Aku hanya
mengangguk saat mendengar ucapannya. Aku tak peduli ada dimana kami saat ini
yang jelas aku ingin bersamanya. Mark tersenyum melihatku mengangguk. Lalu dia
menurunkanku dari pangkuannya, sekarang aku duduk disampingnya. Mark mulai
membuka bikiniku hingga tubuhku telanjang, dan dia juga membuka celana
renangnya hingga dia pun telanjang. Dapat kulihat kejantanannya yang sudah
keras membesar. Aku hanya menelan ludah saat meliriknya.
Kemudian dia
menarikku lagi kepangkuannya, dia memcium bibirku hingga leherku lagi tangannya
membelai tubuhku lagi. Aku hanya menggeliat saat tangannya menyentuh kulitku.
Disaat itu lah miliknya menyatu dengan milikku. Aku menghela nafas saat
miliknya yang mulai penuh didalam diriku.
Tangannya mulai
berpindah meremas pinggulku dengan lembut, “Bergeraklah sayang, ayo lakukan..”
suaranya terdengar berat ditelingaku.
Dengan perlahan
aku mulai menggerakkan tubuhku, bergerak dengan perlahan namun pasti. Naik
turun dan semakin cepat. Tangannya yang tadi meremas pinggulku naik
kepayudayaku meremasnya lagi. Tubuhku bergetar saat dia mengeksplorasi
payudaraku, aku mengerang saat gelombang orgasme melandaku.
“Markkk...”
Mendengar
eranganku, dengan gerakan cepat Mark langsung mendorong tubuhku jatuh
kehamparan pasir dipantai dan kini posisinya hampir menindihku. Dia mencium
bibirku lagi sambil tangannya mengaitkan kakiku kepinggangnya. Dia menusukku
dengan keras, dan lebih dalam lagi sampai akhirnya aku merasakan gelombang
orgasme melandaku lagi. Tubuhku bergetar lagi, hal itu pun terjadi dengan Mark.
“Dilla...” dia
mengeram sambil menyemburkan sesuatu yang hangat kedalam diriku.
Tubuhnya ambruk
diatas tubuhku, nafasnya kami memburu. Setelah nafasnya normal kembali dia
mengeluarkan miliknya dariku dan berbaring disampingku.
“I love you
sayang..” dia mencium bibirku
“ I love you
too, Mark”
“kau tidak
apa-apa sayang” katanya sambil mencium keningku.
Aku menggeleng,
“aku hanya ingin mandi dan istirahat” jawabku, rasanya tubuhku sangat kotor
sekali.
“kita akan
kembali ke villa sayang..”
Tak lama
kemudian dia menutupi tubuhku yang telanjang dengan kain pantai yang kupakai
tadi lalu mengangkat tubuhku, dan membawaku kembali kevilla.
Sesampainya
divilla, kami langsung mandi. Dan selesai mandi aku langsung memejamkan mataku,
rasa lelah karena semua yang kulakukan hari ini membuatku tak sanggup lagi
untuk melakukan apa-apa lagi. Mark langsung memeluk tubuhku erat saat aku mulai
terlelap.
***
Sinar matahari yang langsung masuk
melalui jendela kaca didekatku membuatku terpaksa harus membuka mataku. Kulihat
tangan Mark membungkus tubuhku, aku yang tadi memunggunginya memutar tubuhku
hingga berhadapan dengannya. kulihat matanya masih terpejam, wajahnya yang
tampan terlihat sangat damai saat tertidur. Aku membelai wajahnya dan mengecup
bibirnya.
Sesaat setelah aku mengecup bibirnya,
Mark terbangun dari tidurnya.
“hmm.. pagi sayang.” Dia langsung
mengecup keningku.
“pagii.. maaf aku membangunkan mu yaa??”
“tidak, memang sudah saatnya kita bangun
sayang” tangannya membelai wajahku,
kemudian menyentuh bibirku.
“Dilla...” dia mengambil daguku dan
mengangkatnya hingga mata kami bertatapan.
