Aku sedang bersiap-siap di kamarku ketika Lila dan Asya masuk.
"Wah, Dhee kau kelihatan sexy dengan kaos dan celana pendekmu itu"
"Jangan meledekku Sya"
"Kau akan pergi dengan Gale?"
"Iya La. Gale mengajakku ke pantai"
Yah, hari sabtu ini aku akan pergi bersama Gale. Kesibukanku menyelesaikan kasus selama beberapa minggu membuat kami tidak bisa bertemu. Dan hari ini kami akan menghabiskan waktu bersama sebelum ia pergi ke California besok selama beberapa hari.
"Apa rencana kalian hari ini?"
"Sepertinya kami hanya akan berada di apartemen saja Dhee. Mark sedang sibuk hari ini"
"Dan Zac, kau tahu kan kalau Lou memberinya tugas?"
"Hei, kalian ikut saja ke pantai bersama kami"
"Dan melihat kau dan Gale bermesraan? No way Dhee" kata Lila sambil tertawa geli. Aku menekuk mulutku sedangkan Lila serta Asya malah semakin tertawa melihatku.
Suara bell pintu membuatku segera turun diikuti oleh Lila dan Asya. Sepertinya itu Gale. Aku lsg menuju pintu dan membukanya.
"Hai sayang" Aku langsung memeluk dan mencium pipinya. Ya Tuhan, dia sangat tampan dan aku sudah sangat merindukannya.
"Wow…you're so hot. Sepertinya aku harus membawamu ke apartemenku saja sayang"
"Gale…" Aku melotot ke arahnya sedangkan Lila dan Asya tertawa geli mendengar ucapan Gale."Sebaiknya kita pergi sekarang sebelum aku berubah pikiran" ancamku pada Gale.
"Oke…oke sayang. Ayo kita pergi sekarang"
"Bye Ara, bye Dilla" aku dan Gale melambaikan tangan kearah mereka.
"Bye Lana, bye Gale. Have fun"
Sesampainya di pantai, kami pun langsung berjalan-jalan ditepi pantai. Kehadiran Gale dan udara yang sejuk membuatku nyaman dan rileks. Walau terkadang ada saja penggemar yang ingin berfoto bersamanya tapi itu tidak mengganggu kami. Tapi aku harus lebih menahan diriku yang siap meledak setiap kali melihat mereka tanpa ragu memeluk dan mencium pipinya. Setelah mereka pergi Gale akan langsung menghampiri dan memelukku.
Ketika aku dan Gale sedang asyik bercengkrama, aku melihat seorang wanita yang sedang memegang kamera dan mengarahkannya ke arah kami.
Tadinya aku tidak peduli mungkin saja dia hanya pengunjung yang sedang memotret pantai. Tapi naluriku sebagai agent berkata lain, sepertinya wanita itu memang sedang memperhatikan Gale.
Aku memancingnya dan ingin membuktikan kecurigaanku. Lalu aku mendorong tubuh Gale ke depan hingga dia jatuh terduduk dan aku pastikan wanita itu memang benar-benar sedang memperhatikan gerak-gerik Gale.
"Lana, apa yang kau lakukan? kenapa kau mendorongku?"
"Maafkan aku sayang. Tadi aku melihat kepiting didekat kakimu karena itu aku mendorongmu agar dia tidak mencapitmu"
Aku mengulurkan tanganku dan membantunya berdiri. Aku berusaha menahan tawa melihatnya cemberut.
"Jangan mentertawakanku sayang atau kau akan menerima akibatnya"
"Maafkan aku…". Tapi aku tidak bisa lagi menahan tawaku.
Gale langsung menarik tubuhku hingga menempel ke tubuhnya lalu mencium bibirku dengan sangat intens.
Diam-diam aku memperhatikan wanita itu yang terlihat sangat marah melihat kami. Sialan, dia cukup cantik dan sexy.
Dan aku tidak mau membuang kesempatan bagus ini. Aku langsung mengalungkan tanganku dileher Gale sambil membalas ciumannya dan memposisikan jari tanganku yang memakai cincin berkamera untuk memotret wanita itu. Aku ingin menyelidiki siapa dia sebenarnya. Aku tidak ingin kejadian penculikan itu terjadi lagi terhadap Gale.
Kami berciuman cukup lama hingga akhirnya wanita itupun pergi dengan wajah memerah menahan marah. Aku segera melepaskan diri dari pelukannya. Pandangannya berkabut dan menatapku dengan sangat bergairah.
Tidak, aku harus mengalihkan perhatiannya karena aku harus segera mengirimkan foto ini pada Asya dan Lila. Mereka pasti bisa membantuku mencari informasi tentang wanita ini.
"Gale, aku sangat lapar. Bagaimana kalau kita makan di cafe seberang itu?"
"Kenapa tidak ke apartemenku saja sayang. Kita bisa memesan makanan dari sana"
"Aku lapar sekali Gale. Lagipula aku ingin menikmati sunset, please?"
"Baiklah sayang. Aku tidak mau melihatmu kelaparan. Ayo"
Kamipun berjalan menuju cafe dan ketika sedang menunggu makanan, akupun pergi ke toilet. Di dalam toilet, aku langsung mentransfer foto tadi ke dalam ponselku dan mengirimkannya ke Lila. Lalu akupun mengirimkan pesan text kepada Lila dan Asya agar mereka mencari info tentang wanita itu. Setelah mendapatkan jawaban aku pun keluar dan menuju tempat duduk kami.
Selama menunggu informasi dari Lila dan Asya, aku menjadi gelisah. Semoga saja wanita itu tidak berbahaya, aku tidak ingin terjadi apa-apa pada kekasihku.
"Hei, kau belum menyentuh makananmu Lana. Ada apa? Kau sakit? atau kau sedang memikirkan sesuatu?". Rupanya Gale menangkap kegelisahanku.
Hahhaa, sabar dhee sabar..
BalasHapusPacaran sm selebriti emg gitu :D
itu Gale, kata2nya vulgar bgt yaa.
Bikin Dhee jdi salah tingkah :p
eh, ada yg mau dicapit kepiting tuh..
Ada, ada aja nih.
Yg ada Dhee dicapit Gale :D
woaahh, siapa cwek itu ya??
Pemuja rahasia kah??
Penasaran ini..
Lnjut2 sistaa.
Naluri secret agentnya kuat bgt :D
Buset gale to the point banget ya...
BalasHapusdari pas masih di apartemen sampe di pantai bawaannya pengen bawa dhee ke apartemen aja deh..
hayoo mau main jepit2an ya xD #ehh
Waduh sapa tu cewek??
Pasti fans yang maniak itu tuh..
kemaren mafia eh sekarang fansnya yang gila...
gale gale kamu tuh ada2 aja deh..
untung ceweknya salah satu secret agent terbaik.
Jadi instingnya kuat banget tuh klo ada hal2 yang gk baik dab orang jahat yang lagi berkeliaran...
sabar ya dhee kali2 jadi penjaganya gale..
too shorty but berhasil bikin aku penasaran..
good job sist...
semoga chapter selanjutnya gk lama2 di postingnya dan agak panjangan dari yang ini sih...
hehehehe xD
next chapter please :*