Minggu, 03 Februari 2013

CHAPTER 36 (REVISI)



Aku hanya mengangguk saat mendengar ucapannya. Aku tak peduli ada dimana kami saat ini yang jelas aku ingin bersamanya. Mark tersenyum melihatku mengangguk. Lalu dia menurunkanku dari pangkuannya, sekarang aku duduk disampingnya. Mark mulai membuka bikiniku hingga tubuhku telanjang, dan dia juga membuka celana renangnya hingga dia pun telanjang. Dapat kulihat kejantanannya yang sudah keras membesar. Aku hanya menelan ludah saat meliriknya.

Kemudian dia menarikku lagi kepangkuannya, dia memcium bibirku hingga leherku lagi tangannya membelai tubuhku lagi. Aku hanya menggeliat saat tangannya menyentuh kulitku. Disaat itu lah miliknya menyatu dengan milikku. Aku menghela nafas saat miliknya yang mulai penuh didalam diriku.

Tangannya mulai berpindah meremas pinggulku dengan lembut, “Bergeraklah sayang, ayo lakukan..” suaranya terdengar berat ditelingaku.

Dengan perlahan aku mulai menggerakkan tubuhku, bergerak dengan perlahan namun pasti. Naik turun dan semakin cepat. Tangannya yang tadi meremas pinggulku naik kepayudayaku meremasnya lagi. Tubuhku bergetar saat dia mengeksplorasi payudaraku, aku mengerang saat gelombang orgasme melandaku.
“Markkk...”

Mendengar eranganku, dengan gerakan cepat Mark langsung mendorong tubuhku jatuh kehamparan pasir dipantai dan kini posisinya hampir menindihku. Dia mencium bibirku lagi sambil tangannya mengaitkan kakiku kepinggangnya. Dia menusukku dengan keras, dan lebih dalam lagi sampai akhirnya aku merasakan gelombang orgasme melandaku lagi. Tubuhku bergetar lagi, hal itu pun terjadi dengan Mark.
“Dilla...” dia mengeram sambil menyemburkan sesuatu yang hangat kedalam diriku.
Tubuhnya ambruk diatas tubuhku, nafasnya kami memburu. Setelah nafasnya normal kembali dia mengeluarkan miliknya dariku dan berbaring disampingku.
“I love you sayang..” dia mencium bibirku
“ I love you too, Mark”
“kau tidak apa-apa sayang” katanya sambil mencium keningku.
Aku menggeleng, “aku hanya ingin mandi dan istirahat” jawabku, rasanya tubuhku sangat kotor sekali.
“kita akan kembali ke villa sayang..”

Tak lama kemudian dia menutupi tubuhku yang telanjang dengan kain pantai yang kupakai tadi lalu mengangkat tubuhku, dan membawaku kembali kevilla.

Sesampainya divilla, kami langsung mandi. Dan selesai mandi aku langsung memejamkan mataku, rasa lelah karena semua yang kulakukan hari ini membuatku tak sanggup lagi untuk melakukan apa-apa lagi. Mark langsung memeluk tubuhku erat saat aku mulai terlelap.

***
Sinar matahari yang langsung masuk melalui jendela kaca didekatku membuatku terpaksa harus membuka mataku. Kulihat tangan Mark membungkus tubuhku, aku yang tadi memunggunginya memutar tubuhku hingga berhadapan dengannya. kulihat matanya masih terpejam, wajahnya yang tampan terlihat sangat damai saat tertidur. Aku membelai wajahnya dan mengecup bibirnya.

