Minggu, 17 Februari 2013

CHAPTER 43


“Selamat datang Natasya sayang” aku langsung mencari sumber suara itu. Itu suara yang sangat aku kenali, yang sangat aku rindukan saat ini.
“Aku sudah lama menunggumu..” saat aku menoleh Kak Tian sedang duduk dipinggir tempat tidur diruangan itu.
“Kak....” aku langsung berlari memeluknya erat.
“Hey, apa kabar sayang..??” dia mencium kepalaku.
“Aku baik kak, sangat baik.. kak Tian??”
“Aku baik, maaf ya aku baru bisa menemui sekarang.”
Aku mengangguk, kemudian dia melepaskan pelukannya.
“Tadi kau bilang belum akan datang kak. Kau bohong yaa??.”
“Jangan salahkan aku Sya, ini ide calon suamimu. Dia yang ingin aku memberikan kejutan untukmu.”

Aku menoleh kearah Mark sambil menekuk wajahku. Sedangkan Mark tersenyum melihatku yang cemberut.
“Kejutan apalagi Mark, kau bisa membuatku gila..”
“Kau akan tahu nanti sayang. Ehm, aku keluar dulu ya, aku harus menemui mama dilobi.“
Aku mengangguk sambil memandangi Mark yang masih tersenyum.

Setelah Mark keluar, aku dan Kak Tian mengobrol bersama. Aku melepaskan semua kerinduanku padanya, setelah hampir setahun aku tidak bertemu dengannya. Kak Tian sebenarnya hanya kakak sepupuku, tapi sejak kedua orang tuaku meninggal saat aku berumur 10 tahun. Keluarganya yang mengasuhku hingga aku berumur 18 tahun. Kak Tian sudah menganggapku sebagai adik kandungnya sendiri, begitupun aku padanya.

***
Aku dan Kak Tian mengobrol hingga menjelang sore, barulah pada sore harinya Mark mengajakku melihat tempat  upacara pernikahan kami. Sesampainya ditempat itu, aku sangat kagum melihatnya, lokasinya tepat dipinggir pantai California yang sangat indah. Dan dapat kulihat seluruh persiapan hampir selesai. Aku hanya bisa menutup mulutku dengan kedua tanganku saat melihatnya, ini sangat indah. Mark benar-benar memberiku sebuah kejutan yang besar.

“Kau menyukainya??” katanya sambil melingkarkan tangannya dipinggangku dan mengecup keningku dengan lembut.
Aku mengangguk “terima kasih untuk semuanya Mark..”
“Ini tidak seberapa dengan kebahagiaan yang aku rasakan selama denganmu. Aku akan memberikan apapun yang bisa membahagiakanmu.”
“Kau berlebihan Mark..” jawabku sambil membelai wajahnya yang tampan.
“Aku serius dengan ucapanku Asya. Sekarang semua yang aku miliki adalah milikmu. Kau akan menjadi Mrs Feehily sebentar lagi.”
“Aku bingung bagaimana mengungkapkan semua kebahagiaanku ini. Tapi kau harus tahu Mark, aku sangat mencintaimu..” aku mencium bibirnya sekilas.
“Aku juga sangat mencintaimu, sayang..”

Lalu Mark memegang wajahku, dia mencium bibirku dengan lembut. Dan aku membalas ciumannya. Bibirnya mengecap semua bagian bibirku, saat mulutku terbuka lidahnya masuk kedalam mulutku dan lidah kami pun bertautan. Sesekali aku menggigit bibirnya dengan lembut. Seketika ciuman kami berubah menjadi panas dan mengairahkan. Nafas kami sudah terengah-engah karena kekurangan oksigen, lalu Mark melepaskan ciumannya.

“Aku sangat menginginkanmu. Bercintalah denganku sayang.” suaranya terdengar berat ditelingaku.
Aku menggeleng, “ tidak sampai kita menjadi resmi menikah..”
“Sayang, apa yang kau katakan?? Aku sangat merindukanmu” wajahnya terlihat kecewa mendengar jawabanku.
“Aku ingin bercinta denganmu saat kita sudah menjadi suami istri”
“Asyaa...”
“Aku ingin pulang Mark, aku sangat lelah. Oh iya, aku ingin tidur sendiri malam ini. Kau mengerti maksudku kan??” aku berjalan meninggalkannya.
“Bagaimana denganku sayang..??” tanyanya sambil mengacak-acak rambutnya.
“Kak Tian sendiri, atau kau pesan lagi kamar yang lain..”
“Kau membuatku gila yaa” katanya sambil berjalan mengiringi dari belakang.

