Jumat, 01 Maret 2013

CHAPTER 45


Aku tertegun sejenak, rasa kantuk yang tadi menyerangku mendadak hilang saat mendengar berita tentang hilangnya Naima. Aku langsung kembali keruanganku mengambil tas dan persenjataanku, setelah aku memberitahukan kepada Dhee, Gale, dan yang lain aku langsung pergi kerumah Lila.

Hanya butuh waktu 10 menit untuk menembus jalanan menuju kerumah Lila. Sesampainya disana aku langsung mencari Lila. Kulihat Lila sedang mondar mandir gelisah sambil memegang ponselnya.
“La, kau sudah memeriksa semua pintu dan jendela?? Apakah ada tanda-tanda yang mencurigakan??”
“Aku sudah memeriksanya Sya, jendela kamarnya rusak. Terlihat seperti dibuka paksa” jelas Lila.
“Sebaiknya kita telusuri melalui jendela itu, karena tidak mungkin penculiknya membawa pergi Naima dari pintu depan”

Lalu aku dan Lila memeriksa lagi bagian samping kamar Naima dari luar. Aku terus berjalan, hingga aku melihat sebuah pintu yang terletak tidak begitu jauh dari bangunan rumah Lila.
“La, itu pintu kemana??” aku menunjuk kearah pintu itu.
“Setelah pintu itu, ada taman kecil dan setelah itu disamping bangunan rumah ada hutan yang tidak terlalu lebat”

Kami mendekati pintu itu, aku langsung mendapati kalau kuncinya juga telah dirusak.
“La, ini berarti penculiknya lewat dari sini, ayo kita mulai mencari dari sini. Mungkin penculiknya masih ada disekitar sini”
“Iya, Sya..”

Kami berdua mulai menyusuri halaman, hingga taman yang masih ada dibelakang rumah Lila sambil tetap siaga dengan senjata kami, kalau saja ada yang mencurigakan. Saat kami akan memasuki hutan Dhee, Gale, Lou, Olivia, Steve dan Brad datang. Kami membagi menjadi beberapa kelompok agar pencarian lebih cepat dan mulai menyebar kebeberapa titik melakukan pencarian.


Sekitar hampir satu jam kami menyusuri hutan yang disamping rumah Lila, tiba-tiba Brad menelponku kalau dia dan Steve menemukan sebuah pondok yang berada ditengah hutan itu. Menurut mereka dari kejauhan sepertinya ada hal yang mencurigakan. Mendengar informasi itu aku langsung memberitahukan dengan yang lainnya dan kami segera mendekat kepondok itu.

Kami sudah mendekati pondok itu perlahan sambil tetap memperhatikannya. Dari sana terdengar suara bayi menangis.
“Itu Naima..” Lila langsung bergerak untuk masuk kedalam pondok itu.
“La, kita harus menunggu beberapa saat dulu. Kita tidak tahu siapa yang ada didalam itu. Aku takut kalau kita langsung masuk akan membuat penculik itu melukai Naima.” Jelas Lou.
“Lou, benar La.. kau harus bersabar sebentar. Lagi pula Brad dan Steve mulai menyusup masuk. Kita akan segera masuk jika mereka telah memberikan aba-aba.” Aku berusaha menenangkan Lila.

Saat suasana sedang tegang menunggu isyarat dari Brad dan Steve. Tiba-tiba terdengar seseorang yang mendekat kearah kami dengan tergesa-gesa. Kami yang terkejut langsung mengambil posisi bertahan, jika saja itu musuh yang akan menyerang kami.
“Maaf aku terlambat sayang” ternyata itu Zac yang baru saja datang.
“Kau membuat kami kaget Zac, untung saja aku tidak menembakmu” jawabku sambil memasukkan kembali senjataku.
“Maaf aku sangat panik, ketika Gale mengabari Eric tadi”
Melihat Zac yang datang Lila langsung memeluk suaminya. Beberapa saat Lila menangis sambil       menceritakan kronologi hilangnya Naima. Zac mengangguk sambil menenangkan Lila.

Tak berapa lama kemudian Steve memberikan isyarat supaya kami segera mendekat. Kami mendekat perlahan, menyebar mengelilingi pondok itu. Aku yang berada didekat jendela, dapat melihat apa yang ada didalam. Kulihat seorang lelaki sedang menggendong Naima dan seorang lagi kulihat keluar dari pondok itu. Mereka sedang membicarakan cara untuk membawa Naima pergi dari sini. Aku yang didekat Steve menanyakan siapa lelaki yang barusan tadi pergi.
“Steve apa kau tahu siapa lelaki itu??” aku berbisik kepadanya.
“Dia adalah anak buah dari Scarface kemarin. Aku juga tidak tahu sejak kapan Kyle berhubungan dengan anak buah Scarface.”
“Kyle??..” aku terkejut saat Steve menyebut nama Kyle.
“Iya, Kyle Patrick putra dari Red Eye”
Aku mengangguk, dan langsung memberi tahu Dhee dan Lila kalau yang menculik Naima itu adalah Kyle.

