Lima belas menit kemudian Gale dan Zac kembali ke kantin dengan wajah yang pucat pasi. Lalu aku memberikan obat penghilang sakit perut kepada Gale dan Zac.
“Ini, cepat di minum obatnya.“ aku memberikannya kepada Gale dan Zac masing-masing satu.
Gale langsung meminumnya. Sedangkan Zac malah memperhatikan obat yang baru aku berikan.
“Kenapa kau tidak meminumnya, sayang?“
“Sayang, apakah kau yakin ini obat untuk sakit perut?“
“Tentu saja, Zac.“
“Tapi mengapa kapsul ini seperti kapsul milikmu, sayang. Kapsul ini mirip dengan vitamin yang di berikan oleh dokter untuk menguatkan kandungan.“
Ekspresi Gale kembali memucat mendengarkan ucapan Zac.
“La, yang aku minum benar-benar obat sakit perut, kan?“
“Sebentar,“ aku langsung memeriksa kembali obat yang aku ambil dari dalam tas tadi. “Ya ampun, aku salah mengambil obat.“
Mendengar ucapanku Dhee dan Asya langsung tertawa terbahak-bahak.
“Lila, apa yang akan terjadi padaku?“
“Tidak akan menyebabkan apa-apa kok, Gale. Kau tenang saja, percayalah padaku.“
Akhirnya Dhee pergi untuk mengambil obat persediaannya sendiri. Dan setelah kembali Dhee langsung memberikannya kepada Gale dan Zac.
“Ini benar-benar obat untuk sakit perut, kan?“ Gale bertanya sambil menyipitkan matanya kepada Dhee.
“Iya Gale, aku tidak mungkin salah. Cepat minum sekarang obatnya?“
Gale dan Zac pun segera meminum obat yang di berikan oleh Dhee.
“Bagaimana apakah sudah jauh lebih baik?“
“Sudah, jauh lebih baik. Terima kasih Dhee.“
“Sama-sama, Zac.“
Sedangkan Asya masih belum bisa menghentikan tawanya, “Kalian lucu sekali, rujak ini memang benar-benar tidak pedas, kok.“
“Karena kalian sudah terbiasa, makanya bagian kalian tidak pedas. Tapi berbeda bagi kami berdua.“
“Zac, nanti sore kita jadi pergi, kan.“
“Tentu saja, sayang.“
“Kalian berdua mau kemana? Bolehkah kami ikut dan bergabung?“
“Aku dan Zac akan berbelanja, Dhee. Aku harus membeli beberapa pakaian, karena pakaianku sudah mulai sempit.“
“Sepertinya menyenangkan sekali. Sudah lama sekali kita tidak pergi berjalan-jalan di mall. Kalau begitu aku akan mengajak Mark.“
“Baiklah, sepertinya acara jalan-jalannya akan menjadi lebih seru.“
Setelah selesai makan siang, kami kembali ke rutinitas masing-masing. Ketika Zac sedang sibuk dengan pekerjaannya. Diam-diam aku kembali melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan orang yang membunuh Maa.
Aku masih belum mengetahui keberadaannya. Karena menurut Paa, orang yang menembak Maa itu warna negara Amerika. Jadi kemungkinan penembak itu ada di Amerika.
Penyelidikan tentang orang yang menembak Maa membuat aku menitikan air mata, karena aku teringat lagi tentang Maa.
Kepalaku pusing memikirkannya, sampai-sampai aku tidak sadar Zac sudah berada di sampingku dan membaca hasil penyelidikanku.
“Kau sedang menyelidiki apa, sayang? Mengapa kau sampai menangis?“
“Ah, kau ternyata sudah membacanya.“
“Mengapa kau menyelidikinya?“
“Zac, wanita yang ada di artikel itu adalah ibuku. Maa dan Paa sama-sama seorang secret agent.“
“Ibumu sudah meninggal, sayang?“
Aku mengangguk lemah, “Saat aku berumur lima tahun ada orang yang menembak Maa. Itulah mengapa aku menjadi seorang secret agent. Aku harus menemukan penembak itu, Zac. Karena dia aku harus tumbuh tanpa mengenal dan tanpq kasih sayang ibuku.“
Zac langsung memelukku dari belakang, “Sayang, mengapa kau tidak menceritakannya kepadaku. Aku akan mencari orang itu, sayang. Sekarang berhentilah menangis.“ Zac mencium ujung bibirku dan menghapus air mataku.
“Terima kasih karena sudah berada di sisiku, Zac.“ aku meremas tangannya.
“Aku akan selalu melakukannya, sayang. Mulai besok aku akan memulai penyelidikannya.“
“Aku ikut, Zac.“
“Tidak sayang, aku tidak ingin kau terluka. Percayakan semuanya kepadaku.“
Dan sejak hari itu Zac mulai sibuk melakukan penyelidikan di lapangan. Sedangkan aku melakukan penyelidikan melalui akses internet.
Data terakhir yang aku dapatkan sangat sangat mencengangkan sekali. Ternyata sang penembak itu adalah ayah kandung dari Kyle Patrick. Seorang penyanyi yang sempat mengejar-ngejarku. Ya Tuhan.
Hahhaha,.
BalasHapusApes bgt sih nasibnya Gale.
udah mules2 ehh gak taunya salah minum obat lagi ckckckk..
Gale sih gak diperiksa dlu itu obat apaan yang dikasih sm Lila.
langsung minum aja :D
bakal ada acara shooping bareng ya nanti..
ayo Mark kita ikut *tarik2 Mark :p
Lila mau nyelidikin kasus penembakan mamanya.
kita bakal bantuin kamu kq La, sabar ya sabar..
pelakunya pasti bisa kita penjarakan..