Karena hari sudah mulai gelap, kami kembali kehotel. Sesampainya dihotel aku langsung mandi dan makan malam bersama. Setelah mengobrol sebentar aku memutuskan kembali kekamarku untuk beristirahat. Aku harus beristirahat dengan cukup malam ini karena aku yakin besok aku akan sangat sibuk.

***
Tak terasa hari ini adalah hari pernikahanku, sejak dari tadi pagi kami semua bersiap-siap. Karena memang acaranya yang akan dilaksanakan pada pukul 10 pagi ini. Setelah aku selesai berdandan, aku menatap diriku lekat-lekat dihadapan cermin. Hari ini aku akan menjadi istri Mark, lelaki yang sangat aku cintai. Aku sangat bahagia saat mengingatnya namun disamping itu, aku juga merasa sangat sedih. Seharusnya hari ini ada orang tuaku yang mendampingiku nanti, tapi itu tidak akan pernah terjadi. Hanya ada kak Tian dan tante Elizabeth, ibunya kak Tian yang akan mendampingiku.

Saat aku sedang bercermin Lila dan Dhee masuk kedalam kamarku, mereka terlihat sangat cantik. Aku tersenyum melihat mereka.
“Sya, kau cantik sekali..” Lila langsung memelukku.
“Terima kasih La” kalian juga sangat cantik.
“Sya, mengapa kau terlihat sedih?? Ada apa??.”
“Aku tidak apa-apa Dhee, aku hanya ingat kedua orang tuaku. Aku sangat berharap mereka ada disini mendampingku.” Jawabku terisak.
“Asya aku mengerti perasaanmu, kemarin aku juga merasa sedih karena Maa tidak ada bersamaku. Tapi aku ingat, kalau aku bersedih pasti Maa akan sedih juga. Jadi aku berusaha untuk kuat, aku yakin aku bisa melewati semuanya. Dan itu juga untukmu Sya, kau jangan pernah bersedih. Mereka akan bersedih melihat kau tidak bahagia dihari pernikahanmu” Lila menepuk pundakku.
“Iya Sya, Lila benar. Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untukmu. Kau jangan bersedih. Ingatlah Mark yang sangat mencintaimu, kami semua juga mencintaimu.”
Aku tertegun mendengar ucapan kedua sahabatku. Yang mereka katakan benar, aku tidak boleh bersedih. Ini hari yang sangat istimewa untukku. Air mataku turun tanpa bisa kutahan lagi. Cepat-cepat aku menghapusnya dengan tanganku.
“Jangan menangis, kau akan merusak semuanya.”
“Iya Dhee, aku hanya terharu. Terima kasih kalian sudah membuat hatiku sedikit tenang.”
Mereka tersenyum lalu memelukku.

Suara  seseorang berdehem membuat kedua sahabatmu melepaskan pelukannya.
“Waktunya sudah tiba sayang, kita tidak boleh terlambat” Kak Tian menghampiriku. Lalu dia mengulurkan tangannya padaku.
“Iya kak, aku sudah siap” jawabku sambil menggenggam erat tangannya.”
“Kau harus ingat apa yang telah aku katakan padamu semalam, aku tak ingin kau bersedih sayang.”
Aku mengangguk sambil menatapnya, lalu kami keluar dari kamar menuju ketempat upacara pernikahanku.
***
Aku dan kak Tian berjalan bergandengan diiringi oleh Lila dan Dhee dibelakangku. Kak Tian mengandeng tanganku erat, sepertinya dia dapat merasakan bahwa saat ini aku sangat gugup. Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya karena kulihat semua mata tertuju padaku, aku berusaha tetap tersenyum untuk menyembunyikan segala kegugupanku yang ada dalam diriku.

Saat aku memandang lurus kedepan, kulihat Mark berdiri gagah dengan memakai setelan tuxedo berwarna putih. Senyuman selalu menghiasi wajah tampannya, kegugupanku sedikit berkurang saat aku menatap mata birunya. Ya Tuhan, lancarkanlah semuanya..

Aku sudah sampai didekat Mark, kak Tian menyerahkan tanganku kepada Mark. Aku berdiri sejajar dihadapannya. Dan upacara yang sakral itupun dimulai.

***
Upacara pernikahan yang khidmat itu telah selesai dilakukan, sekarang aku telah resmi menjadi istri Mark Feehily. Ya aku Mrs Feehily sekarang, aku tersenyum saat mengucapkannya didalam hati.
Disekelilingku terlihat semua orang nampak bersuka cita saat pesta pernikahan dimulai. Aku bahagia jika semua orang berbahagia. Aku bersyukur sekali upacara pernikahanku tadi berjalan dengan lancar.

