“Dhee...“ tiba-tiba Adam menghampiriku yang sedang menikmati makan malamku.
“Bolehkah aku duduk disini?“
“Hai Adam, senang bisa bertemu denganmu lagi. Tentu saja, silakan duduk.“ jantungku langsung berdebar hebat.
“Kapan kau tiba di London? Aku pikir Lila atau Asya yang akan datang kemarin?“
“Tidak Adam, Asya sedang ada tugas di Kanada sedangkan Lila dia sedang hamil besar jadi tidak mungkin untuk bepergian jauh.“
“Lila sedang hamil?“
“Iya, Lila sudah menikah.“
“Sepertinya akan banyak sekali secret agent yang patah hati jika mendengar salah satu dari kalian sudah menikah.“
“Kau bisa saja, Adam.“
“Tapi kenapa Lila lebih memilih menikah di usia muda, ya? Siapa pria yang menjadi suaminya itu? Apakah Zac?“
“Ya, Lila menikah dengan Zac. Lalu kau sendiri kapan akan menikah?“
“Aku belum menemukan wanita yang tepat Dhee. Aku masih saja memikirkanmu.“
Aku langsung terbatuk-batuk mendengar ucapannya itu.
“Kau baik-baik saja, Dhee?“
“Aku tidak apa-apa, Adam. Aku hanya merasa ada makan yang tersangkut di tenggorokanku. Tapi sekarang sudah tidak apa-apa.“
“Aku pikir kau tersedak karena mendengar ucapanku itu.“
“Tidak Adam tidak.“
“Tapi yang aku katakan itu sungguh-sungguh, Dhee. Aku masih mencintaimu, sangat sangat mencintaimu.“
“Adam...“ aku hanya bisa mendesah keras, tak tahu harus berkata apa lagi.
Tiba-tiba Adam meraih salah satu tanganku. Lalu ia mengecup buku-buku jariku dengan sangat lembut dan lama.
Jantungku kembali berdetak kencang tak karuan. Lalu Adam mulai mendekatkan wajahnya, sehingga aku bisa merasakan nafasnya di wajahku. Ya Tuhan...
Sampai akhirnya Adam mendaratkan ciumannya tepat di bibirku. Ciumannya terasa sangat lembut dan panas di bibirku.
Suasana restoran yang romantis, dengan penerangan yang temaranlm serta alunan musik. Membuat suasana romantis yang
di suguhkan jadi semakin terasa. Kami berdua terbawa suasana.
Karena akhirnya aku membuka mulutku untuk memberikan akses lidahnya agar lebih leluasa mengeksplorasi mulutku.
Lidah kami saling berpagutan. Saling mencecap rasa masing. Aku membalas tiap ciumannya dan sesekali menggigit bibirnya dengan gemas dan bergairah.
Ketika nafas kami berubah menjadi terengah-engah. Adam melepaskan ciumannya. Dengan tatapan mata yang menyala-nyala.
“Aku sangat menginginkanmu malam ini, Dhee.“ suaranya terdengar sangat berat.
“Tidak Adam, aku...“
“Kumohon Dhee, hanya malam ini.“
Permohonannya benar-benar terdengar sungguh-sungguh. Membuat hatiku menjadi kalut dan bergejolak. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini.
“Tidak Adam...“
Aku memanggil pelayan untuk membawakan bill-nya. Setelah membayar tagihannya aku beranjak dari kursiku. Bersiap untuk pergi dari tempat itu dan kembali ke hotel.
“Dhee, tunggu dulu.“ Adam memcengkram lenganku dengan kuat.
“Ada apa lagi Adam? Lepaskan tanganku dan biarkan aku pergi. Aku sangat lelah.“
“Biar aku mengantarmu kembali ke hotel. Boleh, kan?“
Aku berpikir sejenak, “Umm... Baiklah kalau begitu.“
Adam melepaskan cengkramannya. Lalu kami berdua keluar dari restoran Italia itu dan menuju ke hotel tempatku menginap.
Kami berjalan berdampingan. Tapi keheningan hadir di antara kami. Baik aku maupun Adam hanya terdiam, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut kami berdua. Sampai pada akhirnya kami sampai di depan hotel.
“Umm... Terima kasih sudah mengantarkanku Adam.“
“Sama-sama Dhee. Sebaiknya kau lekas masuk.“
“Baiklah, sekali lagi terima kasih. Sampai berjumpa lagi besok di pertemuan.“
“Selamat beristirahat, Dhee.“
Aku tersenyum sambil melambai kepada Adam. Lalu aku masuk ke dalam hotel,menuju ke kamatku dan langsung beristirahat.
Pasca penolakanku atas permintaan Adam pada malam pertemuan kami. Antara aku dan Adam seperti tercipta semuah benteng pembatas yang menjulang tinggi.
Selama pertemuan dan sesudahnya Adam selalu bersikap profesional. Sampai hari terakhirku berada di London pun Adam tetap seperti itu.
Namun aku tidak begitu menghiraukan perubahan sikap Adam kepadaku. Karena aku hanya mencintai Gale, kekasihku. Dan akhirnya pesawatpun lepas landas menuju New York. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keksihku, karena aku sangat sangat merindukannya sekali.
whoooaaa…Adam knp bikin Dhee berdebar2?
BalasHapus#dagdigdugder
Adam pk nyosor2 segala lagi
Whooaa…Dhee pk gigit2 bibir Adam lagi ckckck
Tuh kan, jd mupeng deh Adamnya
Tapi untung Adam sm Dhee bisa nahan diri jd ga terjadi hal2
yg diinginkan Adam hehehe
Cinta Dhee memang hanya untuk Gale seorang #Eeaaaa
I lop you pull Galeee. Im comiiinnngg………
#cipokbasahGale :********
Cipok author juga aahh :******
next chapter lanjuuuttt :*
Cieee Dhee, beneran dagdigdugser itu hahaha..
BalasHapusPanas bgt itu ciumannya...
sampe2 Adamnya mupeng..
Dhee juga mupeng itu sebenernya :P
kasih Dhee, kasih Dhee. kasian Adamnya.
gak bakal ada yang ngadu ke Gale kq.
percaya deh :D
Tuh kan, gara2 gak dikasih Adamnya jadi berubah tuh..
rugi Dhee, beneran deh :D