“aku sangat ingin kau selalu ada disetiap
aku terbangun dari tidurku. Aku ingin kita seperti ini setiap harinya.”
Aku terdiam mendengar ucapannya.
“kau tahu, 3 bulan kemarin menurutku
waktu yang sangat lama untuk menemuimu kembali. Aku sangat merindukanmu” dia
langsung mencium bibirku dengan lembut.
“Aku juga sangat merindukanmu, jangan
pernah kau pergi lagi, Mark” jawabku disela-sela ciuman kami.
Mendengar ucapanku Mark melepaskan
ciumannya dan tersenyum. Tangannya masih diwajahku.
“aku akan membuatmu menjadi milikku
selamanya Dilla. “
“Aku milikmu Mark,.” Jawabku sambil
menatap matanya.
Mark tersenyum sambil menatapku, “iya kau
milikku, akan selalu jadi milikku” jawabnya lalu mencium keningku sekilas.
***
Hari
ini aku dan Mark menghabiskan waktu dipantai lagi, kami melakukan banyak hal
bersama. Kami berdua melupakan sejenak segala rutinitas yang menyita tenaga,
waktu dan fikiranku. Aku merasa benar-benar liburan kali ini, disini aku lupa
dengan tugasku sebagai agent. Begitu juga dengan Mark, dia bahkan tidak ingin
membahas tentang pekerjaannya disini.
Hampir seharian
dipantai membuat kami kelelahan. Kami memutuskan untuk beristirahat di villa.
Sebenarnya Mark mengajakku untuk menikmati matahari terbenam sore ini. Aku
menyetujuinya, kami akan kembali kepantai saat matahari akan terbenam.
Divilla aku
langsung masuk kekamar mandi. Saat didalam kamar mandi kudengar Mark memanggilku.
"Dilla,
sayang... Aku lupa dimana kuletakkan charger
ponselku. Aku pinjam punya mu yaa??"
"Iya, ada
didalam tasku. Ambil didalam tasku, sayang" jawabku..
"iya..."
Lalu aku kembali
membersihkan tubuhku, rasanya tubuhku sangat lelah setelah hampir seharian kami
dipantai.
Selesai mandi
aku langsung keluar dengan memakai jubah mandi yang tersedia. Saat keluar,
kulihat Mark duduk ditempat tidur, sepertinya dia tak menyadari kehadiranku.
"sayang chargernya ada??" tanyaku sambil
berjalan mendekatinya.
"oh, iya
ada.."
Aku heran dengan
ekspresi Mark yg sedikit berubah, tidak seperti biasanya dia bersikap dingin seperti
itu kepadaku.
"kau kenapa
Mark, kau sakit??" tanyaku sambil menyentuh keningnya..
Belum lama aku
menyentuh keningnya, Mark mengambil tanganku dan mengenggamnya. Aku langsung
duduk disamping.
"aku boleh
minta sesuatu denganmu sayang"
"apa??" jawabku.
"aku ingin
kau menjelaskan ini" katanya sambil meletakkan dua kartu ditanganku.
Aku langsung
melihatnya, astaga ini kan kartu anggotaku sebagai agent. Dan ada tanda pengenalku dengan nama Nadilla Eveline Smith
Aku tergugup
melihatnya. Bagaimana bisa kartu anggotaku bisa ditemukannya.
"jelaskan
padaku, apa maksud semua ini. Siapa Natasya, dan siapa Nadilla. Setahuku kau
tidak punya saudara kembar??"
Aku menghela
nafas, mungkin sudah saatnya aku menunjukkan identitasku kepada Mark. Aku sudah
siap dengan semua kemungkinan yang terjadi.
"baiklah..."
jawabku
Mark mengangguk,
mendengarkanku.
"sebenarnya
aku Natasya, nama yang ada di kartu tanda anggota itu adalah aku. Aku seorang secret agent. Dan Nadilla, adalah nama
samaranku.."
"tapi
kenapa kau menyembunyikan semua ini padaku??, aku kekasihmu.."
