Aku membasuh wajahku. Dinginnya air membuat hatiku menjadi dingin dan sedikit merasa tenang.
Aku mencubit kedua pipiku berharap agar bisa memunculkan rona merah di wajahku yang pucat seperti mayat ini. Setelah merasa lebih baik aku bergegas keluar dari toilet.
Ketika keluar dari toilet aku berpapasan dengan Liza. Dia agak terkejut melihatku sambil menundukkan kepalanya. Sedangkan aku mendongkakkan kepalaku dan pergi dari sana sambil mengacuhkannya.
Aku ingin membuktikan padanya bahwa aku sudah tidak peduli lagi. Aku baik-baik saja dengan semuanya.
Hari itu aku habiskan tanpa melakukan apapun. Aku hanya memandangi berkas-berkas yang berserakan di atas meja kerjaku.
Aku pulang ke apartemen bersama Dhee, karena Asya akan pergi bersama Mark.
Sesampainya di apartemen aku langsung mandi setelah itu turun ke dapur untuk makan. Lalu aku mendapati Dhee yang sedang makan di mini bar.
“Makan, La.“
“Aku memang mau makan, Dhee. Oh iya, Asya belum pulang?“
“Belum, La. Biasalah orang yang sedang kasmaran memang seperti itu.“
“Kau juga sama saja Dhee.“ aku tertawa.
“Hehehe, lalu maukah kau menceritakan padaku apa yang terjadi denganmu dan Brad?“
Aku mengambil salad dan segelas jus jeruk lalu duduk di depan Dhee. Aku menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Dhee.
“Aku dan Brad sudah putus, Dhee.“
“Kalian putus? Bagaimana bisa, La?“
“Brad mengkhianatiku.“ aku menjawab pertanyaannya sambil tersenyum.
“Brad mengkhianatimu?“
“Iya Dhee, dua hari setelah kita menyelematkan Gale. Aku pergi mengunjungi apartemennya. Brad memberiku kunci cadangannya, tapi hari itu ternyata pintu tidak terkunci. Jadi aku langsung masuk saja karena aku yakin Brad ada di apartemen. Tapi...“ aku menghentikan ceritaku.
“Tapi apa, La? Brad ada di sana, kan?“
“Brad memang ada di apartemennya Dhee, tapi dia tidak sendiri. Aku memergoki Brad sedang bercinta dengan Liza di kamarnya.“ suaraku terbata-bata sambil menahan air mataku.
“Apa? Brad bercinta dengan Liza?“
“Iya Dhee, dengan Liza orang yang bekerja di fron office itu.“
“Ya Tuhan, aku benar-benar tidak menyangka bahwa Brad bisa melakukan hal yang seperti itu. Kau yang sabar ya, La.“
“Aku sudah tidak apa-apa, Dhee. Tak ada gunanya aku terus merasa sakit karena perbuatan Brad dan Liza.“
“Jadi hari itu juga kau memutuskan hubungan dengan Brad?“
Aku mengangguk pelan, “Iya Dhee, aku tidak bisa memaafkannya. Seberapa keras dia berusaha untuk menjelaskannya, ia tetap takkan bisa mengubah pendirianku.“
“Ya sudahlah, lagipula masih banyakkan pria yang mengejarmu seperti penyanyi itu. Siapa ya namanya ummm... Kyle. Sepertinya Kyle menyukaimu, La.“
“Aku dan Kyle memang dekat. Tapi hubungan kami hanya sebatas teman, Dhee. Aku masih belum siap untuk menjalin sebuah hubungan lagi dengan seorang pria, Dhee.“
“Aku sangat mengerti, La. Oh iya, hari Minggu nanti bagaimana jika kita pergi berjalan-jalan bertiga.“
“Maaf Dhee, aku tidak bisa. Aku akan mengikuti balapan Nascar di Daytona Speedway Circuit.“
“Kau mau kembali balapan lagi?“ suara Dhee terdengar kaget.
