Sabtu, 02 Februari 2013

CHAPTER 35

Seminggu setelah pernikahan Lila dan Zac, Mark mengajakku untuk liburan selama beberapa hari  kesebuah pulau pribadi milik keluarganya di Kepulauan Hawaii. Sudah lama kami tidak berlibur bersama, tepatnya sejak beberapa bulan lalu Mark mengadakan tournya kebeberapa negara Eropa. Oleh karena itu aku meminta cuti beberapa hari kepada Lou, kebetulan saat ini kami sedang tidak ada kasus besar yang akan diselesaikan.

Hari ini sekitar pukul 9 pagi aku dan Mark berangkat meninggalkan New York menggunakan pesawat jet pribadi miliknya. Setelah penerbangan yang cukup lama, kami sampai dibandara dan akan melanjutkan perjalanan melalui jalan darat. Dibandara kami dijemput oleh seorang laki-laki, setelah beberapa saat lelaki itu mengobrol dengan Mark, dan kemudian datang sebuah mobil ferarri merah menghampiri kami, dan kemudian aku dan Mark naik kedalam mobil itu.

Perjalanan panjang ini membuatku kelelahan, tapi aku tidak ingin melewatkan pemandangan yang sangat indah disepanjang jalan. Mark melihatku yang sudah beberapa kali menguap tersenyum sambil membelai rambutku.
"kau mengantuk yaa??"
"iya, aku sangat mengantuk, sepertinya perjalanan yang panjang membuatku sedikit lelah.." aku menyandarkan kepalaku dipundaknya.
"sebentar lagi kita akan sampai Dilla. Atau jika kau ingin tidur, tidurlah. Aku akan membangunkanmu saat kita sampai nanti"
Aku menggeleng "tidak, pemandangan disepanjang jalan sangat indah. Sayang untuk dilewatkan"
"aku sangat senang bila kau menyukai perjalanan kita. Kau tau, tempat kita nanti juga indah. Aku yakin kau sangat menyukainya. " katanya sambil mencium keningku.

Selama satu jam perjalanan darat akhirnya kami sampai disebuah dermaga. Lalu Mark mengajakku naik sebuah kapal dan aku hanya menurutinya. Lima belas menit kemudian kami sampai disebuah pulau. Pulau yang kulihat seperti pulau tanpa penghuni. Suara deruan ombak yang memecah pantai sangat jelas terdengar. Tak jauh dari bibir pantai aku melihat sebuah villa sederhana. Mark mengambil koperku dan menarik tanganku.
"ayo sayang, itu villa nya sudah terlihat."
Aku berjalan mengikuti Mark, mataku masih memandangi disekeliling tempat ini. Tempat yang sangat indah, dan semuanya masih sangat alami..

Kami sudah sampai divilla itu, Mark membuka pintunya dan aku sangat terkagum-kagum melihat interior didalamnya. Perpaduan klasik dan modern ada disini. Saat Mark mengajakku kekamar dia langsung membuka tirai dan pintu kaca besar. Pemandangannya langsung kelaut. Angin pantai berhembus masuk kedalam kamar.
"kau menyukainya??" katanya sambil meletakkan koper kecilku dikursi disamping tempat tidur.
"sangat menyukainya.. Semuanya indah Mark"
"ini semua milik keluargaku. Tapi kita jadi yang pertama berlibur disini. Karena baru beberapa tahun keluargaku membelinya" katanya sambil menarik tanganku hingga aku jatuh kepelukannya.
"terima kasih kau mengajakku kesini" aku mencium bibirnya sekilas.
"ini tak ada apa-apanya dibandingkan rasa cintaku untukmu Dilla. Aku sangat mencintaimu, apapun akan kulakukan untukmu" katanya sambil mengecup keningku dengan lembut.

Ucapan Mark barusan membuatku sangat terharu, aku merasa sangat bersalah saat kuingat apa yang kulakukan dengan Steve beberapa waktu yang lalu. Tapi saat itu aku melakukannya diluar kesadaranku, aku mabuk.

Air mataku jatuh disudut mataku.
"Dilla, kau menangis..?? Ada apa sayang??" dia menghapus air mataku.
Aku menggeleng " aku tidak apa-apa, aku hanya terharu dengan ucapanmu Mark. Aku merasa tidak pantas ada didekatmu saat ini"
"tidak ada yang pantas selain kau. Yang kuinginkan hanyalah dirimu Dilla. Berhenti berfikir kau tak pantas untukku" Dia mendekap tubuhku.
"terima kasih Mark.. " aku membenamkan wajahku didadanya.
“sayang, sebaiknya kau beristirahat dulu, aku akan meyuruh orang untuk membawakan makan siang untuk kita. Kulihat kau sangat lelah..”
“iya aku mau istirahat dulu, walaupun sebenarnya aku sangat ingin bermain disana” kataku sambil menunjuk keluar.
“tenang, tidak akan ada yang menganggu kita disini. Kita akan kesana sore nanti”
Aku mengangguk sambil melepaskan pelukannya. Lalu aku masuk kekamar mandi, sedangkan Mark keluar.