“Sayang, aku sangat bahagia akhirnya kau menjadi istriku.” Suara Mark membuyarkan lamunanku saat aku sedang memandangi orang-orang disekelilingku. Tangannya memeluk pinggangku, dan bibirnya mengecup keningku dengan lembut.
“Aku juga sangat bahagia sayang. Aku harap ini bukan mimpi, ini kenyataan..” jawabku sambil membenamkan wajahku kedadanya.
“Sya, ini bukan mimpi. Ini nyata untuk kita. Kau Mrs Feehily sekarang” Mark meyakinkanku.
Aku mengangguk, “terima kasih kau telah meyakinkanku Mark.”

Lalu dia mengangkat wajahku, mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Dia mencium bibirku dengan lembut dan intens. Beberapa saat setelah aku membalas ciumannya, ciuman kami berubah menjadi ciuman yang menggairahkan, dengan cepat tanganku sudah melingkar dileher Mark, begitu juga tangan Mark yang telah berpindah dipinggulku dan meremasnya dengan lembut.

“Hey, kalian lupa ya kalau ini masih dipesta pernikahan kalian..”
Kami melepaskan ciuman kami, kulihat sudah ada Lila, Zac, Dhee dan Gale. Aku yakin saat ini wajahku pasti sudah sangat memerah karena malu. Sepertinya aku dan Mark lupa kalau kami masih dipesta pernikahan.

“Asya, wajahmu sangat merah..” Dhee meledekku.
“Dheee...”
“Kalian lupa diri yaa?? Untung Naima tidak melihatnya” Zac menggeleng-geleng sambil tersenyum.
Aku hanya tersenyum mendengar sahabatku meledekku. Sedangkan mereka tertawa melihat ekspresiku.

“Sudah, sudah sebaiknya kita ucapkan selamat untuk Asya dan Mark..” Lila menengahi kami.
Lalu Lila memelukku “Selamat ya Sya, akhirnya kau menikah juga. Semoga kalian cepat mendapat momongan yaa”  
“Terima kasih La, aku harap juga begitu. Eh, Naima mana ya?? Aku sangat merindukannya La..”
“Dia bersama Zac, Sya..” Lalu aku mendekati Zac, mencium wajah imut Naima.
“Selamat untuk kalian ya.”
“Iya terima kasih Zac” jawab Mark sambil tersenyum.

Setelah aku mencium Naima, Dhee memelukku. “Selamat ya Sya, Mark. Semoga kalian selalu diberikan kebahagiaan. Dan sepertinya sekarang hanya aku yang tersisa diapartemen”
“Terima kasih Dhee” jawab Mark.
“Iya terima kasih Dhee, sebaiknya kau segera menikah agar kau tidak sendirian diapartemen”
“Asyaa,.” Dhee melotot menatapku.
“Iya sayang, yang dikatakan Asya benar kau tidak akan pernah sendiri jika kita menikah..”
“Gale.. apa maksudmu??”
“Aku akan menikahimu secepatnya sayang, agar kau tidak kesepian” jawab Gale sambil tersenyum.
“Aku belum siap Gale..”

Gale mengacak-acak rambutnya menjawab jawaban dari Dhee. Sedangkan kami hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka berdua. Dhee dan Gale pasangan yang sangat lucu, aku berharap mereka akan segera menikah seperti aku dan Lila.

Setelah pesta pernikahannya selesai aku dan Mark akan langsung pergi untuk berbulan madu. Rencananya kami akan berbulan madu dibeberapa negara Eropa selama 2 minggu. Saat akan pergi aku tak lupa berpamitan dengan keluarga, dan sahabatku. Terutama dengan Kak Tian dan tante Elizabeth, karena mereka akan segera pulang ke Jakarta.
“Kau jaga dirimu baik-baik ya sayang. Aku akan selalu merindukanmu” katanya sambil memelukku.
Aku mengangguk “ Aku harap takkan lama lagi aku akan mendapat kabar tentang pernikahanmu kak..”
“Iya, aku janji untuk itu sayang.” Katanya sambil mencium keningku.

2 komentar:

  1. Asya udah kyak Dhee aja yak...
    ngehukum Mark nympe wedding..

    yeayyy the wedding party begin...



    dan christian muncull....
    pengantenny parah nihh..

    udah lupa diri gk nyadar tempat lagi..

    wkwkwkwk...

    dan Gale kmbli latah..
    ckckckck...

    congratulation Mark Asya..

    next chapter sist ;*

    BalasHapus
  2. akhirnya nyampe wed day juga
    #fiuuh

    selamat buat Asya n Mark.
    selamat menempuh hidup baru ^^

    Gale latah pgn merit udah biasa
    asal jgn latah pgn pnya anak stlh liat Naima
    hehe

    lanjut next chapter sist :*

    BalasHapus