Mendengar Kyle yang menculik Naima, Lila langsung masuk kedalam tanpa bisa kami tahan lagi. Sebenarnya kami sangat terkejut saat Lila tiba-tiba masuk kedalam pondok, tapi aku dan Dhee segera menyusul Lila. Sedangkan Zac dan yang lainnya tetap berjaga diluar karena seorang anak buah Scarface belum kembali.

“Apa yang kau inginkan Kyle??” Lila terdengar sangat emosi saat dia mengetahui Kyle lah dibalik semua ini.
“Ohh, kau sudah ada disini ternyata Lila. Padahal aku belum memberitahumu” jawab Kyle sambil tersenyum sinis.
“Kyle, apa yang kau inginkan?? Sampai-sampai kau menculik anakkku..” seketika emosi Lila mereda saat melihat Naima dipelukan Kyle.
“Aku menginginkanmu Lila, aku ingin kau pergi bersamaku”
“Apa maksudmu?? Aku sudah menikah dan itu anakku Kyle. Tidak mungkin aku pergi denganmu” jawab Lila.
“Kau jangan khawatir, kita akan pergi bersama anak ini.. Dengan begitu kau tidak usah bersedih, kau akan tetap bersamanya”

“Kyle, cepat serahkan Naima sekarang??” bentak Dhee.
“Tidak Dhee. Sebelum Lila memastikan kalau dia akan ikut denganku.”
Kalau saja Kyle tidak sedang menggendong Naima, sudah kupastikan aku akan menembaknya. Namun aku tetap berusaha sabar, karena ada Naima bersamanya. Aku takut dia akan melukai Naima kalau kami memaksanya.

“Baiklah, aku kan ikut denganmu Kyle. Ini kulakukan karena aku ingin bersama anakku.” Jawab Lila.
Kyle tersenyum puas mendengar jawaban Lila.
“Sekarang biarkan aku menggendong anakku. Aku sangat mengkhawatirkannya” Lila menjulurkan tanganya.
Tapi Kyle mundur selangkah tidak memberikan Naima langsung kepada Lila.
“Letakkan dulu senjata kalian berdua kelantai, aku tidak percaya sepenuhnya dengan kalian berdua” jawab Kyle sambil menunjuk kearahku dan Dhee.

Dhee memberikan isyarat kepadaku untuk menuruti perintah Kyle. Karena kulihat Zac dan yang lainnya sudah ada dekat pintu. Dan Kyle tidak menyadarinya.
Lalu aku dan Dhee meletakkan senjata kami kelantai.

“Kita sudah melakukannya Kyle..”
“Bagus, kalian ternyata bisa dipercayai juga” jawab Kyle sambil tersenyum.
Lila mendekati Kyle “Aku ingin menggendongnya Kyle, aku sangat merindukannya”
Awalnya Kyle terlihat agak ragu namun akhirnya dia memberikan Naima kepada Lila, karena Naima menangis lagi. Setelah Naima kembali bersama Lila. Lila dengan cepat menjauh dari Kyle.
“Kau ingat janjimu Lila..” Kyle mengingatkan.

“Aku yang akan mengingat janjinya Kyle..”Zac yang muncul tiba-tiba langsung menodongkan senjatanya kekepala Kyle.
“Kau...”
“Beraninya kau menganggu keluargaku. Apa kau lupa bagaimana kami menangkap Red Eye kemarin?? Ternyata kau dan dia sama, sama-sama pengecut Kyle.”
Mendengar kata-kata Zac, Kyle terlihat sangat marah. “Lepaskan aku”
Tapi Eric yang ada didekat Zac langsung memborgol tangan Kyle.
“Kau harus menanggung semua akibatnya, dan kau akan menyesal” Zac menjauh dari Kyle.
“Aku tidak akan menyesal..” Kyle menjawab dengan entengnya.
Zac yang tadi sudah menjauh dari Kyle, kembali mendekatinya. Tiba-tiba melayangkan sebuah pukulan keras kewajah Kyle. “Ini untuk kemarahanku”
Lalu Zac pergi keluar dari pondok itu sambil mengajak Lila yang sedang menggendong Naima.