"Maaf Mark,
aku melakukan semua ini karena aku agent.
Aku tidak ingin orang-orang tahu siapa aku.."
"Termasuk
aku?? Kau tahu, aku sangat mencintaimu"
"Mark, aku
juga sangat mencintaimu.. Maafkan aku. Aku memang akan memberitahukan semua ini
padamu, tapi aku belum menemukan waktu yang tepat. Aku takut kau tidak akan
menerimaku"
"Natasya,
aku akan menerimamu apa adanya. Aku sudah sangat mencintaimu. Aku tidak peduli
dengan semua itu.. “
“Mark...” aku menatap
matanya.
“aku sangat
bersungguh –sungguh dengan apa yang aku katakan Natasya.”
Aku sangat
terharu dengan semua ucapannya. Tak terasa air mataku mengalir membasahi
pipiku.
“Jangan pernah
menangis sayang, akan aku buktikan kesungguhan padamu. Aku sangat mencintaimu”
katanya sambil menghapus air mataku.
Aku mengangguk
mendengar ucapannnya. “Maafkan aku...”
Dia mengecup
keningku “aku mengerti keadaanmu”
Aku memeluk
tubuhnya erat, Ya Tuhan terima kasih kau
telah memberikan Mark untukku,.
“sebaiknya kau
bersiap Natasya, aku ingin mengajakmu makan malam ditempat yang pasti sangat
kau sukai” katanya
“terima kasih
untuk semuanya Mark.. oh iya, kau cukup memanggilku Asya”
“Baiklah
Asya..dan sepertinya aku harus mandi yaa. lebih cepat kita kesana, akan lebih
baik..”
“Maksudmu??”
“Berdandan yang
cantik untukku” katanya sambil tersenyum nakal.
Aku mengangguk,
dan Mark meninggalkanku kekamar mandi..
***
Sorenya aku dan
Mark pergi ketepi pantai. Kulihat disana sudah sebuah meja lengkap dengan
makanan dan sebotol wine. Mark mengajakku kesana lalu kami duduk berhadapan
dikursi yang telah disediakan. Ini tempat yang special dikatakan Mark tadi. Lagi-lagi aku hanya bisa berdecak
kagum, semuanya sangat diluar dugaanku, Mark benar-benar membuatku merasa
sangat istimewa.
"hey, kau
kenapa Asya??" aku lega Mark sudah meyebut nama asliku. Tidak ada lagi
ganjalan dihatiku karena identitasku sebagai agent.
"lagi-lagi
kau diam?? Kau tidak apa-apa kan??" katanya sambil menuangkan wine kedalam
gelas kami berdua.
Aku menggeleng
"aku hanya bingung untuk berkata apa??, ini indah Mark, sangat indah.
Terima kasih" aku mengenggam tangannya.
"aku sudah
menyangka, kau akan menyukai suasana seperti ini." dia mencium tanganku.
"tadinya
aku kira, kau akan meninggalkanku saat tau aku berbohong, tapi akhirnya aku
lega ternyata dugaanku salah"
"tidak, aku
tidak akan meninggalkanmu Asya. Aku sudah sangat mencintaimu.."
Aku tersenyum
"terima kasih untuk semuanya Mark, aku sangat bahagia saat ini. Aku takkan
pernah melupakan hari ini.”
“Kau takkan
pernah melupakan hari ini??”
“Liburan ini,
terutama hari ini..” jawabku.
“baiklah aku
akan membuatmu takkan pernah melupakan hari ini Sya.” Aku mengangguk sambil
membelai wajahnya.
Lalu Mark melepaskan
genggaman tangannya, mengambil sesuatu yang ada disaku celananya. Sebuah kotak
kecil berwarna merah dan kemudian Mark membukanya.
“Asya, aku
sangat mencintaimu. Aku bersungguh-sungguh dengan semua ucapanku. Aku ingin kau
menjadi milikku, selamanya sayang..”
Aku terdiam mendengar
ucapannya, apa maksud Mark dengan semua
ini??
“Mark..” aku
menatap matanya.
“Asya, kau
adalah segalanya untukku. Kau lah kebahagiaanku. Bersamamu adalah hal yang
sangat membahagiakan untukku. Menikahlah denganku Natasya. Aku sangat
mencintaimu. Aku tak ingin kehilanganmu”
“Markk.. kau
melamarku??” aku terkejut dengan ucapannya barusan. apa benar Mark melamarku?? Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri.
“Iya sayang, aku
melamarmu. Aku ingin kita menikah..” Mark meyakinkanku.
Aku masih tidak
percaya, secepat inikah??
Mark mengambil
tanganku lagi, meremasnya dan menciumnya.
“Would you marry
me, Natasya??” dengan jelas Mark mengucapkan itu padaku.
Ya Tuhan, ini benar. Mark melamarku..
“Sayang...” dia
menatapku, dapat kulihat kesungguhan dimatanya.
Seketika perasaan
gugup melandaku. Aku menarik nafas panjang, Yes
I would Mark, ucapku dalam hati.
“Sayang. Would you marry me??” dia mengulangnya
sekali lagi.
Aku langsung
mengangguk, “Yes I would Mark...”
Mendengar ucapanku,
Mark langsung mencium buku-buku jariku. Mengambil sebuah cincin berlian yang
ada didalam kotak kecil berwarna merah tadi dan kemudian menyematkannya dijari
manisku. Mark mencium tangannku lagi.
Mark mencium
keningku dengan hangat. Aku masih tidak percaya dengan semua ini. Semuanya
sangat tidak terduga. Mark membuatku tak dapat berkata-kata lagi. Mataku memanas,
air mataku tak dapat kutahan lagi untuk jatuh dan membasahi pipiku. Aku sangat
bahagia saat ini.
“Hey, jangan
menangis sayang” katanya sambil menyeka air mataku dengan tangannya.
“aku ingin kau
bahagia, bukan bersedih..”
Aku tersenyum, “aku
terlalu bahagia Mark. Sangat bahagia, aku tidak menyangka kau akan melamarku.. I love you Mark. I love you so much..”
kataku langsung memeluknya.
Dia memegang
wajahku dan mencium keningku “ I love you
too..” lalu dia mencium bibirku dengan lembut.
“terima kasih
kau telah menerimaku Asya, aku berjanji akan membahagiakanmu”
“akulah yang
seharusnya berterima kasih padamu, kau tidak marah saat aku membohongimu. Aku benar-benar
minta maaf sayang”
“aku
memakluminya Sya, itu pekerjaanmu. Tapi kau jangan berbohong lagi padaku yaa,
aku mohon..”
Aku mengangguk “Iya
aku janji..”
“sebaiknya kita
segera makan, kau pasti sudah sangat lapar kan??”
“iya aku
lapar...” jawabku.
Lalu kami makan
bersama sambil berbincang-bincang. Banyak hal yang Mark tanyakan tentang
pekerjaanku sebagai agent. Aku menceritakan semuanya, termasuk tentang kedua
sahabatku yang merupakan agent juga. Dia sangat mengerti dengan keadaanku. Selain
itu dia juga mulai membicarakan tentang rencana pernikahan kami. Aku sangat bahagia malam ini, ini malam
terindah yang pernah aku miliki. Terima kasih ya Tuhan...
naahhh....
BalasHapusini gk bikin bingung...
gk kyak yg kemaren, bikin pusing yang baca...
ini lebih baik daripada yang kemaren meskipun ada beberapa typo.
itu wajar, penyakit typo aku lebih parah..
hehehe..
yeayyyy pesta lagiiiii...
akhirnya tenang karena gk perlu bohongin mark lagi...
congratulation Asya & Mark :D
next chapter sist :*
ahaaaa…asyik asyik bakalan ada wedding lg.
BalasHapusakhirnya galau menyingkir jauh2 dr Asya ^^
Congrats Asya n Mark
Wed nya jgn lama2 hehe
Tinggal Dhee yg blm dilamar haha
lanjut lanjut :*