan Mark akan mengarah kemana.“
“Bersabarlah Sya, yakinlah bahwa Mark juga sama sepertimu saat ini. Oh iya, di timku ada seorang agent yang sangat tampan Sya. Namanya Adam di berasal dari London.“
“Aku juga sama Dhee, namanya Nicky Bryne. Namun ia lebih suka di panggil Nico, dia juga tampan dan berasal dari London. Tatapannya membuatku takut Dhee.“
“Kau takut jatuh cinta kepadanya? Begitu juga denganku, Sya.“
Ketika sedang asyik mengobrol tiba-tiba Lila menelepon. Dari suaranya dia terdengar sangat panik sekali. Dan aku sangat yakin sekali bahwa terjadi sesuatu. Jika tidak Lila tidak mungkin akan sepanik ini.
komentarin tampilan blognya yg baru dulu…
BalasHapuskeren apalagi ada gambar cwek2 pegang pistol
tapi knp item ya latarnya?
Para agent dari seluruh dunia udah datang dan
Adam juga udah muncul nih…hmm…
Tutup mata biar ga tergoda ><
Tambh seru nih ceritanya, tegang tunggu
hari H nya…
lanjut lanjut sist :)
Makin seru ini perkembangannya. Makin sibuk aja ya.
BalasHapusRapatpun sama agent luar juga.
Kyknya Asya, Lila, sm Dhee jadi selebriti deh dikalangan agent :D
Abisnya udh terkenal gitu. ckckckk
Yg sabar ya Zac, Gale, sm Mark pacar2nya dipelototin sama agent yang lain.
Ini bikin Galau beneran deh
Nico sm Adam muncul disini.
Dhee sih enak ada Gale yg jagain.
Lah Asya sendiri menghadapi tatapan mematikan dari Nico.
Kacau ini kacau.
Pake acara seteam lgi sm Nico :D
Makin Galau lagi pas denger Lila mau nikah.
hmm, nasib hubungan Asya sm Mark blm jelas mau kemana.
lanjut deh lanjut :*