Sesaat setelah aku mengecup bibirnya, Mark terbangun dari tidurnya.
“hmm.. pagi sayang.” Dia langsung mengecup keningku.
“pagii.. maaf aku membangunkan mu yaa??”
“tidak, memang sudah saatnya kita bangun sayang”  tangannya membelai wajahku, kemudian menyentuh bibirku.
“Dilla...” dia mengambil daguku dan mengangkatnya hingga mata kami bertatapan.
“aku sangat ingin kau selalu ada disetiap aku terbangun dari tidurku. Aku ingin kita seperti ini setiap harinya.”
Aku terdiam mendengar ucapannya.
“kau tahu, 3 bulan kemarin menurutku waktu yang sangat lama untuk menemuimu kembali. Aku sangat merindukanmu” dia langsung mencium bibirku dengan lembut.
“Aku juga sangat merindukanmu, jangan pernah kau pergi lagi, Mark” jawabku disela-sela ciuman kami.

Mendengar ucapanku Mark melepaskan ciumannya dan tersenyum. Tangannya masih diwajahku.
“aku akan membuatmu menjadi milikku selamanya Dilla. “
“Aku milikmu Mark,.” Jawabku sambil menatap matanya.
Mark tersenyum sambil menatapku, “iya kau milikku, akan selalu jadi milikku” jawabnya lalu mencium keningku sekilas.
***
Hari ini aku dan Mark menghabiskan waktu dipantai lagi, kami melakukan banyak hal bersama. Kami berdua melupakan sejenak segala rutinitas yang menyita tenaga, waktu dan fikiranku. Aku merasa benar-benar liburan kali ini, disini aku lupa dengan tugasku sebagai agent. Begitu juga dengan Mark, dia bahkan tidak ingin membahas tentang pekerjaannya disini.

Hampir seharian dipantai membuat kami kelelahan. Kami memutuskan untuk beristirahat di villa. Sebenarnya Mark mengajakku untuk menikmati matahari terbenam sore ini. Aku menyetujuinya, kami akan kembali kepantai saat matahari akan terbenam.

Divilla aku langsung masuk kekamar mandi. Saat didalam kamar mandi kudengar Mark memanggilku.
"Dilla, sayang... Aku lupa dimana kuletakkan charger ponselku. Aku pinjam punya mu yaa??"
"Iya, ada didalam tasku. Ambil didalam tasku, sayang" jawabku..
"iya..."
Lalu aku kembali membersihkan tubuhku, rasanya tubuhku sangat lelah setelah hampir seharian kami dipantai.

Selesai mandi aku langsung keluar dengan memakai jubah mandi yang tersedia. Saat keluar, kulihat Mark duduk ditempat tidur, sepertinya dia tak menyadari kehadiranku.
"sayang chargernya ada??" tanyaku sambil berjalan mendekatinya.
"oh, iya ada.."
Aku heran dengan ekspresi Mark yg sedikit berubah, tidak seperti biasanya dia bersikap dingin seperti itu kepadaku.
"kau kenapa Mark, kau sakit??" tanyaku sambil menyentuh keningnya..

Belum lama aku menyentuh keningnya, Mark mengambil tanganku dan mengenggamnya. Aku langsung duduk disamping.
"aku boleh minta sesuatu denganmu sayang"
 "apa??" jawabku.
"aku ingin kau menjelaskan ini" katanya sambil meletakkan dua kartu ditanganku.

Aku langsung melihatnya, astaga ini kan kartu anggotaku sebagai agent. Dan ada tanda pengenalku dengan nama Nadilla Eveline Smith
Aku tergugup melihatnya. Bagaimana bisa kartu anggotaku bisa ditemukannya.
"jelaskan padaku, apa maksud semua ini. Siapa Natasya, dan siapa Nadilla. Setahuku kau tidak punya saudara kembar??"

