“Selamat
datang Natasya sayang” aku langsung mencari sumber suara itu. Itu suara yang
sangat aku kenali, yang sangat aku rindukan saat ini.
“Aku
sudah lama menunggumu..” saat aku menoleh Kak Tian sedang duduk dipinggir
tempat tidur diruangan itu.
“Kak....”
aku langsung berlari memeluknya erat.
“Hey,
apa kabar sayang..??” dia mencium kepalaku.
“Aku
baik kak, sangat baik.. kak Tian??”
“Aku
baik, maaf ya aku baru bisa menemui sekarang.”
Aku
mengangguk, kemudian dia melepaskan pelukannya.
“Tadi
kau bilang belum akan datang kak. Kau bohong yaa??.”
“Jangan
salahkan aku Sya, ini ide calon suamimu. Dia yang ingin aku memberikan kejutan
untukmu.”
Aku
menoleh kearah Mark sambil menekuk wajahku. Sedangkan Mark tersenyum melihatku
yang cemberut.
“Kejutan
apalagi Mark, kau bisa membuatku gila..”
“Kau
akan tahu nanti sayang. Ehm, aku keluar dulu ya, aku harus menemui mama dilobi.“
Aku
mengangguk sambil memandangi Mark yang masih tersenyum.
Setelah
Mark keluar, aku dan Kak Tian mengobrol bersama. Aku melepaskan semua
kerinduanku padanya, setelah hampir setahun aku tidak bertemu dengannya. Kak
Tian sebenarnya hanya kakak sepupuku, tapi sejak kedua orang tuaku meninggal
saat aku berumur 10 tahun. Keluarganya yang mengasuhku hingga aku berumur 18
tahun. Kak Tian sudah menganggapku sebagai adik kandungnya sendiri, begitupun
aku padanya.
***
Aku
dan Kak Tian mengobrol hingga menjelang sore, barulah pada sore harinya Mark
mengajakku melihat tempat upacara
pernikahan kami. Sesampainya ditempat itu, aku sangat kagum melihatnya, lokasinya
tepat dipinggir pantai California yang sangat indah. Dan dapat kulihat seluruh persiapan
hampir selesai. Aku hanya bisa menutup mulutku dengan kedua tanganku saat
melihatnya, ini sangat indah. Mark benar-benar memberiku sebuah kejutan yang
besar.
“Kau
menyukainya??” katanya sambil melingkarkan tangannya dipinggangku dan mengecup
keningku dengan lembut.
Aku
mengangguk “terima kasih untuk semuanya Mark..”
“Ini
tidak seberapa dengan kebahagiaan yang aku rasakan selama denganmu. Aku akan
memberikan apapun yang bisa membahagiakanmu.”
“Kau
berlebihan Mark..” jawabku sambil membelai wajahnya yang tampan.
“Aku
serius dengan ucapanku Asya. Sekarang semua yang aku miliki adalah milikmu. Kau
akan menjadi Mrs Feehily sebentar lagi.”
“Aku
bingung bagaimana mengungkapkan semua kebahagiaanku ini. Tapi kau harus tahu
Mark, aku sangat mencintaimu..” aku mencium bibirnya sekilas.
“Aku
juga sangat mencintaimu, sayang..”
Lalu
Mark memegang wajahku, dia mencium bibirku dengan lembut. Dan aku membalas
ciumannya. Bibirnya mengecap semua bagian bibirku, saat mulutku terbuka
lidahnya masuk kedalam mulutku dan lidah kami pun bertautan. Sesekali aku
menggigit bibirnya dengan lembut. Seketika ciuman kami berubah menjadi panas
dan mengairahkan. Nafas kami sudah terengah-engah karena kekurangan oksigen,
lalu Mark melepaskan ciumannya.
“Aku
sangat menginginkanmu. Bercintalah denganku sayang.” suaranya terdengar berat
ditelingaku.
Aku
menggeleng, “ tidak sampai kita menjadi resmi menikah..”
“Sayang,
apa yang kau katakan?? Aku sangat merindukanmu” wajahnya terlihat kecewa
mendengar jawabanku.
“Aku
ingin bercinta denganmu saat kita sudah menjadi suami istri”
“Asyaa...”
“Aku
ingin pulang Mark, aku sangat lelah. Oh iya, aku ingin tidur sendiri malam ini.
Kau mengerti maksudku kan??” aku berjalan meninggalkannya.
“Bagaimana
denganku sayang..??” tanyanya sambil mengacak-acak rambutnya.
“Kak
Tian sendiri, atau kau pesan lagi kamar yang lain..”
“Kau
membuatku gila yaa” katanya sambil berjalan mengiringi dari belakang.
