***
Sudah beberapa hari ini aku menjauh dan menghindari Brad. Di kantorpun aku tidak ingin berpapasannya.
Tapi Lou masih saja mempertemukan kami berdua dalam tugas yang sama. Namun aku tetap bersikap kooperatif dan profesional dalam pekerjaanku.
Meskipun Lou, Dhee dan Asya mulai melihat hubungan kami berdua yang renggang. Aku tetap menghindari pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan.
Siang itu aku sedang berada di meja kerjaku. Dhee sedang berada di mejaku dan mulai menginterogasiku.
“Lila, ayolah. Sebenarnya apa yang terjadi denganmu dan Brad.“
“Dhee, aku mohon jangan bertanya tentang dia padaku saat ini.“ Ketika aku beranjak dari kursiku Dhee menahan tanganku.
“Jangan pergi Lila, kumohon. Aku khawatir melihatmu seperti ini.“
“Aku baik-baik saja Dhee, aku masih bisa menyelesaikan tugas yang di berikan oleh Lou dengan baik.“
“Tidak.“ Dhee menarik lengan kiriku yang tertutup perban. “Jika kau mejalankan tugasmu dengan baik luka ini tidak akan ada, La. Aku tahu sekali bahwa kau tidak akan secoroboh itu dan membuatmu terluka.“
“Aku hanya sedikit lengah, Dhee.“
“Lengah adalah hal yang sangat tidak mungkin terjadi padamu, Lila.“
“Aku akan menceritakannya padamu tapi bukan di sini, Dhee.“
“Ya sudah, ceritakan semuanya padaku nanti di apartemen.“
“Aku mau ke toilet dulu, ya.“ Dhee mengangguk, lalu aku pergi dari ruanganku.
Aku berjalan menuju ke toilet dengan lunglai. Mungkin saat ini aku terlihat seperti mayat hidup.
Tiba-tiba Brad menghalangi jalanku.
“Lila kita harus bicara.“
“Tidak, kau dan aku sudah selesai Brad.“
“Kumohon beri aku kesempatan satu kali lagi, Lila. Aku akan menjelaskan semuanya.“
“Tidak!! Aku bukan tipe orang yang bisa memberikan kesempatan kedua. Bagiku kesalahan yang sudah kau lakukan tidak bisa aku maafkan.“
“Kau juga selalu pergi berdua dengan penyanyi itu.“
“Dengar baik-baik, Brad. Aku memang selalu pergi dengan Kyle. Tapi aku tidak bercinta atau tidur dengannya. Aku tidak sepertimu Brad. Kau dan Liza bercinta di tempat tidurmu.“
“Lila...“ Brad hendak menyentuhku.
“Tidak Brad, jangan coba-coba menyentuhku.“
“Lila....“
“Tidak, menyingkir dari hadapanku sekarang juga. Atau aku akan berteriak.“
“Baiklah Lila aku akan pergi. Asal kau tahu aku akan selalu mencintaimu.“
“Persetan dengan semuanya. Sekarang cepat pergi dari hadapanku.“ suaraku meninggi dan Brad pergi dari hadapanku.
Ketika Brad menghilang dari hadapanku, aku buru-buru pergi ke toilet.
Aku menatap pantulan wajahku di cermin. Seorang wanita berwajah sangat pucat dengan lingkaran berwarna hitam yang menghiasi kedua matanya.
Aku bergidik melihat pantulan wajahku di cermin. Pantas saja orang-orang menatapku dengan pandangan yang aneh.
Whooooooaaaaaaaaa :O :O :O
BalasHapusBrad tidur sama Liza????? :O :O
*Liza siapa yah
#mikirkeras ><
Brad selingkuh. knp ya itu bisa selingkuh?? :O
:O :O :O
*tembak Brad udh nyakitin hati Lila u.u
penasaran nih next chapter ada kasus apa lg ya itu.
ditunggu lanjutannya sist :*
haahhhh....
BalasHapusBrad cari gara2 nih sama Lila. Mau ditembak haah?? *todong Brad pake pistol.
Berani2nya pacaran sama Lila, tidur sm Liza. Ckckckck
*tembak Liza.
Kasian Lila, Asya sm Dhee udh enak tu ditandain sm pacar2nya.
Ehh Lila msih nyari siapa yg mau nandain :D
lanjut2 kak..
Mau tau deh siapa sih Liza itu, apa maunya dia..
Gak tau apa dia Lila siapa??
#sombong..
Next Chapter sista :*