Aku menghela nafas, mungkin sudah saatnya aku menunjukkan identitasku kepada Mark. Aku sudah siap dengan semua kemungkinan yang terjadi.
"baiklah..." jawabku
Mark mengangguk, mendengarkanku.
"sebenarnya aku Natasya, nama yang ada di kartu tanda anggota itu adalah aku. Aku seorang secret agent. Dan Nadilla, adalah nama samaranku.."
"tapi kenapa kau menyembunyikan semua ini padaku??, aku kekasihmu.."
"Maaf Mark, aku melakukan semua ini karena aku agent. Aku tidak ingin orang-orang tahu siapa aku.."
"Termasuk aku?? Kau tahu, aku sangat mencintaimu"
"Mark, aku juga sangat mencintaimu.. Maafkan aku. Aku memang akan memberitahukan semua ini padamu, tapi aku belum menemukan waktu yang tepat. Aku takut kau tidak akan menerimaku"
"Natasya, aku akan menerimamu apa adanya. Aku sudah sangat mencintaimu. Aku tidak peduli dengan semua itu.. “
“Mark...” aku menatap matanya.
“aku sangat bersungguh –sungguh dengan apa yang aku katakan Natasya.”

Aku sangat terharu dengan semua ucapannya. Tak terasa air mataku mengalir membasahi pipiku.
“Jangan pernah menangis sayang, akan aku buktikan kesungguhan padamu. Aku sangat mencintaimu” katanya sambil menghapus air mataku.
Aku mengangguk mendengar ucapannnya. “Maafkan aku...”
Dia mengecup keningku “aku mengerti keadaanmu”
Aku memeluk tubuhnya erat, Ya Tuhan terima kasih kau telah memberikan Mark untukku,.

“sebaiknya kau bersiap Natasya, aku ingin mengajakmu makan malam ditempat yang pasti sangat kau sukai” katanya
“terima kasih untuk semuanya Mark.. oh iya, kau cukup memanggilku Asya”
“Baiklah Asya..dan sepertinya aku harus mandi yaa. lebih cepat kita kesana, akan lebih baik..”
“Maksudmu??”
“Berdandan yang cantik untukku” katanya sambil tersenyum nakal.
Aku mengangguk, dan Mark meninggalkanku kekamar mandi..

***
Sorenya aku dan Mark pergi ketepi pantai. Kulihat disana sudah sebuah meja lengkap dengan makanan dan sebotol wine. Mark mengajakku kesana lalu kami duduk berhadapan dikursi yang telah disediakan. Ini tempat yang special dikatakan Mark tadi. Lagi-lagi aku hanya bisa berdecak kagum, semuanya sangat diluar dugaanku, Mark benar-benar membuatku merasa sangat istimewa.
"hey, kau kenapa Asya??" aku lega Mark sudah meyebut nama asliku. Tidak ada lagi ganjalan dihatiku karena identitasku sebagai agent.
"lagi-lagi kau diam?? Kau tidak apa-apa kan??" katanya sambil menuangkan wine kedalam gelas kami berdua.

Aku menggeleng "aku hanya bingung untuk berkata apa??, ini indah Mark, sangat indah. Terima kasih" aku mengenggam tangannya.
"aku sudah menyangka, kau akan menyukai suasana seperti ini." dia mencium tanganku.
"tadinya aku kira, kau akan meninggalkanku saat tau aku berbohong, tapi akhirnya aku lega ternyata dugaanku salah"
"tidak, aku tidak akan meninggalkanmu Asya. Aku sudah sangat mencintaimu.."
Aku tersenyum "terima kasih untuk semuanya Mark, aku sangat bahagia saat ini. Aku takkan pernah melupakan hari ini.”
“Kau takkan pernah melupakan hari ini??”
“Liburan ini, terutama hari ini..” jawabku.
“baiklah aku akan membuatmu takkan pernah melupakan hari ini Sya.” Aku mengangguk sambil membelai wajahnya.

Lalu Mark melepaskan genggaman tangannya, mengambil sesuatu yang ada disaku celananya. Sebuah kotak kecil berwarna merah dan kemudian Mark membukanya.
“Asya, aku sangat mencintaimu. Aku bersungguh-sungguh dengan semua ucapanku. Aku ingin kau menjadi milikku, selamanya sayang..”