Karena
hari sudah mulai gelap, kami kembali kehotel. Sesampainya dihotel aku langsung
mandi dan makan malam bersama. Setelah mengobrol sebentar aku memutuskan
kembali kekamarku untuk beristirahat. Aku harus beristirahat dengan cukup malam
ini karena aku yakin besok aku akan sangat sibuk.
***
Tak
terasa hari ini adalah hari pernikahanku, sejak dari tadi pagi kami semua
bersiap-siap. Karena memang acaranya yang akan dilaksanakan pada pukul 10 pagi
ini. Setelah aku selesai berdandan, aku menatap diriku lekat-lekat dihadapan
cermin. Hari ini aku akan menjadi istri Mark, lelaki yang sangat aku cintai. Aku
sangat bahagia saat mengingatnya namun disamping itu, aku juga merasa sangat sedih.
Seharusnya hari ini ada orang tuaku yang mendampingiku nanti, tapi itu tidak
akan pernah terjadi. Hanya ada kak Tian dan tante Elizabeth, ibunya kak Tian
yang akan mendampingiku.
Saat
aku sedang bercermin Lila dan Dhee masuk kedalam kamarku, mereka terlihat
sangat cantik. Aku tersenyum melihat mereka.
“Sya,
kau cantik sekali..” Lila langsung memelukku.
“Terima
kasih La” kalian juga sangat cantik.
“Sya,
mengapa kau terlihat sedih?? Ada apa??.”
“Aku
tidak apa-apa Dhee, aku hanya ingat kedua orang tuaku. Aku sangat berharap
mereka ada disini mendampingku.” Jawabku terisak.
“Asya
aku mengerti perasaanmu, kemarin aku juga merasa sedih karena Maa tidak ada
bersamaku. Tapi aku ingat, kalau aku bersedih pasti Maa akan sedih juga. Jadi aku
berusaha untuk kuat, aku yakin aku bisa melewati semuanya. Dan itu juga untukmu
Sya, kau jangan pernah bersedih. Mereka akan bersedih melihat kau tidak bahagia
dihari pernikahanmu” Lila menepuk pundakku.
“Iya
Sya, Lila benar. Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untukmu. Kau jangan
bersedih. Ingatlah Mark yang sangat mencintaimu, kami semua juga mencintaimu.”
Aku
tertegun mendengar ucapan kedua sahabatku. Yang mereka katakan benar, aku tidak
boleh bersedih. Ini hari yang sangat istimewa untukku. Air mataku turun tanpa
bisa kutahan lagi. Cepat-cepat aku menghapusnya dengan tanganku.
“Jangan
menangis, kau akan merusak semuanya.”
“Iya
Dhee, aku hanya terharu. Terima kasih kalian sudah membuat hatiku sedikit
tenang.”
Mereka
tersenyum lalu memelukku.
Suara
seseorang berdehem membuat kedua
sahabatmu melepaskan pelukannya.
“Waktunya
sudah tiba sayang, kita tidak boleh terlambat” Kak Tian menghampiriku. Lalu dia
mengulurkan tangannya padaku.
“Iya
kak, aku sudah siap” jawabku sambil menggenggam erat tangannya.”
“Kau
harus ingat apa yang telah aku katakan padamu semalam, aku tak ingin kau
bersedih sayang.”
Aku
mengangguk sambil menatapnya, lalu kami keluar dari kamar menuju ketempat
upacara pernikahanku.
***
Aku
dan kak Tian berjalan bergandengan diiringi oleh Lila dan Dhee dibelakangku. Kak
Tian mengandeng tanganku erat, sepertinya dia dapat merasakan bahwa saat ini
aku sangat gugup. Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya karena kulihat
semua mata tertuju padaku, aku berusaha tetap tersenyum untuk menyembunyikan
segala kegugupanku yang ada dalam diriku.
Saat
aku memandang lurus kedepan, kulihat Mark berdiri gagah dengan memakai setelan
tuxedo berwarna putih. Senyuman selalu menghiasi wajah tampannya, kegugupanku
sedikit berkurang saat aku menatap mata birunya. Ya Tuhan, lancarkanlah semuanya..
Aku
sudah sampai didekat Mark, kak Tian menyerahkan tanganku kepada Mark. Aku berdiri
sejajar dihadapannya. Dan upacara yang sakral itupun dimulai.
***
Upacara
pernikahan yang khidmat itu telah selesai dilakukan, sekarang aku telah resmi
menjadi istri Mark Feehily. Ya aku Mrs
Feehily sekarang, aku tersenyum saat mengucapkannya didalam hati.
Disekelilingku
terlihat semua orang nampak bersuka cita saat pesta pernikahan dimulai. Aku bahagia
jika semua orang berbahagia. Aku bersyukur sekali upacara pernikahanku tadi
berjalan dengan lancar.
“Sayang,
aku sangat bahagia akhirnya kau menjadi istriku.” Suara Mark membuyarkan
lamunanku saat aku sedang memandangi orang-orang disekelilingku. Tangannya memeluk
pinggangku, dan bibirnya mengecup keningku dengan lembut.
“Aku
juga sangat bahagia sayang. Aku harap ini bukan mimpi, ini kenyataan..” jawabku
sambil membenamkan wajahku kedadanya.
“Sya,
ini bukan mimpi. Ini nyata untuk kita. Kau Mrs Feehily sekarang” Mark
meyakinkanku.
Aku
mengangguk, “terima kasih kau telah meyakinkanku Mark.”
Lalu
dia mengangkat wajahku, mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Dia mencium
bibirku dengan lembut dan intens. Beberapa saat setelah aku membalas ciumannya,
ciuman kami berubah menjadi ciuman yang menggairahkan, dengan cepat tanganku
sudah melingkar dileher Mark, begitu juga tangan Mark yang telah berpindah
dipinggulku dan meremasnya dengan lembut.
“Hey,
kalian lupa ya kalau ini masih dipesta pernikahan kalian..”
Kami
melepaskan ciuman kami, kulihat sudah ada Lila, Zac, Dhee dan Gale. Aku yakin
saat ini wajahku pasti sudah sangat memerah karena malu. Sepertinya aku dan
Mark lupa kalau kami masih dipesta pernikahan.
“Asya,
wajahmu sangat merah..” Dhee meledekku.
“Dheee...”
“Kalian
lupa diri yaa?? Untung Naima tidak melihatnya” Zac menggeleng-geleng sambil
tersenyum.
Aku
hanya tersenyum mendengar sahabatku meledekku. Sedangkan mereka tertawa melihat
ekspresiku.
“Sudah,
sudah sebaiknya kita ucapkan selamat untuk Asya dan Mark..” Lila menengahi
kami.
Lalu
Lila memelukku “Selamat ya Sya, akhirnya kau menikah juga. Semoga kalian cepat
mendapat momongan yaa”
“Terima
kasih La, aku harap juga begitu. Eh, Naima mana ya?? Aku sangat merindukannya
La..”
“Dia
bersama Zac, Sya..” Lalu aku mendekati Zac, mencium wajah imut Naima.
“Selamat
untuk kalian ya.”
“Iya
terima kasih Zac” jawab Mark sambil tersenyum.
Setelah
aku mencium Naima, Dhee memelukku. “Selamat ya Sya, Mark. Semoga kalian selalu
diberikan kebahagiaan. Dan sepertinya sekarang hanya aku yang tersisa
diapartemen”
“Terima
kasih Dhee” jawab Mark.
“Iya
terima kasih Dhee, sebaiknya kau segera menikah agar kau tidak sendirian
diapartemen”
“Asyaa,.”
Dhee melotot menatapku.
“Iya
sayang, yang dikatakan Asya benar kau tidak akan pernah sendiri jika kita
menikah..”
“Gale..
apa maksudmu??”
“Aku
akan menikahimu secepatnya sayang, agar kau tidak kesepian” jawab Gale sambil
tersenyum.
“Aku
belum siap Gale..”
Gale
mengacak-acak rambutnya menjawab jawaban dari Dhee. Sedangkan kami hanya bisa
tertawa melihat tingkah mereka berdua. Dhee dan Gale pasangan yang sangat lucu,
aku berharap mereka akan segera menikah seperti aku dan Lila.
Setelah
pesta pernikahannya selesai aku dan Mark akan langsung pergi untuk berbulan
madu. Rencananya kami akan berbulan madu dibeberapa negara Eropa selama 2
minggu. Saat akan pergi aku tak lupa berpamitan dengan keluarga, dan sahabatku.
Terutama dengan Kak Tian dan tante Elizabeth, karena mereka akan segera pulang
ke Jakarta.
“Kau
jaga dirimu baik-baik ya sayang. Aku akan selalu merindukanmu” katanya sambil
memelukku.
Aku
mengangguk “ Aku harap takkan lama lagi aku akan mendapat kabar tentang
pernikahanmu kak..”
“Iya,
aku janji untuk itu sayang.” Katanya sambil mencium keningku.
Asya udah kyak Dhee aja yak...
BalasHapusngehukum Mark nympe wedding..
yeayyy the wedding party begin...
dan christian muncull....
pengantenny parah nihh..
udah lupa diri gk nyadar tempat lagi..
wkwkwkwk...
dan Gale kmbli latah..
ckckckck...
congratulation Mark Asya..
next chapter sist ;*
akhirnya nyampe wed day juga
BalasHapus#fiuuh
selamat buat Asya n Mark.
selamat menempuh hidup baru ^^
Gale latah pgn merit udah biasa
asal jgn latah pgn pnya anak stlh liat Naima
hehe
lanjut next chapter sist :*