“Biar kami yang mengurusnya, kalian bertiga kembalilah kerumah Lila dan Zac” perintah Lou kepadaku, Dhee dan Olivia.
“Baiklah” jawab kami bertiga.

Lalu kami bertiga kembali kerumah Lila, begitu juga dengan Lou dan Gale. Hanya Brad, Eric dan Steve yang tidak kembali kerumah Lila. Mereka membawa Kyle dan anak buah Scarface tadi kemarkas kepolisian untuk diproses secara hukum.

***

Dua bulan telah berlalu dari kejadian penculikan Naima yang dilakukan oleh Kyle. Beberapa waktu yang lalu Lila dan Zac juga sudah pindah kerumah baru mereka. Sepertinya keluarga itu agak sedikit trauma sejak kejadian penculikan itu.

Hari ini aku dan Mark juga baru selesai pindahan dari apartemen Mark kerumah baru kami yang terletak sebuah kompleks perumahan mewah di New York. Setelah selesai membereskan pakaian dan beberapa barang, aku dan Mark langsung mandi. Selesai makan malam, aku kekamar untuk beristirahat. Aku merasa kepalaku pusing lagi. Memang beberapa hari ini aku sering sekali merasa pusing, Mark sudah mengajakku untuk kedokter namun karena pusing itu tidak menganggu aktivitasku jadinya aku menolak.

Dikamar aku berusaha untuk tidur, agar pusingnya hilang. Tapi saat aku akan tertidur Mark masuk, sepertinya dia tahu kalau aku pusing lagi..
“Kau kenapa sayang?? Pusing lagi??” dia bertanya sambil berbaring disampingku.
“Aku memang sedikit pusing Mark, itu karena aku kelelahan.”
“Aku ambilkan obat yaa”
“Tidak usah, aku hanya ingin beristirahat dan tidur, besok pagi pasti sudah lebih baik” jawabku.
“Kau yakin sayang??”
Aku mengangguk, “ Iya aku yakin sayang” jawabku.
Lalu aku memejamkan mataku, sedang dia memeluk tubuhku sambil mencium keningku.

Pagi harinya aku terbangun saat sinar matahari yang masuk melalui jendela kamar menghangatkan tubuhku. Saat aku membuka mataku, aku langsung mencari Mark yang tadi malam ada disampingku.
“Mark, sayang...” aku memanggilnya.
“Iya sayang, kau sudah bangun yaa..”

Kulihat Mark baru selesai mandi, dia langsung mendekatiku, duduk disamping tempat tidur.
“Jam berapa ini?? kenapa kau tidak membangunkanku??”
“Tidurmu nyenyak sekali, aku tidak tega jika harus membangunkanmu sayang” katanya sambil mencium keningku.
“Tapi aku harus kekantor, aku tidak ingin terlambat..”
“Kau ingin masuk kerja?? Apa pusingmu sudah hilang??”
“Umm, sedikit.” Jawabku.
“Apa kau yakin sayang, jika belum juga membaik sebaiknya kita pergi kedokter saja hari ini, aku mengkhawatirkanmu” katanya sambil membelai wajahku.
Aku beranjak duduk disampingnya “Aku tidak apa-apa, percaya padaku sayang” aku mencium bibirnya dengan gemas.

Saat aku menciumnya, Mark lagsung membalasnya ciumanku. Bibirnya mengecap semua bagian mulutku. Lidahnya masuk kedalam mulutku dan menari bersama lidahku didalam sana. Ciuman kami berubah menjadi ciuman yang liar dan panas. Aku mulai mengalungkan tanganku kelehernya. Mark masih menciumku dengan intens, sesekali dia menggigit bibir bawahku. Beberapa saat kemudian Mark melepaskan ciumannya karena nafas kami yang sudah terengah-engah.  

“Sebaiknya kau segera bersiap sayang, jika tidak aku akan membuatmu tidak masuk kekantor hari ini” suaranya terdengar berat ditelingaku.
Aku tersenyum sambil mengangguk, “Ya, aku akan bersiap sekarang “ jawabku.
Lalu aku turun dari tempat tidur, namun saat berdiri tubuhku terasa limbung. Hampir saja aku terjatuh untung Mark memegangi tubuhku.
“Hati-hati sayang”
“Ahh, iya..”

