Hari ini sekitar pukul 9 pagi aku dan
Mark berangkat meninggalkan New York menggunakan pesawat jet pribadi miliknya. Setelah
penerbangan yang cukup lama, kami sampai dibandara dan akan melanjutkan perjalanan melalui jalan darat. Dibandara kami dijemput oleh seorang
laki-laki, setelah beberapa
saat lelaki itu mengobrol dengan Mark,
dan kemudian datang sebuah mobil ferarri merah menghampiri kami, dan kemudian
aku dan Mark naik kedalam
mobil itu.
Perjalanan panjang ini membuatku kelelahan, tapi
aku tidak ingin melewatkan pemandangan yang sangat indah disepanjang jalan. Mark
melihatku yang sudah beberapa kali menguap tersenyum sambil membelai rambutku.
"kau
mengantuk yaa??"
"iya,
aku sangat mengantuk, sepertinya perjalanan yang panjang membuatku sedikit
lelah.." aku menyandarkan kepalaku dipundaknya.
"sebentar
lagi kita akan sampai Dilla. Atau jika kau ingin tidur, tidurlah. Aku akan membangunkanmu saat kita sampai nanti"
Aku
menggeleng "tidak, pemandangan disepanjang jalan sangat indah. Sayang
untuk dilewatkan"
"aku
sangat senang bila kau menyukai perjalanan kita. Kau tau, tempat kita nanti juga
indah. Aku yakin kau sangat menyukainya. " katanya sambil mencium
keningku.
Selama
satu jam perjalanan darat akhirnya kami sampai disebuah dermaga. Lalu Mark mengajakku naik sebuah kapal dan aku hanya menurutinya. Lima belas menit
kemudian kami sampai disebuah pulau. Pulau yang kulihat seperti pulau tanpa
penghuni. Suara deruan ombak yang memecah pantai sangat jelas terdengar. Tak
jauh dari bibir pantai aku melihat sebuah villa sederhana. Mark mengambil koperku
dan menarik tanganku.
"ayo
sayang, itu villa nya sudah terlihat."
Aku
berjalan mengikuti Mark, mataku masih memandangi disekeliling tempat ini.
Tempat yang sangat indah, dan semuanya masih sangat alami..
Kami
sudah sampai divilla itu, Mark membuka pintunya dan
aku sangat terkagum-kagum melihat interior didalamnya. Perpaduan klasik dan
modern ada disini. Saat Mark mengajakku kekamar dia langsung membuka tirai dan
pintu kaca besar. Pemandangannya langsung kelaut. Angin pantai
berhembus masuk kedalam kamar.
"kau
menyukainya??" katanya sambil meletakkan koper kecilku dikursi disamping
tempat tidur.
"sangat
menyukainya.. Semuanya indah Mark"
"ini
semua milik keluargaku. Tapi kita jadi yang pertama berlibur disini. Karena
baru beberapa tahun keluargaku membelinya" katanya sambil menarik tanganku
hingga aku jatuh kepelukannya.
"terima
kasih kau mengajakku kesini" aku mencium bibirnya sekilas.
"ini
tak ada apa-apanya dibandingkan rasa cintaku untukmu Dilla. Aku sangat
mencintaimu, apapun akan kulakukan untukmu" katanya sambil mengecup
keningku dengan lembut.
Ucapan
Mark barusan membuatku sangat terharu, aku merasa sangat bersalah saat kuingat
apa yang kulakukan dengan Steve beberapa waktu yang lalu. Tapi saat itu aku melakukannya diluar
kesadaranku, aku mabuk.
Air
mataku jatuh disudut mataku.
"Dilla,
kau menangis..?? Ada apa sayang??" dia menghapus air mataku.
Aku
menggeleng " aku tidak apa-apa, aku hanya terharu dengan ucapanmu Mark.
Aku merasa tidak pantas ada didekatmu saat ini"
"tidak
ada yang pantas selain kau. Yang kuinginkan hanyalah dirimu Dilla. Berhenti
berfikir kau tak pantas untukku" Dia mendekap tubuhku.
"terima
kasih Mark.. " aku membenamkan wajahku didadanya.
“sayang,
sebaiknya kau beristirahat dulu, aku akan meyuruh orang untuk membawakan makan
siang untuk kita. Kulihat kau sangat lelah..”
“iya
aku mau istirahat dulu, walaupun sebenarnya aku sangat ingin bermain disana”
kataku sambil menunjuk keluar.
“tenang,
tidak akan ada yang menganggu kita disini. Kita akan kesana sore nanti”
Aku
mengangguk sambil melepaskan pelukannya. Lalu aku masuk kekamar mandi,
sedangkan Mark keluar.
Selesai
mandi dan berpakaian aku berbaring ditempat tidur, sedangkan Mark masih belum
kembali. Ntah berapa lama kau tertidur, aku baru terjaga saat aku merasakan
seseorang menepuk pipiku.
“Dilla,
bangun sayang...” suara yang sangat aku kenali.
Aku
membuka mataku, kulihat Mark sudah berganti pakaian, wajahnya terlihat sangat
segar.
“maaf
aku ketiduran..”