Selesai mandi dan berpakaian aku berbaring ditempat tidur, sedangkan Mark masih belum kembali. Ntah berapa lama kau tertidur, aku baru terjaga saat aku merasakan seseorang menepuk pipiku.
“Dilla, bangun sayang...” suara yang sangat aku kenali.
Aku membuka mataku, kulihat Mark sudah berganti pakaian, wajahnya terlihat sangat segar.
“maaf aku ketiduran..”
“tidak apa-apa, aku membangunkanmu karena kudengar dari tadi perutmu sudah berbunyi, sepertinya kau kelaparan sayang.” Katanya sambil tersenyum.
Aku langsung memegangi perutku sambil cemberut, aku memang lapar tapi mana mungkin perutku berbunyi.
“tidak mungkin..”
Dia tertawa, “ iya, tidak sayang, aku berbohong. Ini hampir jam 3 dan kita belum makan. Aku sangat lapar. Ayolah, selesai makan aku akan mengajakmu bermain dipantai” katanya sambil mengangkat tubuhku. Sedangkan aku langsung mengalungkan lenganku dilehernya sambil mencium bibirnya dan dia membalasnya dengan lembut. Aku sangat merindukannya, merindukan setiap kecupan bibirnya dibibirku. Sentuhan kulitnya dikulitku. Ya Tuhan aku sangat mencintainya...
Dia membawaku keluar kamar menuju ruang makan. “Berhenti menggodaku sayang, kalau tidak aku akan memakanmu disini” katanya disela-sela ciuman kami.

Aku berhenti menciumnya, wajahku memanas mendengar ucapannya. Sedangkan dia menurunkanku dari gendongannya dan mendudukkanku disebuah kursi.
“Kita makan dulu. Setelah ini aku akan mengajakmu melihat sesuatu”
Aku menuruti perkataannya, kami makan dengan lahapnya. Karena kami memang sudah sangat lapar karena perjalanan yang panjang dari New York ke sini.

***
Selesai makan Mark mengajakku untuk berenang dipantai, kebetulan cuaca yang tadi sangat cerah sudah agak redup. Karena memang hari mulai sore dan matahari akan segera terbenam sebentar lagi. Kulihat dari kamarku, Mark sudah berjemur di pantai. Setelah aku mengganti pakaianku dengan bikini, dan aku keluar menyusul Mark.

Sesampainya disana aku langsung berlari kepinggir laut. Gulungan ombak bergantian menghampiriku. Kulihat Mark dari tadi belum beranjak dari tempatnya. Dia hanya memperhatikanku dari balik kacamata hitamnya. Sebuah ide muncul dikepalaku, aku memainkan air laut hingga mengenai Mark, membasahi wajahnya dan kulihat beranjak saat aku mulai membasahinya. Dia berjalan kearahku dan tiba-tiba berlari menangkapku. Awalnya aku tertangkap, dia menghempaskan tubuhku keair. Dan kemudian meninggalkanku. Aku yang tak mau kalah mengejarnya dan langsung melompat kepunggungnya, sehingga jatuh tepat diatasnya. Kami berdua tertawa saat melihat tubuh masing-masing yang sudah basah.

Ntah sudah berapa lama kami berkejar-kejaran disana. Hari sudah mulai gelap, matahari akan segera pulang dan menghilang. Aku menarik Mark ketepi pantai untuk melihat keindahan terbenamnya matahari. Lalu kami duduk sambil menikmati pemandangan yang sangat indah, aku menyandarkan tubuhku ditubuh Mark. Tangannya melingkar dipinggangku. Mataku hampir saja tak berkedip melihat pertunjukan didepanku,.

Saat aku ingin melihat bagaimana ekspresi wajahnya melihat pertunjukkan ini, tiba- tiba Mark menarik daguku.
“Dilla, indahnya pertunjukkan yang ada saat ini, takkan sebanding dengan indahnya dirimu. Kau lah yang terindah..”

Lalu dia mencium bibirku dengan lembut, dan aku membalasnya. Tangannya membelai punggungku dan lenganku menggantung dilehernya. Dia mulai mengecap semua bagian bibirku. Kemudian saling memagut lagi dengan intens.

Dia mengangkat tubuhku hingga aku dipangkuannya. Dapat kurasakan miliknya yang sudah mengeras dibawah sana. Mark masih menciumku, ciuman kami menjadi sangat liar, dia menciumi leherku, mengigit daun telingaku. Gigitannya ditelingaku membuatku menggelinjang kegelian. Aku menyusupkan jar-jari tanganku disela-sela rambutnya dan meremasnya. Sedangkan tangannya meremas pinggangku kemudian naik kearah payudaraku, mengangkat sedikit cup bikini yang kupakai dan menyentuhnya, serta meremasnya..

“Mark...” aku mengerang saat tangannya meremas payudaraku.
Dia tersenyum saat aku mengerang. Tangannya berpindah dari kepayudaraku yang lainnya. Erangan kenikmatanpun keluar dari tenggorokanku. Akal sehatku mulai hilang saat merasakan setiap sentuhan dikulitku. 
“Aku menyukaimu seperti ini sayang, “ bisiknya ditelingaku.

Tangannya mulai membelai pahaku naik menyelusup masuk kedalam celanaku, membelai organ vitalku yang sudah mulai basah. Lagi-lagi aku mengerang saat dia menyentuhku. Aku sudah tidak dapat menahan diriku lagi, setiap sentuhannya membuat tubuhku terasa panas dan bergetar.
“Mark....” aku memanggil namanya lagi
“aku ingin melakukannya disini sayang..”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar