Selasa, 22 Januari 2013

CHAPTER 14



Sekitar 10 menit aku didalam kamar mandi Mark memanggilku “ Dilla, pakaian gantimu ada ditempat tidur, “
“ maksudnya??” aku berteriak dari dalam kamar mandi.
“aku sudah menyuruh asistenku untuk mencarikan pakaian untukmu, segeralah keluar sayang. Aku sudah sangat lapar..”
“ iya sayang...”
Tak lama kemudian aku keluar dengan memakai jubah mandi milik Mark. Saat kulihat atas ranjang Mark sudah ada sebuah gaun berwarna biru. Aku langsung memakainya, ternyata ukurannya sangat pas denganku. Setelah selesai aku keluar dari kamar.

Saat aku keluar, kulihat Mark sedang menonton televisi.
“baju nya sangat pas dengan ukuranku Mark, terima kasih” kataku sambil duduk didekatnya.
“kau sangat cantik sayang..” katanya sambil membelai wajahku.
Aku tersenyum mendengar ucapan Mark. Dan memegang tangannya.
“Maafkan sikap yang membuatmu bingung, sayang” dia menatapku dalam
Aku mengangguk “ Aku juga minta maaf  karena sudah marah-marah padamu..” jawabku
Mark lalu menangkup wajahku dengan kedua tangannya.
“kau tau, disaat mulut kecilmu ini memarahiku ingin sekali rasanya aku membuatnya berhenti, apalagi disaat kau menggigit bibirmu tadi. Aku sangat ingin mengigitnya”
Ucapan Mark barusan membuat wajahku memanas, aku sangat yakin kalau wajahku sudah sangat memerah karena malu. Aku mengalihkan pandanganku dari mata Mark yang menyala-nyala menatapku.
“Dilla, terimalah aku dengan segala kekuranganku..”
Lalu Mark mendekatkan wajahnya dan mencium keningku lama, sedangkan aku memejamkan mataku merasakan kecupan hangat dari Mark. Saat aku membuka mataku hidung Mark sudah mengenai hidungku, nafasnya terasa hangat diwajahku.
“aku sangat mencintaimu, sayang..”
Kemudian dia langsung mendaratkan bibirnya dibibirku. Mark menciumku dengan lembut, perlahan aku mulai membalas ciumannya dan disaat aku mulai membalas ciumannya. Mark meremas pinggangku dan aku menggantungkan kedua tanganku ditengkuknya. Saat itulah ciuman kami mulai liar dia mengecap semua bagian bibirku dan mengigit bibir bawahku. Erangan-erangan kecil keluar dari mulutku saat Mark menggigit bibirku. Setelah itu lidahnya langsung menerobos masuk kedalam mulutku dan menari-nari bersama dengan lidahku. Ciuman kami berubah menjadi sangat panas. Dan nafasku sudah terengah-engah karena kekurangan oksigen.

Mark melepaskan ciumannya dan menatapku tajam.
“Dilla, aku sangat menginginkanmu sayang..” katanya dengan nafas yang memburu.
Rasanya tubuhku seperti disengat oleh listrik ribuan volt saat Mark mengatakan dia menginginkanku. Aku bingung harus menjawab apa, tapi aku juga sangat menginginkannya.
Mark mengangkat wajahku yang tertunduk,
“aku akan bercinta denganmu jika kau mau, aku takkan memaksamu..”
Aku membalas tatapan mata Mark yang sejak tadi menyala-nyala, aku bisa merasakan bagaimana keinginan Mark yang begitu besar terhadap diriku.
Dan akhirnya aku mengangguk “ ya aku mau” jawabku pelan.

Mark tersenyum kecil saat aku mengangguk mengiyakannya. Lalu dia mengangkat tubuhku dan menggendongku. Dia kembali menciumi kening dan bibirku tanpa henti dan baru melepaskan ciumannya saat kami sudah sampai dikamarnya.
Perlahan Mark membaringkanku ditempat tidurnya, dan dia duduk disampingku sambil membelai wajahku yang sudah dari tadi memanas karena ciuman-ciumannya.
“aku akan melakukannya, jika kau mau sayang..”
Aku mengangguk sambil membelai wajahnya. Lalu Mark membuka baju kemeja yang dipakainya dan melemparkannya kelantai. Aku sangat kagum melihat keindahan tubuhnya, otot-ototnya yang keras seperti dipahat. Senyuman diwajahnya sangatlah menggairahkanku. Setelah itu dia langsung menindih tubuhku, dan mulai menciumi bibirku, mengigit daun telingaku dan menciumi leherku dan turun kedadaku. Sedangkan aku menyelipkan tanganku diantara rambutnya dan meremasnya perlahan sambil mengerang menikmati kecupannya ditubuhku.
Mark membelai punggungku, dan mulai membuka restleting gaunku dan menariknya perlahan dari tubuhku hingga yang tersisa hanyalah bra dan celana dalamku.
“oh Dilla, tubuhmu sangat indah..” Mark mengeram padaku. Dan dia kembali menindihku, tangannya mengeksplorasi semua bagian tubuhku dan menandainya dibeberapa bagian. Dia melepaskan bra dan celana dalam yang aku pakai, dan tangannya memainkan puting payudaraku. Entah sudah berapa kali aku mengerang ketika Mark menyentuh tubuhku, dan tiba-tiba Mark menghisap salah satu payudaraku dan itu membuatku mendesah.
“Ahh,...”
“maafkan aku sayang” jawabnya sambil menyeringai kepadaku.
Kami berdua saling memandang, namun tiba-tiba saja tubuhku bergetar hebat. Aku rasa, sesuatu akan segera meledak dari dalam diriku. aku kembali mengerang..
“Marrkk.. “ nafasku memburu..
Lalu Mark berdiri, melepaskan celana jeans dan boxer yang dipakainya..
“sabar sayang.. tunggu aku.”
Aku berusaha untuk mengumpulkan kesadaranku, namun itu sangat sulit. Ku dengar suara sobekan foil. Dan setelah itu Mark membuka kakiku lebih lebar dan menindih tubuhku lagi..
“sayang ini akan terasa sakit, tapi aku akan melakukannya dengan pelan. Berteriaklah jika ingin berteriak..”