Lalu aku masuk kekamar mandi, saat dikamar mandi kepalaku pusing lagi bahkan saat ini aku merasakan mual. Aku tak dapat lagi menahannya hingga aku muntah.
Saat aku muntah-muntah, Mark masuk kedalam kamar mandi. Dia langsung menutupi tubuhku yang telanjang dengan jubah mandiku.
“Kau muntah sayang, sebaiknya tidak usah kekantor saja, aku akan menelpon Dhee menberitahukan keadaanmu”
“Ini masuk angin Mark, aku baik-baik  saja. Biasanya aku akan merasa lebih enak setelah muntah.”
Karena kau bersikeras tetap pergi kekantor, akhirnya dia mengizinkanku masuk hari ini dengan syarat aku harus menelponnya jika terjadi seseuatu denganku.


***

Sesampainya dikantor aku masuk keruanganku, menyelesaikan pekerjaanku. Namun belum lama aku bekerja, perutku mual lagi, dengan cepat aku bergegas ketoilet. Saat akan keluar ruanganku, aku bertemu Dhee, sepertinya dia akan keruanganku. Karena aku sudah tak tahan lagi tak kuhiraukan Dhee yang memanggilku. Saat didalam toilet aku langsung memuntahkan semuanya. Setelah selesai aku keluar toilet, tubuhku terasa lemah sekali.
“Kau kenapa Sya?? kau muntah??” Dhee menghampiriku sambil memberikan segelas air minum.
“Terima kasih Dhee, aku tidak enak badan. Sudah beberapa kali aku muntah pagi ini. Sepertinya aku ingin pulang saja”
“Kau harus segera kedokter Sya, aku antar ya. Lagi pula kau tidak membawa mobilkan hari ini??”
“Aku akan menelpon Mark saja, aku ingin kedokter sepulang dari sini”
“Baiklah, aku harap kau tidak apa-apa Sya” jawab Dhee sambil menepuk pundakku.
“Terima kasih Dhee”

Lalu kami kembali lagi keruanganku. Aku langsung menelpon Mark, untuk meminta jemput dengannya. Setelah setengah jam menunggu akhirnya Mark datang, aku langsung berpamitan dengan Dhee kemudian pergi kedokter untuk memeriksa kesehatanku yang beberapa hari ini menurun.

Sesampainya aku dirumah sakit aku langsung diperiksa oleh seorang dokter. Setelah hampir satu jam menunggu akhirnya hasil labku keluar. Dokter menyatakan kalau saat ini aku hamil. Sesaat aku dan Mark terkejut saat dokter itu menyatakan aku hamil, namun tak lama kemudian Mark langsung memelukku dan menciumku. Aku tidak percaya, tapi aku sangat bahagia mendengarnya. Menurut perkiraan dokter kehamilanku berusia empat minggu.

Selesai memeriksa keadaanku dan kandunganku, dokter memberikan beberapa resep obat dan vitamin, serta daftar yang boleh ku lakukan dan yang tidak selama aku hamil. Setelah semuanya selesai aku dan Mark pulang kerumah.

“Sayang, aku sangat bahagia saat dokter itu bilang kau hamil. Aku sangat mencintaimu sayang” dia memelukku erat, kemudian mencium keningku dengan lembut.
“Aku juga sangat mencintaimu Mark, sangat mencintaimu”
Dia melepaskan pelukannya dan mengelus perutku “Cepat besar ya sayang” katanya sambil mencium perutku.
Aku tersenyum, kemudian memeluk erat tubuhnya. Ya Tuhan, terima kasih untuk semua kebahagaiaan yang kau berikan kepada keluarga kecilku ini.

2 komentar:

  1. Kyle ternyata yg nyulik Naima :O

    Gak nyangka Kyle ko jahat sih beraninya sm Naima, kan msh bayi u.u

    Untung Naima bisa diselamatin, bisa balik ke Lila n Zac.

    Asya hamil?? oooo WOW…congrats Asya n Mark.
    Bakalan punya keponakan lg nih yeay.
    Ayo Lila, pnya anak lg biar tambah byk keponakannya Dhee
    :Dv

    fiuuh…akhirnya satu persatu masalah bisa diselesaikan dan berganti dengan kebahagiaan.

    Is this the end of stories? u.u

    next chapter lanjut author
    #colekcolekauthor

    :**






    BalasHapus
  2. ya ampun Kyle, teganya dirimu menculik anakku :‘(

    knp km jahat gini sih Kyle???
    aku ud pnya suami jd tolong jng gnggu2 lagi u.u (lebay)

    eh Asya hamil ya??
    selamat selamat...

    ayo Dhee, kpn mau nyusul..

    #toeltoelGalesamaDhee

    ummm overall ud bagus tapi kurang dramatis :P

    dan masih ada pnggunaan kata dan kalimat yg kurang pas.
    tp gpp sih, bisa di perbaiki kok ntar...


    next giliran siapa ya????

    #lirikDhee zD

    BalasHapus