“Ya, aku sangat merindukannya Dhee. Berpacu dengan kecepatan penuh di lintasan. Aku sangat merindukan perasaan itu, Dhee.“
“Tapi La...“
“Aku akan baik-baik saja. Percayalah padaku, aku tidak akan ceroboh lagi seperti waktu itu.“
“Bolehkah aku dan Gale datang untuk melihatmu?“
“Tentu saja, Dhee. Aku akan sangat senang sekali jika kau dan Asya hadir di sana.“
Pembicaraan seputar dunia balap memang membuatku sangat bersemangat. Membuatku melupakan rasa sakit yang disebabkan oleh Brad.
Karena sejak hari itu aku sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang aku butuhkan untuk balapan nanti. Sudah beberapa hari aku berada di Florida untuk melakukan berbagai persiapan dengan timku.
Sedangkan Asya dan akan datang ke Florida pada hari Sabtu bersama kekasih mereka berdua Mark dan Gale. .
Siang itu aku sedang berada di paddock melihat tim mekanikku menyiapkan mobil yang akan aku pakai pada hari Minggu. Karena bosan aku memutuskan untuk berjalan-jalan di luar sambil melihat keadaan di sekitar sirkuit yang sedang sibuk.
Banyak sekari para pembalap yang berada di sana. Aku menikmati suasana di sana, berjalan-jalan sambil memperhatikan orang-orang di sana.
Saking asyiknya aku sampai tidak memperhatikan jalan. Sampai-sampai aku bertabrakan dengan seorang pria.
Brughh... Aku terjatuh.
“Aww... Sakit sekali.“
“Hei kau tidak apa-apa?“ tanya seseorang yang mengulurkan tangannya padaku.
Dan tanpa ragu-ragu aku menyambut uluran tangannya itu. Dan orang itu membantuku untuk berdiri. Aku membersihkan pakainku, sebelum melihat wajah orang yang bertabrakan denganku tadi.
“Apakah kau terluka?“ suaranya kembali terdengar.
Aku menegakkan kepalaku dan memandang pria yang berada di hadapanku ini. Ya Tuhan, ia sangat tampan sekali, matanya yang berwarna abu-abu itu sangat indah sekali.
“Nona, kau tidak apa-apa?“
Aku tersadar dari kekegumanku dan menjawab pertanyaannya, “Ah, a-aku tidak apa-apa. Maaf aku tidak memperhatikan jalanku.“
“Tidak apa-apa, aku juga tadi sedang tidak memperhatikan jalanku. Apa yang sedang kau lakukan di sini?“ tanyanya heran.
“Aku sedang berjalan-jalan saja. Aku merasa bosan berada di paddock.“
Mendengar ucapanku pria itu mengerutkan keningnya, “Apa yang kau lakukan di tempat itu? Jangan bilang bahwa kau seorang pembalap.“
“Ummm, lihat saja besok. Kalau begitu aku permisi dulu.“
“Tunggu, kalau aku boleh tau siapa namamu?“
“Ara, panggil saja aku Ara. Permisi.“
Aku langsung pergi dari tempat itu. Karena aku tidak ingin ia melihat wajahku yang memerah karena di pandangi seperti itu oleh pria setampan dia.
Ya Tuhan, jantungku terus saja berdetak tak karuan seperti ini. Apakah aku jatuh cinta pada pria itu? Tidak... Tidak, aku tidak boleh jatuh cinta pada pria itu. Namanya saja aku tidak tahu, jadi bagaimana mungkin aku jatuh cinta padanya.
cie…cie
BalasHapusakhirnya Zac yg ditunggu2 muncul juga nih :3
siap mengejar cinta Lila…
^^
apa yg terjadi selanjutnya ya??? hhmmmm…
#mikirkeras
apa hothotpop akan segera terjadi??
hahaha
next chapter jgn lama2 ya sist
:-D
Ckckckck
BalasHapustrnyata Liza itu satu kantor sm Lila.
bener-bener tuh org.
ahh, Dhee kyk gak prnah kasmaran aja :D
Wahh, ada yang udh tabrakan sm cwok ganteng tuh.
baru ketemu aja udah degdegan tuh Lilanya.
gimana nanti2 yaa??
#mikir..
next Chapter ya sista :*