Tiba-tiba dengan sekali gerakan menyentak, sesuatu yang keras telah memasuki diriku dan merobek sesuatu yang ada didalam sana. Aku terpejam dan terpekik tertahan saat miliknya sudah berada didalam diriku, tanganku mencengkram kuat bantal dan aku mengigit bibirku karena sakit yang menjalar diseluruh tubuhku.
Kemudian Mark mencium bibirku dan menyeka air mata yang jatuh disudut mataku.
“sakitnya akan segera hilang sayang..”
Dan perlahan miliknya terasa penuh didalam milikku, Mark mulai menggerakkan tubuhnya. Rasa sakit yang tadi menjalar ditubuhku berubah menjadi rasa nikmat yang membuatku ikut menyelaraskan gerakan ku dengan gerakan Mark.

Sesaat setelah itu kami ambruk bersamaan, namun gelombang orgasme melandaku lagi bersamaan dengan Mark. Mark tersenyum melihatku yang sudah tak berdaya karena kenikmatan yang kurasakan dan dia mencium bibirku sekilas sambil mempercepat gerakannya. Kemudian kami saling berpelukan erat sambil mengerang dan saling meneriakkan nama masing-masing saat pelepasannya mencapai puncak.
Tubuh Mark ambruk diatas tubuhku, nafasnya memburu. Dikecupnya keningku dengan hangat dan mencium bibirku dengan lama. Setelah nafas kami kembali normal Mark mengeluarkan miliknya dengan perlahan dan berbaring disampingku. Sedangkan aku masih meringis kesakitan. Mark memiringkan tubuhku, meletakkan kepalaku dilengannya. Dia mencium keningku lagi. Kulihat wajahnya berseri-seri dan keringatnya bercucuran.
“Kau tidak apa-apa kan sayang..” tanyanya sambil membelai wajahku.
“ntahlah Mark. Sepertinya tidak apa-apa..”
“terima kasih sayang. Kau milikku.. I love you, ”
“ I love you too, Mark” kataku sambil memejamkan mataku dan Mark mendekapku hangat.

Ntah berapa lama aku tertidur, belaian Mark dan bisikannya yang lembut membuatku terjaga.
“sayang, bangun..”
Perlahan aku membukakan mataku,. Badanku masih lemas.
“ayo bangun, aku sangat lapar..” katanya.
“aku juga lapar Mark..”
Lalu Mark mengangkat tubuhku, “ kita harus mandi sayang, badan kita sangat lengket..”
Aku pun mengangguk, lalu Mark menggendongku kekamar mandi, kulirik ketempat tidur ada noda darah disana. Aku bergidik melihatnya, itu darah keperawananku. Aku dan Mark mandi bersama, saat mandi itulah aku melihat beberapa jejak kepemilikan yang dibuat oleh Mark untukku.

Setelah selesai mandi, aku dan Mark makan bersama. Ternyata percintaan tadi membuat kami berdua lapar, selesai makan kami berdua menghabiskan waktu dengan menonton film bersama. Selama menonton, tak jarang Mark mencium kening dan bibirku. Perlakuan Mark kepadaku membuatku yakin bahwa dia sangat mencintaiku dan harus kuakui juga kalau aku sangat mencintainya, saat ini dialah segala-galanya untukku. Dan saat hari sudah beranjak malam, Mark mengantarkan ku pulang keapartemen.. 

2 komentar:

  1. Kipas mna kipas..

    ini dari awal smpe akhit tempetaturnya panas yak..

    hahaha...

    kyaknya yg nulis lagi tinggi bgt nih libidonya xD


    good good semakin meningkat tulisan kmu Sya

    This is hotter sista :*

    BalasHapus
  2. Whoooaaa :O

    Mark si Raja bikin jejak is back :D

    Mark sll basa basi dulu ya beda sm Gale yg lsg nyeruduk
    hahaha ><

    Bagus dpt hotnya nih :D
    Langsung mandi aah

    Author lagi mupeng bgt nih pas bikin wkwk

    Next chapter ada yg jd korban lagi kah???
    :D

    Ditunggu next chapternya :*

    BalasHapus