“tidak
apa-apa, aku membangunkanmu karena kudengar dari tadi perutmu sudah berbunyi,
sepertinya kau kelaparan sayang.” Katanya sambil tersenyum.
Aku
langsung memegangi perutku sambil cemberut, aku memang lapar tapi mana mungkin
perutku berbunyi.
“tidak
mungkin..”
Dia
tertawa, “ iya, tidak sayang, aku berbohong. Ini hampir jam 3 dan kita belum
makan. Aku sangat lapar. Ayolah, selesai makan aku akan mengajakmu bermain
dipantai” katanya sambil mengangkat tubuhku. Sedangkan aku langsung
mengalungkan lenganku dilehernya sambil mencium bibirnya dan dia membalasnya
dengan lembut. Aku sangat merindukannya, merindukan setiap kecupan bibirnya
dibibirku. Sentuhan kulitnya dikulitku. Ya
Tuhan aku sangat mencintainya...
Dia
membawaku keluar kamar menuju ruang makan. “Berhenti menggodaku sayang, kalau
tidak aku akan memakanmu disini” katanya disela-sela ciuman kami.
Aku
berhenti menciumnya, wajahku memanas mendengar ucapannya. Sedangkan dia
menurunkanku dari gendongannya dan mendudukkanku disebuah kursi.
“Kita
makan dulu. Setelah ini aku akan mengajakmu melihat sesuatu”
Aku
menuruti perkataannya, kami makan dengan lahapnya. Karena kami memang sudah
sangat lapar karena perjalanan yang panjang dari New York ke sini.
***
Selesai
makan Mark mengajakku untuk berenang dipantai, kebetulan cuaca yang tadi sangat
cerah sudah agak redup. Karena memang hari mulai sore dan matahari akan segera
terbenam sebentar lagi. Kulihat dari kamarku, Mark sudah berjemur di pantai. Setelah
aku mengganti pakaianku dengan bikini, dan aku keluar menyusul Mark.
Sesampainya
disana aku langsung berlari kepinggir laut. Gulungan ombak bergantian
menghampiriku. Kulihat Mark dari tadi belum beranjak dari tempatnya. Dia hanya
memperhatikanku dari balik kacamata hitamnya. Sebuah ide muncul dikepalaku, aku
memainkan air laut hingga mengenai Mark, membasahi wajahnya dan kulihat
beranjak saat aku mulai membasahinya. Dia berjalan kearahku dan tiba-tiba
berlari menangkapku. Awalnya aku tertangkap, dia menghempaskan tubuhku keair. Dan
kemudian meninggalkanku. Aku yang tak mau kalah mengejarnya dan langsung
melompat kepunggungnya, sehingga jatuh tepat diatasnya. Kami berdua tertawa
saat melihat tubuh masing-masing yang sudah basah.
Ntah
sudah berapa lama kami berkejar-kejaran disana. Hari sudah mulai gelap, matahari
akan segera pulang dan menghilang. Aku menarik Mark ketepi pantai untuk melihat
keindahan terbenamnya matahari. Lalu kami duduk sambil menikmati pemandangan
yang sangat indah, aku menyandarkan tubuhku ditubuh Mark. Tangannya melingkar
dipinggangku. Mataku hampir saja tak berkedip melihat pertunjukan didepanku,.
Saat
aku ingin melihat bagaimana ekspresi wajahnya melihat pertunjukkan ini, tiba-
tiba Mark menarik daguku.
“Dilla,
indahnya pertunjukkan yang ada saat ini, takkan sebanding dengan indahnya
dirimu. Kau lah yang terindah..”
Lalu
dia mencium bibirku dengan lembut, dan aku membalasnya. Tangannya membelai
punggungku dan lenganku menggantung dilehernya. Dia mulai mengecap semua bagian
bibirku. Kemudian saling memagut lagi dengan intens.
Dia
mengangkat tubuhku hingga aku dipangkuannya. Dapat kurasakan miliknya yang
sudah mengeras dibawah sana. Mark masih menciumku, ciuman kami menjadi sangat
liar, dia menciumi leherku, mengigit daun telingaku. Gigitannya ditelingaku
membuatku menggelinjang kegelian. Aku menyusupkan jar-jari tanganku disela-sela
rambutnya dan meremasnya. Sedangkan tangannya meremas pinggangku kemudian naik
kearah payudaraku, mengangkat sedikit cup bikini yang kupakai dan menyentuhnya,
serta meremasnya..
“Mark...”
aku mengerang saat tangannya meremas payudaraku.
Dia
tersenyum saat aku mengerang. Tangannya berpindah dari kepayudaraku yang
lainnya. Erangan kenikmatanpun keluar dari tenggorokanku. Akal
sehatku mulai hilang saat merasakan setiap sentuhan dikulitku.
“Aku
menyukaimu seperti ini sayang, “ bisiknya ditelingaku.
Tangannya
mulai membelai pahaku naik menyelusup masuk kedalam celanaku, membelai organ
vitalku yang sudah mulai basah. Lagi-lagi aku mengerang saat dia menyentuhku. Aku
sudah tidak dapat menahan diriku lagi, setiap sentuhannya membuat tubuhku
terasa panas dan bergetar.
“Mark....”
aku memanggil namanya lagi
“aku
ingin melakukannya disini sayang..”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar