Gale terus saja mengeksplorasi kedua payudaraku menggunakan tangan dan mulutnya. Membuat tubuhku bergetar semakin menggila.
“Gale...“ suaraku mendesah hampir tak terdengar.
Tapi Gale terus saja mengeksplorasi tubuhku. Lalu ia berdiri dan melepas semua pakaian yang melepat di tubuhnya.
Aku terkesiap melihat tubuhnya yang berotot dan terpahat dengan sempurna itu. Lalu ia meraih kedua pahaku dan memisahkannya.
Setelah itu aku mendengar seperti sebuah bungkusan foil yang disobek. Lalu ia merangkak di atas tubuhku dan memposisikan miliknya untuk memasuki pusat diriku yang sudah panas dan sangat basah.
Ketika kepalanya sudah mulai mendesak masuk. Tiba-tiba ponselku berbunyi. Tadinya aku tidak menggubrisnya tapi ponselku terus saja berbunyi.
Akhirnya aku mendorong tubuh Gale menjauh dari tubuhku. Lalu menutupi tubuhku dengan selimut dan meraih ponselku yang berada di meja samping. Aku melihat tiga buah panggilan dari Lila. Aku langsung menelepon balik Lila.
“Halo... Ada apa? Baiklah aku akan segera ke sana... Oke.“
Aku memutus telepon lalu lalu meraih pakaianku yang berserakan di atas lantai dan segera memakainya.
“Sayang kau mau kemana?“
“Aku harus pergi Gale.“
“Tapi...“
“Ada hal yang sangat penting Gale dan aku harus segera pergi dari sini.“ Akhirnya aku selesai memakai kembali semua pakaianku.
“Sayang...“
“Aku harus pergi Gale. Aku akan segera menghubungimu jika urusanku sudah selesai.“ Aku mengecup bibirnya, “I love you Gale. Aku pergi sekarang.“
Setelah memakai jaket dan mengambil ponselku aku langsung meninggalkan apartemen Gale dengan terburu-buru.
Dalam perjalanan menuju ke kantor aku teringat kejadian di apartemen Gale tadi. Wajahku langsung memanas dan memerah, aku merasakan perutku bergelung dan banyak kupu-kupu beterbangan.
Setelah setengah jam perjalan akhirnya aku sampai juga di kantor. Ternyata Lila dan Asya sudah berada di sana.
“Akhirnya kau datang juga, Dhee. Kau baik-baik saja, kan?“ Asya menyapaku.
“Maaf aku terlambat. Aku baik-baik saja, Sya.“
“Aku pikir kau demam Dhee, karena wajahmu memerah seperti...“ aku langsung memotong perkataan Lila.
“Aku baik-baik saja Lila, sungguh.“
“Oh, oke kalau begitu.“
Lalu aku, Asya, Lila dan Lou segera memulai rapat kami. Ada beberapa hal yang harus di evaluasi dari pekerjaan kami. Satu jam kemudian rapat selesai, aku, Asya dan Lila memutuskan untuk.minum kopi di kantin kantor.
“Tadi kau sedang berada dimana dan sedang apa? Mengapa tidak menjawab panggilanku.“
“Aku... Ummm sedang memasak, La.“
“Memasak? Dimana? Apakah tadi kau sedang bersama Gale?“
“Iya Sya, aku sedang memasak makanan untuk Gale.“
“Oh, sedang memasak aku pikir kau dan Gale sedang...“
“Kau pikir aku dan Gale sedang apa Lila?“
Lila membungkukkan badannya dan merendahkan suaranya, “Aku pikir kau dan Gale sedang bercinta.“
“Lila....“ aku langsung mencubit pipi Lila.
“Awww, sakit Dhee. Kau akan membuat pipiku jadi bengkak.“
“Kau ini bicara apa, sih?“
“Aduhh, sakit. Itukan hanya tebakanku saja.“ Aku langsung melepaskan cubitanku di pipi Lila, “Pipiku sakit sekali dan pasti memerah.“
“Maafkan aku, La.“
“Lagipula kenapa kau tiba-tiba marah padaku dan mencubit pipiku. Seolah-olah tadi kau sedang bercinta dengan Gale. Jika kau tidak melakukannya mengapa kau marah-marah padaku.“
“Maafkan aku Lila, sungguh aku hanya risih mendengar perkataanmu barusan.“ wajahku panas dan sudah memerah saat ini.
Keesokan harinya aku memutuskan untuk pergi ke apartemennya Gale. Aku berharap Gale ada disana.
Aku memasukan kunci ke lubang pintu, tapi ternyata pintunya tidak terkunci. Aku mencabut kuncinya dan mmasukan kunci ke dalam saku celanaku.
Aku membuka pintu apartemen perlahan-lahan. Jatungku seperti berhenti berdetak ketika melihat keadaan di dalam apartemen.
Apartemnya kosong dan sangat berantakan sekali. Seperti telah terjadi perkelahian di tempat ini. Aku mengeluarkan pistol dan mulai berkeliling memeriksa tiap ruangan.
Namun hasilnya nihil. Aku tidak bisa menemukan Gale dimanapun. Aku terduduk lemas di sofa ruang tamu. Tiba-tiba aku teringat dengan fax yang berisi ancaman untuk Gale kemarin.
Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku bisa lupa akan hal itu.
Aku langsung pergi meninggalkan apartemen Gale sambil menghubungi Lila dan Lou. Kami akan bertemu di kantor untuk melakukan penyelidikan terkait hilangnya Gale.
><
BalasHapusbnran mupeng deh tuh Gale sma Dhee heheh
Cubit Lila lagi ah udh gangguin jd bikin Dhee mupeng :Dv
Lupa kan tuh sm srt ancaman jd ketangkep deh Gale nya ><
Siap beraksi lg nih Lou's Angels nyelametin Gale
next chapter sist selalu always ditunggu
:*
hahhahaa..
BalasHapusMupeng tuh Gale sm Dhee, dikit lagi pdhal.
Lila, lila,. kmu tlp nya salah waktu laa :D
Nah tuh, Gale kmn??
Ngilang diculik, ato ngilang gara2 mupeng??
siap beraksi menyelamatkan Gale.
next Chapter ya sist :*