Aku terdiam mendengar ucapannya, apa maksud Mark dengan semua ini??
“Mark..” aku menatap matanya.
“Asya, kau adalah segalanya untukku. Kau lah kebahagiaanku. Bersamamu adalah hal yang sangat membahagiakan untukku. Menikahlah denganku Natasya. Aku sangat mencintaimu. Aku tak ingin kehilanganmu”
“Markk.. kau melamarku??” aku terkejut dengan ucapannya barusan. apa benar Mark melamarku?? Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri.
“Iya sayang, aku melamarmu. Aku ingin kita menikah..” Mark meyakinkanku.
Aku masih tidak percaya, secepat inikah??
Mark mengambil tanganku lagi, meremasnya dan menciumnya.
“Would you marry me, Natasya??” dengan jelas Mark mengucapkan itu padaku.
Ya Tuhan, ini benar. Mark melamarku..
“Sayang...” dia menatapku, dapat kulihat kesungguhan dimatanya.
Seketika perasaan gugup melandaku. Aku menarik nafas panjang, Yes I would Mark, ucapku dalam hati.
“Sayang. Would you marry me??” dia mengulangnya sekali lagi.
Aku langsung mengangguk, “Yes I would Mark...”

Mendengar ucapanku, Mark langsung mencium buku-buku jariku. Mengambil sebuah cincin berlian yang ada didalam kotak kecil berwarna merah tadi dan kemudian menyematkannya dijari manisku. Mark mencium tangannku lagi.

Mark mencium keningku dengan hangat. Aku masih tidak percaya dengan semua ini. Semuanya sangat tidak terduga. Mark membuatku tak dapat berkata-kata lagi. Mataku memanas, air mataku tak dapat kutahan lagi untuk jatuh dan membasahi pipiku. Aku sangat bahagia saat ini.
“Hey, jangan menangis sayang” katanya sambil menyeka air mataku dengan tangannya.
“aku ingin kau bahagia, bukan bersedih..”
Aku tersenyum, “aku terlalu bahagia Mark. Sangat bahagia, aku tidak menyangka kau akan melamarku.. I love you Mark. I love you so much..” kataku langsung memeluknya.
Dia memegang wajahku dan mencium keningku “ I love you too..” lalu dia mencium bibirku dengan lembut.

“terima kasih kau telah menerimaku Asya, aku berjanji akan membahagiakanmu”
“akulah yang seharusnya berterima kasih padamu, kau tidak marah saat aku membohongimu. Aku benar-benar minta maaf sayang”
“aku memakluminya Sya, itu pekerjaanmu. Tapi kau jangan berbohong lagi padaku yaa, aku mohon..”
Aku mengangguk “Iya aku janji..”
“sebaiknya kita segera makan, kau pasti sudah sangat lapar kan??”
“iya aku lapar...” jawabku.

Lalu kami makan bersama sambil berbincang-bincang. Banyak hal yang Mark tanyakan tentang pekerjaanku sebagai agent. Aku menceritakan semuanya, termasuk tentang kedua sahabatku yang merupakan agent juga. Dia sangat mengerti dengan keadaanku. Selain itu dia juga mulai membicarakan tentang rencana pernikahan kami. Aku sangat bahagia malam ini, ini malam terindah yang pernah aku miliki. Terima kasih ya Tuhan...

2 komentar:

  1. naahhh....
    ini gk bikin bingung...

    gk kyak yg kemaren, bikin pusing yang baca...

    ini lebih baik daripada yang kemaren meskipun ada beberapa typo.

    itu wajar, penyakit typo aku lebih parah..

    hehehe..

    yeayyyy pesta lagiiiii...
    akhirnya tenang karena gk perlu bohongin mark lagi...
    congratulation Asya & Mark :D

    next chapter sist :*

    BalasHapus
  2. ahaaaa…asyik asyik bakalan ada wedding lg.

    akhirnya galau menyingkir jauh2 dr Asya ^^

    Congrats Asya n Mark
    Wed nya jgn lama2 hehe

    Tinggal Dhee yg blm dilamar haha

    lanjut lanjut :*

    BalasHapus