Sekitar
10 menit aku didalam kamar mandi Mark memanggilku “ Dilla, pakaian gantimu ada
ditempat tidur, “
“
maksudnya??” aku berteriak dari dalam kamar mandi.
“aku
sudah menyuruh asistenku untuk mencarikan pakaian untukmu, segeralah keluar
sayang. Aku sudah sangat lapar..”
“
iya sayang...”
Tak
lama kemudian aku keluar dengan memakai jubah mandi milik Mark. Saat kulihat
atas ranjang Mark sudah ada sebuah gaun berwarna biru. Aku langsung memakainya,
ternyata ukurannya sangat pas denganku. Setelah selesai aku keluar dari kamar.
Saat
aku keluar, kulihat Mark sedang menonton televisi.
“baju
nya sangat pas dengan ukuranku Mark, terima kasih” kataku sambil duduk
didekatnya.
“kau
sangat cantik sayang..” katanya sambil membelai wajahku.
Aku
tersenyum mendengar ucapan Mark. Dan memegang tangannya.
“Maafkan
sikap yang membuatmu bingung, sayang” dia menatapku dalam
Aku
mengangguk “ Aku juga minta maaf karena
sudah marah-marah padamu..” jawabku
Mark
lalu menangkup wajahku dengan kedua tangannya.
“kau
tau, disaat mulut kecilmu ini memarahiku ingin sekali rasanya aku membuatnya
berhenti, apalagi disaat kau menggigit bibirmu tadi. Aku sangat ingin
mengigitnya”
Ucapan
Mark barusan membuat wajahku memanas, aku sangat yakin kalau wajahku sudah
sangat memerah karena malu. Aku mengalihkan pandanganku dari mata Mark yang
menyala-nyala menatapku.
“Dilla,
terimalah aku dengan segala kekuranganku..”
Lalu
Mark mendekatkan wajahnya dan mencium keningku lama, sedangkan aku memejamkan
mataku merasakan kecupan hangat dari Mark. Saat aku membuka mataku hidung Mark
sudah mengenai hidungku, nafasnya terasa hangat diwajahku.
“aku
sangat mencintaimu, sayang..”
Kemudian
dia langsung mendaratkan bibirnya dibibirku. Mark menciumku dengan lembut,
perlahan aku mulai membalas ciumannya dan disaat aku mulai membalas ciumannya.
Mark meremas pinggangku dan aku menggantungkan kedua tanganku ditengkuknya. Saat
itulah ciuman kami mulai liar dia mengecap semua bagian bibirku dan mengigit
bibir bawahku. Erangan-erangan kecil keluar dari mulutku saat Mark menggigit
bibirku. Setelah itu lidahnya langsung menerobos masuk kedalam mulutku dan menari-nari
bersama dengan lidahku. Ciuman kami berubah menjadi sangat panas. Dan nafasku
sudah terengah-engah karena kekurangan oksigen.
Mark
melepaskan ciumannya dan menatapku tajam.
“Dilla,
aku sangat menginginkanmu sayang..” katanya dengan nafas yang memburu.
Rasanya
tubuhku seperti disengat oleh listrik ribuan volt saat Mark mengatakan dia
menginginkanku. Aku bingung harus menjawab apa, tapi aku juga sangat
menginginkannya.
Mark
mengangkat wajahku yang tertunduk,
“aku
akan bercinta denganmu jika kau mau, aku takkan memaksamu..”
Aku
membalas tatapan mata Mark yang sejak tadi menyala-nyala, aku bisa merasakan
bagaimana keinginan Mark yang begitu besar terhadap diriku.
Dan
akhirnya aku mengangguk “ ya aku mau” jawabku pelan.
Mark
tersenyum kecil saat aku mengangguk mengiyakannya. Lalu dia mengangkat tubuhku
dan menggendongku. Dia kembali menciumi kening dan bibirku tanpa henti dan baru
melepaskan ciumannya saat kami sudah sampai dikamarnya.
Perlahan
Mark membaringkanku ditempat tidurnya, dan dia duduk disampingku sambil
membelai wajahku yang sudah dari tadi memanas karena ciuman-ciumannya.
“aku
akan melakukannya, jika kau mau sayang..”
Aku
mengangguk sambil membelai wajahnya. Lalu Mark membuka baju kemeja yang dipakainya
dan melemparkannya kelantai. Aku sangat kagum melihat keindahan tubuhnya,
otot-ototnya yang keras seperti dipahat. Senyuman diwajahnya sangatlah
menggairahkanku. Setelah itu dia langsung menindih tubuhku, dan mulai menciumi
bibirku, mengigit daun telingaku dan menciumi leherku dan turun kedadaku. Sedangkan
aku menyelipkan tanganku diantara rambutnya dan meremasnya perlahan sambil
mengerang menikmati kecupannya ditubuhku.
Mark
membelai punggungku, dan mulai membuka restleting gaunku dan menariknya
perlahan dari tubuhku hingga yang tersisa hanyalah bra dan celana dalamku.
“oh
Dilla, tubuhmu sangat indah..” Mark mengeram padaku. Dan dia kembali menindihku,
tangannya mengeksplorasi semua bagian tubuhku dan menandainya dibeberapa bagian.
Dia melepaskan bra dan celana dalam yang aku pakai, dan tangannya memainkan
puting payudaraku. Entah sudah berapa kali aku mengerang ketika Mark menyentuh
tubuhku, dan tiba-tiba Mark menghisap salah satu payudaraku dan itu membuatku
mendesah.
“Ahh,...”
“maafkan
aku sayang” jawabnya sambil menyeringai kepadaku.
Kami
berdua saling memandang, namun tiba-tiba saja tubuhku bergetar hebat. Aku rasa,
sesuatu akan segera meledak dari dalam diriku. aku kembali mengerang..
“Marrkk..
“ nafasku memburu..
Lalu
Mark berdiri, melepaskan celana jeans dan boxer yang dipakainya..
“sabar
sayang.. tunggu aku.”
Aku
berusaha untuk mengumpulkan kesadaranku, namun itu sangat sulit. Ku dengar
suara sobekan foil. Dan setelah itu Mark membuka kakiku lebih lebar dan menindih
tubuhku lagi..
“sayang
ini akan terasa sakit, tapi aku akan melakukannya dengan pelan. Berteriaklah jika
ingin berteriak..”
Tiba-tiba
dengan sekali gerakan menyentak, sesuatu yang keras telah memasuki diriku dan
merobek sesuatu yang ada didalam sana. Aku terpejam dan terpekik tertahan saat
miliknya sudah berada didalam diriku, tanganku mencengkram kuat bantal dan aku mengigit
bibirku karena sakit yang menjalar diseluruh tubuhku.
Kemudian
Mark mencium bibirku dan menyeka air mata yang jatuh disudut mataku.
“sakitnya
akan segera hilang sayang..”
Dan
perlahan miliknya terasa penuh didalam milikku, Mark mulai menggerakkan
tubuhnya. Rasa sakit yang tadi menjalar ditubuhku berubah menjadi rasa nikmat
yang membuatku ikut menyelaraskan gerakan ku dengan gerakan Mark.
Sesaat
setelah itu kami ambruk bersamaan, namun gelombang orgasme melandaku lagi
bersamaan dengan Mark. Mark tersenyum melihatku yang sudah tak berdaya karena
kenikmatan yang kurasakan dan dia mencium bibirku sekilas sambil mempercepat
gerakannya. Kemudian kami saling berpelukan erat sambil mengerang dan saling
meneriakkan nama masing-masing saat pelepasannya mencapai puncak.
Tubuh
Mark ambruk diatas tubuhku, nafasnya memburu. Dikecupnya keningku dengan hangat
dan mencium bibirku dengan lama. Setelah nafas kami kembali normal Mark mengeluarkan
miliknya dengan perlahan dan berbaring disampingku. Sedangkan aku masih
meringis kesakitan. Mark memiringkan tubuhku, meletakkan kepalaku dilengannya. Dia
mencium keningku lagi. Kulihat wajahnya berseri-seri dan keringatnya
bercucuran.
“Kau
tidak apa-apa kan sayang..” tanyanya sambil membelai wajahku.
“ntahlah
Mark. Sepertinya tidak apa-apa..”
“terima
kasih sayang. Kau milikku.. I love you, ”
“
I love you too, Mark” kataku sambil memejamkan mataku dan Mark mendekapku
hangat.
Ntah
berapa lama aku tertidur, belaian Mark dan bisikannya yang lembut membuatku
terjaga.
“sayang,
bangun..”
Perlahan
aku membukakan mataku,. Badanku masih lemas.
“ayo
bangun, aku sangat lapar..” katanya.
“aku
juga lapar Mark..”
Lalu
Mark mengangkat tubuhku, “ kita harus mandi sayang, badan kita sangat lengket..”
Aku
pun mengangguk, lalu Mark menggendongku kekamar mandi, kulirik ketempat tidur
ada noda darah disana. Aku bergidik melihatnya, itu darah keperawananku. Aku dan
Mark mandi bersama, saat mandi itulah aku melihat beberapa jejak kepemilikan yang
dibuat oleh Mark untukku.
Setelah
selesai mandi, aku dan Mark makan bersama. Ternyata percintaan tadi membuat
kami berdua lapar, selesai makan kami berdua menghabiskan waktu dengan menonton
film bersama. Selama menonton, tak jarang Mark mencium kening dan bibirku. Perlakuan
Mark kepadaku membuatku yakin bahwa dia sangat mencintaiku dan harus kuakui
juga kalau aku sangat mencintainya, saat ini dialah segala-galanya untukku. Dan
saat hari sudah beranjak malam, Mark mengantarkan ku pulang keapartemen..
Kipas mna kipas..
BalasHapusini dari awal smpe akhit tempetaturnya panas yak..
hahaha...
kyaknya yg nulis lagi tinggi bgt nih libidonya xD
good good semakin meningkat tulisan kmu Sya
This is hotter sista :*
Whoooaaa :O
BalasHapusMark si Raja bikin jejak is back :D
Mark sll basa basi dulu ya beda sm Gale yg lsg nyeruduk
hahaha ><
Bagus dpt hotnya nih :D
Langsung mandi aah
Author lagi mupeng bgt nih pas bikin wkwk
Next chapter ada yg jd korban lagi kah???
:D
Ditunggu next chapternya :*